27, 2026
Teknologi

Tak Bisa Lewat Jalan Darat, 2.356 Paket MBG Diantar Pakai Kapal ke Desa Terluar

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/26/6adf4bcc821cc-proses-penyaluran-mbg-menuju-wilayah-pulau-terluar-di-maluku-utara_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

2.356 Paket MBG Diantar Pakai Kapal ke Desa Terluar

Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus berupaya memastikan bantuan sosial tepat sasaran mencapai seluruh wilayah Indonesia, termasuk desa-desa terpencil dan terluar. Salah satu upaya tersebut adalah penyampaian 2.356 paket Moda Bantuan Gotong Royong (MBG) ke sejumlah desa terluar di Provinsi Maluku Utara yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.

Kepala Bidang Komunikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial, Muhammad Fajar, menjelaskan bahwa pengiriman paket MBG ke wilayah terluar tersebut menggunakan moda transportasi laut. "Karena akses jalan darat tidak memungkinkan, kami menggunakan kapal untuk mengantarkan bantuan ini ke wilayah terpencil di Maluku Utara," ujar Fajar dalam keterangannya, Kamis (26/10/2023).

Upaya Memastikan Bantuan Tepat Sasaran

Program MBG merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka mendukung keberlanjutan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH). Moda transportasi yang dipilih disesuaikan dengan kondisi geografis setiap wilayah.

"Kami selalu berusaha mencari solusi terbaik agar bantuan dapat sampai kepada penerima manapun lokasinya. Untuk wilayah yang terisolasi seperti sebagian wilayah Maluku Utara, transportasi laut menjadi pilihan utama," tambah Fajar.

Menurutnya, pengiriman bantuan melalui jalur laut memerlukan perencanaan yang matang. "Kita harus memperhatikan jadwal kapal, cuaca, dan kondisi pelabuhan di setiap desa tujuan. Semua ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat waktu dan dalam kondisi baik," jelasnya.

Proses Pengiriman di Wilayah Terluar

Sebanyak 2.356 paket MBG tersebut diangkut menggunakan KM Sinaboi, sebuah kapal yang disediakan Ditjen Pelayaran untuk membantu operasional logistik bantuan sosial di wilayah terluar. Kapal ini berlayar dari Pelabuhan Ternate menuju sejumlah pulau dan desa terpencil di Maluku Utara.

"Selain Maluku Utara, kami juga menggunakan moda transportasi serupa untuk wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan satu desa pun," ujar Fajar.

Setiap paket MBG berisi kebutuhan pokok yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. "Isi paket disesuaikan dengan karakteristik masyarakat dan kondisi geografis. Untuk wilayah kepulauan, kami menambahkan komoditas yang lebih tahan lama," paparnya.

Tantangan dalam Penyampaian Bantuan

Menurut Fajar, penyampaian bantuan ke wilayah terluar memang menghadapi berbagai tantangan. Selain masalah transportasi, faktor cuaca dan infrastruktur pelabuhan yang minim menjadi hambatan utama.

"Kondisi cuaca di perairan Maluku seringkali tidak menentu. Selain itu, beberapa pelabuhan di desa terpencil masih sangat sederhana, sehingga proses bongkar muat memerlukan ketelitian ekstra," jelasnya.

Untuk mengatasi tantangan ini, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, tokoh masyarakat, dan kelompok sukarela. "Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bantuan dapat disampaikan dengan aman dan tepat sasaran," tambahnya.

Target Penyampaian Bantuan

Target penyampaian bantuan MBG di Maluku Utara selesai pada aktober 2023. "Semua paket akan disampaikan kepada penerima sebelum akhir bulan Oktober. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi ekonomi saat ini," ujar Fajar.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak ekonomi akibat pandemi COVID-19 dan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Kami terus berupaya memperluas jangkauan bantuan ke seluruh pelosok Indonesia. Untuk tahun ini, target kami adalah mencapai 5 juta keluarga penerima bantuan melalui berbagai program," pungkas Fajar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter