30, 2026
Nasional

TNI Tunggu Identifikasi Basarnas Terkait Penemuan Pelampung dalam Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/10/6aa2de6150906-danlanal-banten-letkol-laut-p-wawan-subagyo-mardani-kanan_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

TNI Tunggu Identifikasi Basarnas Terkait Penemuan Pelampung dalam Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih menunggu hasil identifikasi dari Basarnas terkait penemuan sebuah pelampung yang diduga terkait dengan hilangnya lima jurnalis di Selat Sunda. Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, Komandan Lanal Banten, mengatakan bahwa tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Basarnas terus melakukan pencarian intensif untuk menemukan kelima jurnalis yang hilang sejak Sabtu (9/9/2023).

"Kita masih dalam tahap pencarian yang intensif. Tim SAR gabungan terus berpatroli di area pencarian yang telah ditentukan. Saat ini kita masih menunggu hasil identifikasi dari Basarnas mengenai pelampung yang ditemukan," ujar Wawan saat dihubungi, Minggu (10/9/2023).

Kondisi Terkini Pencarian

Operasi pencarian yang digelar sejak Sabtu (9/9/2023) tersebut melibatkan sejumlah kapal patroli TNI AL, Polri, dan tim SAR Basarnas. Area pencarian mencakup perairan Selat Suda, khususnya di sekitar wilayah perairan Banten dan Lampung yang dilalui KM Sinabung.

KM Sinabung yang membawa lima jurnalis dilaporkan tenggelam di perairan Selat Sunda pada Sabtu (9/9/2023). Kelima jurnalis yang dikabarkan berada di kapal tersebut adalah Heri dari RRI, Riski dari TVRI, dan tiga jurnalis dari Antara yakni Eko, Dwi, dan Budi.

Sejauh ini, tim SAR telah menemukan beberapa puing-puing kapal dan satu unit pelampung yang diduga berasal dari KM Sinabung. Namun, hingga kini belum ada informasi mengenai keberadaan korban yang selamat.

Upaya Pencarian yang Dilakukan

Menurut Wawan, tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian mulai dari pengamatan visual, penggunaan alat deteksi hingga penyelaman di area dugaan tenggelamnya KM Sinabung.

Wawan menambahkan bahwa cuaca di Selat Sunda saat ini relatif baik sehingga tidak menghambat operasi pencarian. Namun, arus yang cukup deras di perairan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.

Kelima Jurnalis yang Dilaporkan Hilang

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang dalam insiden KM Sinabung tenggelam adalah Heri (RRI), Riski (TVRI), Eko (Antara), Dwi (Antara), dan Budi (Antara). Mereka sedang dalam perjalanan untuk meliput kegiatan di wilayah Banten.

Pihak redaksi media tempat bekerja kelima jurnalis juga telah menggelar doa bersama dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mendapatkan informasi terkait keberadaan korban.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah memberikan prioritas utama untuk menemukan kelima jurnalis yang hilang. Ia juga meminta agar seluruh pihak terkait bekerja sama dalam operasi pencarian.

Dirut Perusahaan Umum (Perum) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II juga telah memerintahkan seluruh unit pelabuhan untuk membantu operasi pencarian. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan logistik bagi tim SAR yang terlibat.

Sementara itu, pihak berwenang masih menyelidiki dugaan penyebab tenggelamnya KM Sinabung. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kondisi cuaca yang buruk dan ombak yang tinggi menjadi kemungkinan penyebab kecelakaan.

KM Sinabung merupakan kapal feri yang melayani rute Merak-Bakauheni. Kapal ini memiliki kapasitas untuk membawa 50 penumpang dan 10 kendaraan roda empat.

Basarnas telah menetapkan status masa darurat pencarian bagi KM Sinabung yang tenggelam di Selat Sunda. Status ini diberikan untuk mempercepat dan memaksimalkan upaya pencarian korban.

Operasi pencarian ini terus berlanjut hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan berjanji akan terus berusaha keras untuk menemukan kelima jurnalis yang hilang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter