04, 2026
Olahraga

Sudah Sering Juara Piala AFF, Chanathip Songkrasin Tetap Berambisi Bawa Thailand Rebut Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Chanathip Songkrasin dan Misi Besar Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026

Gelandang serang timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, menegaskan ambisinya untuk membawa negaranya merebut gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Ambisi itu disampaikan meski Thailand telah lama dikenal sebagai salah satu kekuatan dominan di sepak bola Asia Tenggara, dengan koleksi gelar Piala AFF yang sudah berkali-kali diraih.

Bagi Chanathip, pencapaian masa lalu tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri. Justru tradisi juara itu menjadi dorongan untuk terus menuntut standar lebih tinggi, terutama ketika turnamen regional berganti nama dan format menjadi FIFA ASEAN Cup.

Pemain yang akrab disapa Jay itu menilai gelar di level ASEAN selalu memiliki nilai penting tersendiri. Ia menyebut turnamen ini bukan sekadar ajang bergengsi, tetapi juga tolok ukur perkembangan sepak bola nasional di kawasan.

Dominasi Thailand dan Beban Tradisi Juara

Thailand merupakan salah satu tim paling sukses dalam sejarah Piala AFF. Rekor tersebut menempatkan mereka sebagai tim yang selalu diperhitungkan, sekaligus membuat publik sepak bola nasional menuntut gelar di setiap edisi.

Chanathip memahami beban ekspektasi itu. Menurutnya, tekanan untuk juara adalah hal yang wajar bagi tim sebesar Thailand. Ia memandang tekanan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab pemain untuk menjaga warisan prestasi yang telah dibangun generasi sebelumnya.

Namun, ia juga menekankan bahwa sepak bola Asia Tenggara semakin kompetitif. Sejumlah tim disebut terus berkembang, baik dari sisi kualitas pemain, taktik, maupun persiapan menghadapi turnamen besar.

Karena itu, ambisi juara tidak bisa hanya mengandalkan nama besar atau sejarah. Chanathip menilai Thailand harus tampil dengan persiapan matang, disiplin, dan konsistensi di setiap pertandingan.

Tantangan Baru di Era FIFA ASEAN Cup

Transisi dari Piala AFF menjadi FIFA ASEAN Cup membawa dimensi baru bagi tim-tim peserta. Perubahan nomenklatur ini dinilai dapat meningkatkan eksposur turnamen, sekaligus menaikkan standar penyelenggaraan dan kompetisi.

Chanathip menyambut baik perkembangan tersebut. Ia berharap turnamen dengan payung FIFA dapat memberi dampak positif bagi kemajuan sepak bola Asia Tenggara secara keseluruhan, termasuk bagi Thailand.

Meski demikian, ia tidak ingin perubahan nama menjadi distraksi. Fokus utama tetap sama, yakni meraih gelar. Ia menegaskan target Thailand di setiap turnamen regional tidak pernah berubah, yaitu menjadi yang terbaik.

Menurutnya, setiap pemain yang mengenakan jersey timnas memiliki tanggung jawab untuk memberikan yang maksimal. Hal itu berlaku baik pada laga pembuka, fase grup, hingga partai puncak.

Peran Chanathip sebagai Pemimpin di Lapangan

Sebagai salah satu pemain senior dan berpengalaman, Chanathip memiliki peran penting di luar sekadar mencetak gol atau menciptakan assist. Ia kerap menjadi penghubung antara pelatih dan pemain muda di dalam tim.

Pengalaman bermain di kompetisi luar negeri membuatnya memahami pentingnya mentalitas juara, kedisiplinan taktik, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai gaya permainan. Hal itu ia coba tularkan kepada rekan-rekan setimnya.

Chanathip menilai regenerasi menjadi kunci keberlanjutan prestasi Thailand. Ia ingin memastikan pemain muda tidak hanya mewarisi target juara, tetapi juga cara kerja dan etos yang dibutuhkan untuk mencapainya.

Dalam konteks FIFA ASEAN Cup 2026, ia berharap timnas Thailand bisa tampil sebagai satu kesatuan yang solid. Menurutnya, kesuksesan di turnamen pendek sangat ditentukan oleh kekompakan tim, bukan hanya kualitas individu.

Persaingan di Asia Tenggara Semakin Ketat

Chanathip mengakui bahwa lawan-lawan Thailand di kawasan tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa negara disebut memiliki generasi pemain muda berbakat yang mulai menembus kompetisi internasional.

Perkembangan itu membuat persaingan di Asia Tenggara semakin menarik. Ia menilai hal tersebut positif bagi sepak bola regional karena memaksa setiap tim, termasuk Thailand, untuk terus berbenah.

Bagi Chanathip, persaingan ketat adalah alasan tambahan untuk tidak pernah meremehkan lawan. Ia menegaskan setiap pertandingan harus dihadapi dengan keseriusan penuh, apa pun nama lawan yang dihadapi.

Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi performa di level klub sebagai fondasi sebelum bergabung ke timnas. Menurutnya, pemain yang tampil rutin bersama klub akan datang ke pemusatan latihan dengan kondisi dan kepercayaan diri yang lebih baik.

Target Thailand dan Harapan Publik

Dengan status sebagai salah satu tim terkuat di kawasan, Thailand diprediksi kembali menjadi kandidat juara utama di FIFA ASEAN Cup 2026. Prediksi itu datang dari publik, pengamat, maupun media regional.

Chanathip tidak menghindar dari ekspektasi tersebut. Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras, baik secara pribadi maupun kolektif bersama timnas Thailand.

Ia menegaskan bahwa gelar juara bukan sesuatu yang bisa diraih secara instan. Dibutuhkan persiapan panjang, mulai dari pemusatan latihan, uji coba, hingga analisis lawan yang mendalam.

Yang terpenting, menurutnya, adalah menjaga fokus pada proses. Jika Thailand mampu tampil konsisten dan disiplin, ia yakin peluang meraih gelar akan terbuka lebar.

Ambisi Chanathip Songkrasin bersama timnas Thailand pun menjadi salah satu narasi utama menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Sebuah ambisi yang lahir bukan dari kekurangan, melainkan dari hasrat untuk terus menjadi yang terbaik di wilayahnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter