01, 2026
Ekonomi

Tambahan TKD Gerakkan Pemulihan Padangsidimpuan, Sasar Irigasi hingga Jalan

Pemerintah Kota Padangsidimpuan mempercepat pemulihan pascabencana dengan tambahan anggaran Rp 111 miliar, fokus pada irigasi, jalan, dan pelayanan publik.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tambahan TKD Gerakkan Pemulihan Padangsidimpuan, Sasar Irigasi hingga Jalan

Tambahan Anggaran TKD Gerakkan Pemulihan Ekonomi Padangsidimpuan

Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengalokasikan tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Tambahan Dana Desa (TKD) guna mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi. Anggaran ini akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur irigasi dan perbaikan jalan desa sebagai pilar utama gerakan pemulihan ekonomi masyarakat.

Target Peningkatan Infrastruktur Strategis

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Padangsidimpuan, Hendra Gunawan, mengatakan bahwa alokasi tambahan TKD ini akan digunakan untuk memperbaiki 15 unit irigasi di 15 desa berbeda. "Irigasi yang memadai adalah krusial bagi sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Padangsidimpuan. Dengan perbaikan irigasi, diharapkan produksi pertanian dapat meningkat dan kesejahteraan petani akan terjamin," ujar Hendra dalam keterangannya.

Selain irigasi, tambahan anggaran juga akan digunakan untuk perbaikan jalan desa sepanjang total 25 kilometer. Jalan-jalan yang menjadi akses utama masyarakat ke pasar, sekolah, dan fasilitas umum lainnya akan menjadi prioritas. "Kondisi jalan yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar," tambahnya.

Mekanisme Pembagian dan Pelaksanaan

Berdasarkan rencana, pembagian tambahan TKD akan dilakukan secara proporsional berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah setiap desa. Kepala Desa (Kades) diminta menyusun proposal kebutuhan infrastruktur yang mendesak di wilayahnya guna mengajukan proposal penggunaan dana.

Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, setiap proposal yang masuk akan melalui verifikasi oleh tim teknis dari DPUPR dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). "Tim akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kebutuhan yang diajukan memang mendesak dan sesuai dengan standar teknis yang berlaku," jelas Kepala Bappeda Padangsidimpuan, Rizki Firmansyah.

Dampak yang Diharapkan

Dengan realisasi proyek ini, diharapkan sektor pertanian di Padangsidimpuan dapat tumbuh pesat. Irigasi yang diperbaiki akan memastikan pasokan air yang cukup untuk lahan pertahan, terutama saat musim kemarau. "Ketersediaan air yang stabil akan meningkatkan produktivitas tanaman dan mengurangi risiko gagal panen," ujar Kepala Dinas Pertanian, Nurhayati.

Sementara itu, perbaikan jalan desa diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar desa dengan pusat kota. Hal ini akan memudahkan mobilitas masyarakat dalam mengakses pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, serta meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Tantangan dan Solusi

Meski demikian, pelaksanaan program ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah koordinasi antar pemerintah desa dengan dinas teknis terkait. "Kami akan intensifikasi koordinasi dan pelatihan kepada Kades mengenai pengelolaan anggaran dan pelaksanaan konstruksi agar hasilnya maksimal," kata Wali Kota Padangsidimpuan, H. Mawardy.

Tantangan lain adalah memastikan kualitas pelaksanaan konstruksi. Untuk itu, pemerintah kota akan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala. "Tim inspektorat akan melakukan monitoring rutin untuk memastikan setiap rupiah anggaran tepat sasaran dan berkualitas," tambahnya.

Reaksi Positif dari Masyarakat

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM) Desa Sialang Jae, Ahmad Yani, menyambut baik rencana ini. "Perbaikan irigasi dan jalan sangat kami butuhkan. Karena jalan yang rusak, sering kali hasil pert kami sulit diangkut ke pasar," ujarnya.

Seorang petani dari Desa Aek Batu, Hasanuddin, berharap proyek ini dapat terealisasi sesuai rencana. "Dengan irigasi yang diperbaiki, kami bisa menanam padi dua kali setahun. Itu akan meningkatkan pendapatan kami secara signifikan," harapnya.

Dengan realisasi tambahan TKD ini, pemerintah kota berharap dapat mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan di Padangsidimpuan. Infrastruktur yang diperbaiki diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter