Telkom Akselerasi Perampingan 50 Anak Usaha, Fokus ke Bisnis Inti
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom mengumumkan akselerasi perampingan portofolio anak usaha hingga 50 persen dalam tiga tahun ke depan. Langkah strategis ini dilakukan untuk fokus mengembangkan bisnis inti dan meningkatkan efisiensi operasional. Program perampingan ini sejalan dengan transformasi perusahaan menuju Telkom 3.0.
Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2023, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menjelaskan bahwa perusahaan akan mengconsolidasi bisnis-bisnis yang tidak lagi menjadi prioritas strategis. "Kita akan mempercepat program perampingan anak usaha hingga 50 persen dalam tiga tahun ke depan. Tujuannya adalah untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal pada bisnis inti yang memiliki pertumbuhan dan potensi keuntungan tinggi," ujarnya.
Program perampingan ini merupakan bagian dari strategi Telkom dalam menghadapi era digital yang semakin kompetitif. Dengan mengurangi jumlah anak usaha, Telkom berharap dapat meningkatkan efisiensi dan memfokuskan ekosistem pada bisnis-bisnis yang memiliki sinergi yang kuat.
Strategi Perampingan yang Komprehensif
Perampingan anak usaha akan dilakukan melalui berbagai mekanisme, termasuk merger, akuisisi, penjualan, serta likuidasi perusahaan yang tidak lagi strategis. Telkom telah membentuk tim khusus yang akan mengevaluasi setiap anak usaha berdasarkan kriteria pertumbuhan, sinergi dengan bisnis inti, dan potensi keuntungan.
"Kita tidak akan membuang begitu saja anak usaha yang diputuskan untuk dilepas. Telkom akan memastikan bahwa proses perpindahan kepemilikan ini berjalan dengan mulus dan tetap mempertahankan nilai bagi semua pihak," jelas Ririek.
Beberapa anak usaha Telkom yang telah mengalami perampingan antara lain adalah Telkom Sigma, yang kemudian digabung dengan anak usaha lain untuk membentuk Telom Digital Solutions. Selain itu, Telkom juga telah melepas sahamnya di beberapa perusahaan non-inti untuk mengalokasikan modal pada bisnis yang lebih strategis.
Fokus pada Bisnis Inti dan Ekosistem Digital
Dengan perampingan ini, Telkom semakin fokus mengembangkan empat pilar bisnis inti yaitu Infrastruktur & Digital Platform (IDP), Digital Services (DS), Digital Telko (DT), dan Digital Talent (DiTa). Keempat pilar ini dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan sejalan dengan visi Telkom 3.0.
"Transformasi Telkom 3.0 mengarah pada visi 'Digital Telco Platform'. Dengan konsolidasi bisnis, kita dapat memperkuat posisi sebagai penyedia layanan digital terdepan di Indonesia," tambah Ririek.
Pada sektor IDP, Telkom terus memperkuat infrastruktur digital melalui pembangunan jaringan fiber optik dan data center. Sementara itu pada sektor DS, Telkom mengembangkan layanan digital seperti Metaverse, Cloud, dan Cyber Security. Di sektor DT, Telkom memberikan solusi digital untuk sektor telekomunikasi tradisional, dan pada sektor DiTa, Telkom mengembangkan talenta digital Indonesia.
Dampak pada Kinerja Perusahaan
Langkah perampingan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dengan mengurangi biaya operasional dan memfokuskan sumber daya pada bisnis inti, Telkom berharap dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.
"Kami melihat bahwa konsolidasi bisnis ini akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Dengan struktur yang lebih ramping, kita dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat dan efektif," kata Direktur Keuangan Telkom Alexander L. Rusli.
Data finansial Telkom pada kuartal I-2023 menunjikan pertumbuhan positif di sektor bisnis inti. Pendapatan dari layanan digital tumbuh 15,7% year-on-year (yoy), sementara layanan enterprise tumbuh 12,3% yoy. Hal ini menunjukkan bahwa fokus pada bisnis inti mulai memberikan hasil.
Tangg Pasar dan Prospek Masa Depan
Langkah strategis Telkom ini mendapatkan respons positif dari pasar. Saham Telkom di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami peningkatan sejak pengumuman program perampingan, mencerminkan keyakinan investor terhadap arah strategis perusahaan.
Analis dari perusahaan sekuritas menyatakan bahwa langkah ini merupakan langkah yang tepat bagi Telkom dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri digital. "Dengan fokus pada bisnis inti, Telkom dapat memaksimalkan potensi pertumbuhan dan meningkatkan daya saing di pasar digital yang semakin kompetitif," kata seorang analis yang meminta tidak disebutkan namanya.
Menurut rencana, proses perampingan akan berjalan bertahap selama tiga tahun ke depan. Telkom akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi untuk memastikan konsolidasi bisnis berjalan sesuai target. Puncak program perampingan ini diharapkan dapat mencapai target 50 pengurangan anak usaha dalam tiga tahun ke depan.
Dengan langkah strategis ini, Telkom semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi dan digital terdepan di Indonesia, siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang terus berkembang.
Komentar (0)