30, 2026
Olahraga

Timnas Indonesia Main Imbang dengan Malaysia di FIFA ASEAN Cup, Pengamat: Jangan Salahkan Pemain, John Herdman yang Harus Introspeksi

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Timnas Indonesia harus puas berbagi poin dengan Malaysia setelah laga kedua Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir imbang 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa malam. Hasil ini membuat skuad Garuda mengoleksi dua poin dari dua pertandingan, sementara Malaysia mengumpulkan empat poin dan menempati puncak klasemen sementara grup.

Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Indonesia mendominasi penguasaan bola hingga 61 persen dan melepaskan 18 tembakan, namun hanya lima yang mengarah ke gawang. Malaysia tampil disiplin dengan blok pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat. Gol Indonesia lahir pada menit ke-34 melalui sundulan bek tengah Rizky Ridho memanfaatkan sepak pojok. Malaysia menyamakan kedudukan pada menit ke-72 lewat tendangan kaki kiri penyerang sayap Faisal Halim yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia.

Jalannya Pertandingan dan Statistik

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menurunkan formasi 4-3-3 dengan menempatkan Ramadhan Sananta sebagai ujung tombak. Di lini tengah, duet Ivar Jenner dan Nathan Tjoe-A-On dipercaya mengatur ritme permainan. Sejak awal, Indonesia berupaya menekan tinggi dan membangun serangan dari sisi sayang. Namun, rapatnya pertahanan Malaysia yang dikawal Dion Cools membuat ruang tembakan sulit tercipta.

Pada babak kedua, Herdman melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-60, memasukkan Marselino Ferdinan, Hokky Caraka, dan Shayne Pattynama. Perubahan itu sempat meningkatkan tempo serangan, tetapi penyelesaian akhir tetap menjadi masalah. Malaysia justru semakin nyaman bermain di belakang dan menghukum Indonesia lewat serangan balik yang berujung gol penyama kedudukan.

Data pertandingan menunjukkan Indonesia unggul dalam penguasaan bola, jumlah operan, dan tendangan sudut. Akan tetapi, efektivitas menjadi persoalan: dari 18 tembakan, hanya lima yang tepat sasaran. Malaysia hanya mencatat enam tembakan, tetapi tiga di antaranya mengarah ke gawang dan satu berbuah gol. Kiper Malaysia, Syihan Hazmi, tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menepis peluang emas Sananta di menit ke-81.

Kritik Pengamat: Beban Bukan pada Pemain

Pengamat sepak bola nasional, Yusuf Kurniawan, menilai hasil imbang ini bukan semata kesalahan para pemain di lapangan. Menurut dia, persoalan utama terletak pada keputusan taktik dan manajemen pertandingan yang diambil John Herdman. Ia menyoroti lambatnya respons pelatih asal Kanada itu terhadap perubahan situasi di babak kedua.

"Jangan salahkan pemain. Mereka sudah menjalankan instruksi dengan disiplin. Yang perlu introspeksi adalah John Herdman. Pergantian pemain terlalu terlambat, dan struktur tim setelah unggul justru kehilangan keseimbangan," ujar Yusuf saat dihubungi awak media, Rabu.

Ia menambahkan bahwa Indonesia seharusnya mampu mematikan pertandingan ketika unggul satu gol. Namun, tim justru menarik garis pertahanan terlalu dalam, memberi ruang bagi Malaysia untuk berkembang. "Ini pola yang berulang. Kita sering kehilangan poin di menit-menit akhir karena tidak ada kontrol permainan," katanya.

Hal senada disampaikan analis taktik, Rendy Pratama. Ia menilai Herdman belum menemukan formula tepat untuk memaksimalkan potensi lini serang. "Indonesia punya banyak penyerang berkualitas, tetapi suplai bola dari lini kedua tidak konsisten. Transisi bertahan menyerang juga masih lambat," jelas Rendy.

Reaksi Herdman dan Pemain

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Herdman mengakui timnya kehilangan momentum di babak kedua. Ia menyebut para pemain sudah bekerja keras, tetapi keputusan akhir di sepertiga lapangan masih perlu diperbaiki. "Kami menciptakan peluang, tetapi tidak cukup klinis. Ini pelajaran penting. Kami akan evaluasi," ujar Herdman.

Kapten tim, Rizky Ridho, menyatakan kekecewaan atas hasil ini. Menurutnya, tim seharusnya meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri. "Kami sudah berusaha maksimal. Tapi sepak bola memang begitu. Kami harus bangkit di laga berikutnya," kata Ridho.

Sementara itu, pelatih Malaysia, Kim Pan-gon, menyebut hasil ini sebagai modal berharga. Ia memuji disiplin pemainnya yang mampu menahan tekanan sepanjang pertandingan. "Kami tahu Indonesia akan menyerang. Kami bertahan dengan sabar dan memanfaatkan peluang," ujarnya.

Dampak pada Peluang Indonesia

Hasil imbang ini membuat posisi Indonesia di Grup B belum aman. Dengan dua poin dari dua laga, Indonesia wajib meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya melawan Vietnam jika ingin menjaga peluang lolos ke semifinal. Malaysia sementara memimpin grup dengan empat poin, disusul Vietnam yang mengoleksi tiga poin dari satu pertandingan.

Berbagai kalangan mendesak evaluasi menyeluruh, mulai dari strategi, pemilihan pemain, hingga kesiapan mental tim. Publik berharap Herdman segera melakukan perbaikan sebelum laga krusial berikutnya. Tekanan kini berada di pundak pelatih dan staf kepelatihan untuk membuktikan kemampuan mereka membawa Garuda melangkah lebih jauh di turnamen ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter