Telkom University Ungkap Kondisi Terkini Mahasiswa Korban Perundungan di Asrama
Bandung - Telkom University menggelar konferensi pers secara virtual untuk memberikan update mengenai kondisi terkini mahasiswa yang menjadi korban perundungan di asrama kampus. Rektor Telkom University, Prof. Dr. Adi Nurhadi, M.T., mengungkapkan bahwa pihak kampus telah memberikan dukungan penuh bagi korban dan melakukan berbagai upaya penanganan yang komprehensif.
Dalam konferensi pers yang disiarkan pada Rabu (11/10), Prof. Adi menjelaskan bahwa korban, seorang mahasiswa semester dua, saat ini dalam kondisi stabil baik secara fisik maupun psikis. "Mahasiswa korban sudah kami bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan dan konseling psikologis. Tim kesehatan kampus terus memonitor kondisinya," jelas Prof. Adi.
Perundungan terjadi pada Sabtu (7/10) lalu di salah satu asrama kampus. Menurut informasi yang dihimpun, korban diserang oleh beberapa mahasiswa lainnya yang berada di satu asrama dengan korban. Insiden tersebut dilaporkan terjadi karena perselisihan pribadi antara korban dengan beberapa mahasiswa lainnya.
"Kami sudah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan penyelidikan internal. Tim khusus yang terdiri dari pihak keamanan, asisten dekan, dan dosen pembimbing telah dibentuk untuk menangani kasus ini secara profesional," tambah Prof. Adi.
Tindakan yang Dilakukan Pihak Kampus
Telkom University telah mengambil beberapa langkah konkret dalam menangani kasus perundungan ini. Pertama, pihak kampus segera memisahkan korban dari para pelaku untuk mencegah terulangnya insiden. Kedua, seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut telah dimintai keterangan secara terpisah.
"Kami tidak akan mentoleransi adanya perilaku perundungan dalam bentuk apa pun di lingkungan kampus. Telkom University berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan," tegas Prof. Adi.
Pihak kampus juga telah menyediakan dukungan psikologis bagi korban maupun para pelaku. "Kami memahami bahwa di balik tindakan perundungan ini mungkin ada masalah yang lebih kompleks, sehingga perlu pendekatan holistik dari segi psikologis," jelasnya.
Komitmen Telkom University
Dalam konferensi pers tersebut, Telkom University menegaskan komitmennya untuk memberikan penyelesaian yang adil dan transparan bagi semua pihak yang terlibat. Pihak kampus berencana untuk melaksanakan sidang disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku di kampus.
"Kami akan memberikan sanksi yang sesuai bagi para pelaku jika terbukti bersalah. Namun, kami juga akan memberikan pembinaan dan rehabilitasi bagi mereka agar bisa mengubah perilakunya di masa depan," ujar Prof. Adi.
Selain itu, Telkom University akan memperkuat program pencegahan perundungan di kampus. Program ini akan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pembinaan karakter bagi seluruh mahasiswa. "Kami ingin membangun budaya saling menghormati dan toleransi di antara seluruh civitas akademika," tambahnya.
Ketua Senat Mahasiswa Telkom University, Ahmad Fauzi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil oleh pihak kampus. "Kami mengapresiasi tindakan cepat dan komprehensif dari Telkom University dalam menangani kasus ini. KAMI akan terus mendukung upaya pencegahan perundungan di kampus," kata Ahmad.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Telkom University, Dr. Ir. Eko Tjahjono, M.T., menambahkan bahwa pihaknya akan memperbaiki sistem pengawasan di asrama. "Kami akan meningkatkan keamanan dan pengawasan di asrama, serta memperbaiki sistem pelaporan jika ada mahasiswa yang mengalami masalah," jelas Dr. Eko.
Kasus perundungan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan masyarakat akan keamanan di lingkungan kampus. Telkom University berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk mewujudkan lingkungan kampus yang kondusif dan bebas dari kekerasan.
Komentar (0)