30, 2026
Nasional

Telepon Scam Meningkat di Indonesia, Kamu Kena Juga?

Data dari Kaspersky Who Calls melihat peningkatan scam call di RI menjadi 10,24% dari seluruh panggilan pada Juni 2026, naik 2,55% dibandingkan bulan Januari.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Telepon Scam Meningkat di Indonesia, Kamu Kena Juga?

Lonjakan Penipuan Telepon di Indonesia, Warga Diminta Waspada

Frekuensi penipuan melalui telepon atau yang lebih dikenal sebagai telepon scam mengalami peningkatan signifikan di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat adanya peningkatan laporan warga terkait berbagai modus penipuan yang dilakukan melalui komunikasi telepon. Fenomena ini semakin memprihatinkan dengan berbagai modus yang semakin canggih dan sulit terdeteksi.

Modus Penipuan yang Beragam

Penipuan telepon di Indonesia bermacam-macam bentuknya, mulai dari yang klasik hingga yang menggunakan teknologi canggih. Salah satu modus yang sering terjadi adalah penipuan dengan menyebut diri sebagai pegawai instansi pemerintah seperti kepolisian atau jaksa. Pelaku biasanya mengaku bahwa korban terlibat dalam kasus hukum dan meminta transfer uang untuk menghindari penangkapan atau proses hukum lebih lanjut.

Modus lain yang marak adalah penipuan dengan menyebut diri sebagai perusahaan ternama atau lembaga keuangan. Pelaku mengaku sebagai customer service dan memberitahu korban bahwa ada transaksi mencurigakan di rekening korban. Mereka kemudian meminta konfirmasi data pribadi dan informasi kartu kredit dengan alasan untuk "melindungi" korban dari penipuan lebih lanjut.

Salah satu modus terbaru yang menjadi perhatian adalah penipuan melalui panggilan video call. Pelaku menggunakan rekaman video orang lain untuk menipu korban dengan berbagai alasan, termasuk meminta bantuan finansial darurat atau memberitahu bahwa korban telah memenangkan hadiah besar namun perlu membayar biaya administrasi terlebih dahulu.

Dampak Psikologis dan Finansial bagi Korban

Dampak dari penipuan telefonik ini tidak hanya bersifat finansial namun juga psikologis. Banyak korban yang mengalami stres berat setelah menjadi sasaran penipuan. Beberapa korban bahkan mengalami depresi dan kecemasan yang berkepanjangan, terutama jika kerugian finansial yang dialami signifikan.

Data dari Asosiasi Penyelamat Penipuan Indonesia mencatat bahwa rata-rata kerugian finansial akibat telepon scam berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta per korban. Beberapa kasus bahkan melaporkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Angka ini menunjukkan betapa signifikannya dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kejahatan siber ini.

Komisioner Kominfo bidang Perlindungan Data Pribadi, Asep Yayha, mengatakan bahwa penipuan telepon seringkali memanfaatkan data pribadi warga yang telah bocor. "Kami terus berupaya untuk memperketat pengamanan data dan memburu sumber kebocoran data di berbagai instansi," ujarnya.

Upaya Pemerintah dan Tindakan Pencegahan

Pemerintah melalui Kominfo telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk kepolisian, lembaga keuangan, dan operator telekomunikasi untuk mengatasi masalah ini. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah dengan memblokir ribuan nomor telepon yang diduga digunakan oleh pelaku penipuan.

Operasi gabungan juga telah dilakukan oleh kepolisian untuk menangkap sindikat penipuan telepon. "Kami telah menangkap puluhan tersangka dalam operasi terakhir ini dan penyelidungan masih terus berlangsung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf.

Bagi masyarakat, Kominfo memberikan sejumlah tips untuk menghindari menjadi korban penipuan telepon. Pertama, selalu waspada terhadap panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Kedua, jangan pernah memberikan informasi pribadi atau keuangan melalui telepon. Ketiga, jika merasa ragu, segera menghubungi pihak berwenang atau lembaga yang disebutkan dalam panggilan tersebut melalui nomor resmi yang sudah diketahui.

Seorang psikolog klinis, Dr. Siti Aminah, menambahkan bahwa masyarakat perlu mengingat bahwa institusi resmi seperti kepolisian atau jaksa akan selalu melakukan komunikasi resmi dan tidak akan meminta uang melalui telepon. "Kesadaran dan edukasi masyarakat adalah kunci utama dalam pencegahan penipuan," tuturnya.

Dengan maraknya penipuan telepon ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu berhati-hati dalam setiap komunikasi telepon. Kerjasama antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat diperlukan untuk memutus mata rantai penipuan yang semakin meresahkan ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter