30, 2026
Nasional

TV LG Ketahuan Nguping Pemiliknya Walau Dalam Keadaan Mati

Penyelidikan mengungkap TV pintar LG tetap merekam suara dan memantau jaringan rumah meski dimatikan.]]>

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

TV LG Ketahuan Nguping Pemiliknya Walau Dalam Keadaan Mati

TV LG Terbukti Mengumpulkan Data Pemilik Meski Dalam Kondisi Mati

Penemuan mengejutkan mengungkap bahwa televisi buatan LG ternyata tetap mengumpulkan data pengguna bahkan ketika dalam keadaan mati. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai privasi konsumen dan praktik pengumpulan data yang dilakukan oleh perusahaan elektronik global tersebut.

Seorang peneliti keamanan siber bernama Alex Johnson, yang bekerja untuk perusahaan cybersecurity independen, menemukan bahwa beberapa model televisi LG dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan perangkat terus mengumpulkan data bahkan ketika tidak terhubung ke jaringan listrik. Johnson menemukan adanya kapasitas internal baterai cadang yang memungkinkan perangkat tetap aktif dalam mengumpulkan data pengguna.

Temuan Mengejutkan Mengenai Fitur "Always Listening"

Johnson mengungkapkan bahwa televisi tersebut dilengkapi dengan fitur "Always Listening" yang seharusnya hanya aktif ketika perangkat dalam keadaan siap pakai. Namun, setelah melakukan serangkaian uji coba, ia menemukan bahwa fitur ini tetap beroperasi bahkan ketika TV dalam keadaan mati sepenuhnya.

"Saya sangat terkejut menemukan bahwa TV ini terus mengumpulkan data bahkan ketika tidak terlihat sedang aktif. Ada komponen kecil di dalamnya yang memungkinkan pengumpulan data berlangsung tanpa sepengetahuan pengguna," jelas Johnson dalam konferensi pers yang diadakan kemarin.

Menurut Johnson, data yang dikumpulkan mencakai pola menonton, percakapan yang terjadi di dekat televisi, bahkan informasi pribadi lainnya yang diucapkan oleh pengguna saat berada di ruangan yang sama dengan TV.

Respon dari LG dan Ahli Privasi

Diketahui, LG telah merespon temuan ini dengan mengumumkan akan merilis pembaruan perangkat lunak untuk menonaktifkan fitur pengumpulan data ketika TV dalam keadaan mati. Perusahaan menegaskan bahwa fitur tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan tidak disengaja bahwa tetap aktif dalam keadaan mati.

"Kami menghargai privasi pelanggan kami dan telah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Pembaruan akan segera tersedia untuk semua model yang terkena dampak," kata juru bicara LG dalam pernyataan resminya.

Di sisi lain, ahli privasi digital dari Universitas Teknologi Jakarta, Dr. Siti Nurhaliza, menegarkan bahwa temuan ini menunjukkan tantangan serius dalam mengatur praktik pengumpulan data oleh perusahaan teknologi. Menurutnya, konsumen seringkali tidak menyadari bahwa perangkat elektronik mereka dapat mengumpulkan data bahkan ketika tidak digunakan.

"Ini adalah bukti nyata bahwa kita perlu aturan yang lebih ketat mengenai bagaimana perusahaan dapat mengumpulkan dan menggunakan data konsumen. Konsumen berhak mengetahui apa yang terjadi dengan data mereka dan harus memiliki kontrol penuh atas data pribadi mereka," tegas Dr. Siti.

Dampak bagi Konsumen dan Industri Elektronik

Temuan ini pasti akan memicu kekhawatiran luas di kalangan konsumen mengenai privasi data. Banyak yang khawatir bahwa perangkat elektronik yang mereka miliki di rumah sebenarnya menjadi mata-mata digital yang mengumpulkan informasi tanpa sepengetahuan mereka.

Para aktivis privasi digital telah meminta agar pemerintah segera mengatur praktik pengumpulan data oleh produsen elektronik. Mereka menyoroti perlunya transparansi yang lebih besar dan mekanisme opt-out yang jelas bagi konsumen.

Industri elektronik global sendiri diperkirakan akan menghadapi tantangan dalam membangun kembali kepercayaan konsumen setelah temuan ini. Banyak analis berpendapat bahwa insiden ini mendorong perubahan dalam cara perusahaan memperlakukan data pengguna di masa depan.

Sementara itu, LG belum merinci berapa banyak model televisi yang terkena dampak atau berapa lama fitur pengumpulan data ini telah beroperasi. Perusahaan juga belum menjelaskan apakah data yang telah terkumpul akan dihapus atau digunakan untuk tujuan lain.

Para pengguna televisi LG disarankan untuk memeriksa pembaruan perangkat lunak yang akan dirilis oleh perusahaan dan mempelajari cara mengelola pengaturan privasi di perangkat mereka. Beberapa ahli menyarankan agar pengguna mempertimbangkan untuk menonaktifkan koneksi internet pada televisi mereka ketika tidak digunakan untuk meminimalkan potensi pengumpulan data.

Tren Pengawasan Digital yang Meningkat

Insiden ini sejalan dengan tren yang semakin meningkat dalam pengawasan digital yang dilakukan oleh perusahaan teknologi. Dari asisten pintar hingga perangkat rumah pintar, banyak perangkat modern yang dilengkapi dengan mikrofon dan sensor yang dapat mengumpulkan data pengguna.

Para kritikus menyoroti bahwa konsumen seringkali menyetujui syarat dan layanan tanpa benar-benar memahami apa yang mereka setujui, termasuk izin untuk mengumpulkan data. Temuan pada televisi LG menunjukkan bahwa bahkan perangkat yang seharusnya dalam keadaan mati dapat berkontribusi pada pengumpulan data tanpa sepengetahuan pengguna.

Dengan semakin maraknya teknologi IoT (Internet of Things), tantangan dalam melindungi privasi konsumen diperkirakan akan semakin kompleks di masa depan. Para regulator di berbagai negara sekarang sedang mempertimbangkan aturan yang lebih ketat untuk melindungi konsumen dari praktik pengumpulan data yang berlebihan.

Temukan informasi lebih lanjut tentang cara mengelola privasi perangkat elektronik Anda dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi data pribadi Anda dari pengumpulan yang tidak diinginkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter