01, 2026
Teknologi

TEP ITS Kembangkan Sistem Digital untuk Data Transmigrasi di Malaka

TEP ITS mengembangkan sistem digitalisasi untuk integrasi data di Kawasan Transmigrasi Kobalima Timur.]]>

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

TEP ITS Kembangkan Sistem Digital untuk Data Transmigrasi di Malaka

TEP ITS Kembangkan Sistem Digital untuk Data Transmigrasi di Malaka

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui skema Teknologi Tepat Guna (TEP) mengembangkan sistem digitalisasi pendataan transmigrasi di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Inovasi ini dirancang untuk menggantikan proses pencatatan manual yang selama ini dinilai lambat, rawan kesalahan, dan menyulitkan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan berbasis data.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi di lapangan, di mana pendataan warga transmigran masih mengandalkan buku besar dan formulir kertas. Akibatnya, data yang tersimpan di tingkat desa maupun kecamatan sering tidak sinkron dengan catatan di tingkat kabupaten. Petugas juga membutuhkan waktu berhari-hari hanya untuk merekapitulasi jumlah kepala keluarga, komposisi anggota keluarga, hingga status kepemilikan lahan.

Latar Belakang dan Permasalahan Lapangan

Kabupaten Malaka merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan program transmigrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sejumlah kawasan permukiman transmigran telah berdiri sejak bertahun-tahun lalu, namun pembaruan data penduduk berjalan tidak seimbang dengan pertambahan jumlah warga. Banyak data yang tercatat masih merujuk pada kondisi awal penempatan, sementara di lapangan telah terjadi perpindahan, penambahan anggota keluarga, perubahan pekerjaan, hingga peralihan status lahan.

Kondisi itu diperparah oleh keterbatasan perangkat dan jaringan internet di sejumlah titik. Petugas pendata sering harus menempuh jarak jauh untuk menyerahkan berkas ke kantor kecamatan. Proses verifikasi pun menumpuk, sehingga laporan yang diterima pemerintah kabupaten sering sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini. Kesenjangan data ini berdampak langsung pada perencanaan program bantuan, layanan administrasi kependudukan, serta evaluasi keberhasilan program transmigrasi.

Solusi Digital yang Dikembangkan

Menjawab persoalan tersebut, tim TEP ITS membangun sistem informasi pendataan yang dapat digunakan pada perangkat bergerak maupun komputer. Sistem ini memungkinkan petugas mengisi formulir digital secara langsung saat berada di lokasi, melengkapi data dengan koordinat lokasi, serta mengunggah foto rumah dan lahan sebagai bukti pendukung. Data yang telah diisi akan tersimpan dalam basis data terpusat sehingga dapat diakses oleh pihak desa, kecamatan, dan kabupaten sesuai kewenangannya.

Salah satu fitur utama yang dikembangkan adalah validasi berlapis. Setiap entri data harus melewati pemeriksaan kelengkapan sebelum diteruskan ke tingkat berikutnya. Dengan mekanisme ini, kesalahan penulisan nama, nomor identitas, atau tanggal lahir dapat dicegah sejak awal. Sistem juga dilengkapi pencarian cepat, penyaringan berdasarkan wilayah, serta rekapitulasi otomatis dalam bentuk tabel dan grafik.

Untuk mengantisipasi keterbatasan sinyal, sistem dirancang mampu menyimpan data sementara di perangkat ketika tidak ada koneksi internet. Data tersebut akan tersinkronisasi ke server begitu perangkat kembali terhubung jaringan. Pendekatan ini dinilai lebih realistis untuk wilayah dengan infrastruktur telekomunikasi yang belum merata.

Pelatihan dan Pendampingan Petugas

Pengembangan perangkat lunak tidak berhenti pada tahap teknis. Tim TEP ITS turut melaksanakan pelatihan bagi petugas pendata, aparat desa, dan staf instansi terkait di Kabupaten Malaka. Pelatihan mencakup pengenalan antarmuka, tata cara pengisian formulir digital, penanganan kendala teknis sederhana, hingga pengelolaan hak akses pengguna.

Pendampingan dilakukan secara bertahap agar para pengguna terbiasa dengan alur kerja baru. Selain itu, disusun panduan penggunaan dan dokumentasi sistem agar transfer pengetahuan tetap berjalan setelah kegiatan pengabdian selesai. Pendekatan ini menjadi penting mengingat keberlanjutan sistem bergantung pada kemampuan sumber daya manusia di daerah, bukan semata pada teknologi yang diserahkan.

Manfaat bagi Pemerintah Daerah dan Warga

Dengan sistem digital ini, pemerintah Kabupaten Malaka memperoleh basis data yang lebih mutakhir dan dapat diperbarui secara berkala. Kepala daerah dan perangkat dinas terkait dapat melihat sebaran warga transmigran per kecamatan, memantau perubahan komposisi penduduk, serta menyusun anggaran berdasarkan angka yang lebih akurat. Proses pelaporan yang sebelumnya memakan waktu lama dapat dipersingkat menjadi hitungan menit.

Bagi warga transmigran, pembaruan data yang cepat berimplikasi pada kemudahan pengurusan dokumen kependudukan, pengajuan bantuan, dan penerimaan layanan publik lainnya. Data yang rapi juga mengurangi potensi sengketa terkait batas dan status lahan, karena setiap bidang dapat ditelusuri melalui riwayat pencatatan.

Tantangan dan Rencana Keberlanjutan

Meski demikian, penerapan sistem digital di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan. Tidak semua petugas memiliki tingkat literasi digital yang sama, sementara perangkat yang tersedia terbatas. Fluktuasi pasokan listrik dan kualitas jaringan juga menjadi kendala yang perlu diantisipasi. Karena itu, tim terus melakukan penyesuaian agar sistem tetap ringan dijalankan pada perangkat berspesifikasi rendah.

Ke depan, sistem ini diharapkan dapat diintegrasikan dengan basis data kependudukan tingkat kabupaten maupun provinsi. Integrasi tersebut akan memungkinkan pertukaran data antarinstitusi tanpa perlu entri ulang, sekaligus mengurangi duplikasi informasi. Pemerintah Kabupaten Malaka menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pengelolaan sistem secara mandiri, termasuk menunjuk penanggung jawab teknis di setiap kecamatan.

Langkah TEP ITS ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan solusi teknologi yang menyentuh persoalan administratif sehari-hari. Digitalisasi pendataan transmigrasi bukan sekadar penggantian alat, melainkan upaya membangun tata kelola data yang lebih tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan bagi masyarakat di daerah tujuan transmigrasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter