19, 2026
Politik

Terharu Maskina Jualan Berseragam Partai, Said Abdullah Bantu Modal Usaha

Maskina, pedagang di Sumenep, tetap mengenakan seragam PDI Perjuangan saat berjualan.]]>

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Terharu Maskina Jualan Berseragam Partai, Said Abdullah Bantu Modal Usaha

Pedagang kecil bernama Maskina tidak menyangka momen biasa berjualan di keramaian warga berubah menjadi pengalaman yang membekas. Saat itu ia tetap mengenakan seragam partai ketika menjajakan dagangannya. Pemandangan tersebut menarik perhatian Said Abdullah, yang kemudian menghampiri dan berbincang dengan perempuan tersebut. Rasa haru menyelimuti Maskina ketika menuturkan lika-liku usahanya, mulai dari modal yang terbatas hingga pendapatan yang naik-turun setiap hari.

Percakapan singkat itu berlangsung hangat. Said Abdullah mendengarkan langsung keluhan pedagang, bukan lewat laporan tertulis. Dalam suasana seperti itu, keluhan soal harga bahan pokok, sepinya pembeli, sampai kesulitan menambah stok barang menjadi bahan pembicaraan yang konkret. Bagi Maskina, kesempatan itu menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan yang selama ini hanya ia pendam sendiri.

Seragam Partai dan Semangat Berdagang

Maskina mengaku memakai seragam partai bukan untuk mencari perhatian, melainkan karena ia memang terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungannya. Seragam itu ia kenakan saat menghadiri acara warga, dan karena waktu berjualan bersamaan dengan kegiatan tersebut, ia pun langsung berjualan tanpa sempat berganti pakaian. Justru dari situ perhatian Said Abdullah tertuju kepadanya.

Menurut penuturan Maskina, dagangannya selama ini menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia mengaku tidak memiliki pekerjaan sampingan lain. Setiap pagi ia menyiapkan barang dagangan, lalu berkeliling atau menetap di lokasi yang ramai pembeli. Penghasilan yang tidak menentu membuatnya sulit menyisihkan uang untuk menambah modal.

"Kalau dagangan laku, alhamdulillah. Kalau sepi, ya harus tetap jalan," ujar Maskina menggambarkan rutinitasnya.

Bantuan Modal Usaha Diserahkan Langsung

Mendengar penuturan itu, Said Abdullah menyatakan kesediaannya membantu permodalan usaha Maskina. Bantuan diserahkan langsung sebagai bentuk dukungan agar kegiatan dagangnya bisa berjalan lebih stabil. Politikus senior itu menilai pedagang kecil seperti Maskina adalah bagian penting dari denyut ekonomi kampung yang sering luput dari perhatian.

Bantuan modal usaha tersebut diharapkan dipakai untuk menambah persediaan barang dagangan sehingga jumlah pembeli yang bisa dilayani ikut bertambah. Dengan begitu, perputaran uang di tingkat bawah tetap hidup dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan sesaat.

Said Abdullah menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi pedagang kecil tidak cukup diselesaikan dengan kata-kata penyemangat. Menurutnya, dukungan konkret berupa tambahan modal jauh lebih berarti, terutama bagi pedagang yang selama ini berjualan dengan modal seadanya. Ia juga mengingatkan pentingnya pencatatan sederhana dalam berdagang agar usaha kecil dapat berkembang secara bertahap.

Harapan agar Usaha Berkelanjutan

Maskina menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia berencana menggunakan tambahan modal itu untuk memperbanyak jenis barang dagangan. Selama ini, kata dia, pembeli kerap menanyakan barang yang belum tersedia sehingga sebagian peluang penjualan hilang begitu saja.

"Rencananya untuk menambah stok. Kalau barangnya lengkap, pembeli tidak perlu mencari ke tempat lain," kata Maskina.

Ia berharap usaha kecilnya bisa terus berjalan dan tidak lagi bergantung pada pendapatan harian yang serba tidak pasti. Bagi Maskina, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan uang, melainkan dorongan agar tetap bertahan menjalani pekerjaan yang telah lama ditekuninya.

Perhatian pada Ekonomi Warga Kecil

Dalam sejumlah kesempatan, Said Abdullah memang kerap menyoroti persoalan ekonomi masyarakat kecil. Ia menilai sektor usaha mikro menjadi penopang yang paling cepat merasakan dampak ketika harga kebutuhan pokok naik. Karena itu, pendampingan terhadap pedagang dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya pada momen tertentu.

Menurutnya, program bantuan bagi pelaku usaha mikro sebaiknya disertai pendampingan usaha, pelatihan pengelolaan keuangan sederhana, serta kemudahan akses pasar. Tanpa itu, tambahan modal berisiko habis untuk kebutuhan konsumsi dan tidak berlanjut menjadi usaha yang lebih mapan.

Ia juga menyoroti pentingnya data pedagang kecil yang akurat di tingkat desa dan kelurahan. Data yang rapi, kata dia, memudahkan penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan di tengah warga. Selain itu, pendataan membantu pemerintah mengetahui siapa yang benar-benar membutuhkan dukungan modal.

Bagi warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu, pertemuan antara Maskina dan Said Abdullah menjadi gambaran sederhana bagaimana persoalan ekonomi warga bisa tersampaikan secara langsung. Seorang pedagang berseragam partai, yang datang untuk berjualan, pulang membawa tambahan modal dan harapan baru untuk melanjutkan usahanya.

Maskina sendiri mengaku tidak menyimpan harapan berlebihan. Ia hanya ingin dagangannya semakin lancar, kebutuhan keluarga terpenuhi, dan usahanya bisa bertahan lebih lama. "Yang penting bisa jualan terus," ujarnya singkat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter