25, 2026
Teknologi

Terobos Palang Rel KA, Pemotor Tertabrak KRL di Pasar Minggu

Seorang pemotor terluka berat setelah tertabrak KRL di dekat Stasiun Pasar Minggu. KAI Commuter ingatkan pengguna jalan untuk patuhi aturan keselamatan.]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Terobos Palang Rel KA, Pemotor Tertabrak KRL di Pasar Minggu

Terobos Palang Rel KA, Pemotor Tertabrak KRL di Pasar Minggu

Seorang pemotor tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) di lintas rel kereta api di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (12/6) pagi. Korban yang diketahui bernama Ahmad (32) warga Ciputat, Tangerang Selatan, diduga nekat terobos palang perlintasan sebidang yang sedang diturunkan saat KRL melintas.

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di perlintasan kereta api yang terletak dekat Stasiun Pasar Minggu. Menurut keterangan saksi mata, korban nekat melintasi rel meskipun palang perlintasan sudah diturunkan sebelum KRL dari arah Bogor akan melewati lokasi tersebut.

"Korban terlihat terburu-buru melintasi rel meskipun palang sudah diturunkan. Sesaat setelah melewati separuh badan, KRL datang dengan kecepatan tinggi dan mengenai korban," ujar salah seorang saksi mata, Budi (45), warga setempat.

Tim medis dari Puskesmas Pasar Minggu yang tiba di lokakat sekitar pukul 08.00 WIB mengkonfirmasi korban telah tewas di tempat. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk diserahkan kepada keluarga.

Kepala Polsek Pasar Minggu Kompol Rudi Hartono mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti termasuk sepeda motor korban yang rusak parah akiben ditabrak KRL.

Menurut data dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, sepanjang tahun 2022 tercatat 265 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 43 di antaranya berakibat fatal bagi korban.

Kelalaian Korban dan Sistem Keamanan yang Tidak Optimal

Insiden di Pasar Minggu ini menunjukkan kelalaian korban yang nekat terobos palang perlintaan meskipun sudah ada sinyal peringatan. Palang perlintasan di lokasi tersebut dilengkapi dengan palang otomatis yang akan turun saat kereta akan melintas, dilengkapi lampu merah berkedip dan suara alarm.

"Sistem keamanan di perlintasan tersebut sebenarnya sudah memadai. Namun, seringkali pengguna jalan masih mengabaikan peringatan tersebut. Kondisi ini diperparah dengan minimnya sosialisasi bahaya melintasi rel kereta api," jelas Kepala Seksi Perkeretaapian Wilayah I Jakarta, Budi Santoso.

Beberapa warga setempat mengaku sering menemukan pengendara nekat terobos palang perlintasan terutama saat keadaan macet. Mereka meminta pihak berwenang memberikan sanksi yang lebih tegas bagi pelanggar.

"Memang sering terjadi macet di perlintasan itu, tapi tidak boleh alasan untuk nekat terobos palang. Sudah banyak korban jiwa akibat kebiasaan itu," tambah warga lain, Ida (52).

Langkah Pencegahan yang Perlu Ditingkatkan

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya perlintasan sebidang. Kementerian Perhubungan bersama PT KAI berencana melakukan evaluasi ulang sistem keamanan di seluruh perlintasan sebidang yang berada di jalur kereta api lintas Jakarta.

Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan sosialisasi masif bahaya melintasi rel kereta api, terutama kepada pengendara sepeda motor dan pejalan kaki. Sosialisasi akan dilakukan melalui media sosial, papan peringatan di lokasi, serta kerjasama dengan pemerintah daerah setempat.

Kepala Bidang Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Eko Budiharyono, menambahkan pihaknya sedang mempertimbangkan program pengurangan perlintasan sebidang dengan menggantinya dengan jembatan atau underpass di beberapa titik rawan kecelakaan.

Sementara itu, keluarga korban yang masih berduka tak menyangka insiden ini menimpa Ahmad. Menurut istri korban, Siti (30), suaminya biasanya berhati-hati saat melintasi perlintasan.

Insiden di Pasar Minggu ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan di perlintasan kereta guna menghindari korban jiwa di kemudian hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter