08, 2026
Teknologi

Video: DAI Sebut Evolusi Produk Asuransi Wajib Relevan Dengan Nasabah

Risiko Semakin Kompleks, Evolusi Produk Asuransi Wajib Relevan Dengan kebutuhan Masyarakat RI]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Video: DAI Sebut Evolusi Produk Asuransi Wajib Relevan Dengan Nasabah

DAI: Evolusi Produk Asuransi Wajib Harus Menjawas Kebutuhan Nasabah

Asosiasi Asuransi Indonesia (DAI) menekankan pentingnya evolusi produk asuransi wajib untuk tetap relevan dengan kebutuhan dan ekspektasi nasabah di era digital. Menurut DAI, sektor asuransi wajib perlu beradaptasi dengan cepat mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan pola perilaku konsumen agar dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat.

Dalam sebuah acara webinar bertema "Transformasi Asuransi Wajib di Era Digital" yang diselenggarakan pada akhir pekan lalu, Ketua Umum DAI, Hendrisman Rahim, menjelaskan bahwa evolusi produk asuransi wajib bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. "Kita tidak bisa lagi berpikir bahwa produk asuransi wajib yang sudah ada cukup. Pasar berubah, nasabah berubah, dan teknologi berubah. Kita harus berubah bersama mereka," ujar Hendrisman.

Peran Teknologi dalam Transformasi Asuransi

Teknologi menjadi pilar utama dalam transformasi produk asuransi wajib. DAI melihat bahwa implementasi insurtech atau teknologi asuransi dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas produk asuransi bagi nasabah. "Dengan menggunakan teknologi digital, proses klaim dapat menjadi lebih cepat dan mudah. Nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor untuk mengurus klaim semuanya bisa dilakukan secara online," tambah Hendrisman.

Salah satu contoh evolusi yang sedang berlangsung adalah pengembangan produk asuransi kendaraan bermotor yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT). Melalui perangkat telematik yang dipasang di kendaraan, perusahaan asuransi dapat memantau gaya mengemudi nasabah dan menyesuaikan premi secara lebih adil. "Sistem pay-as-you-drive atau bayar sesuai cara berkendara akan menjadi tren di masa depan. Nasabah yang berkendara aman dan hati-hati akan mendapatkan premi yang lebih murah," jelasnya.

Adaptasi terhadap Perubahan Regulasi

Selain teknologi, DAI juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan regulasi yang terus berjalan. Pemerintah terus mengupdate kebijakan di sektor asuransi untuk melindungi konsumen dan memastikan stabilitas industri. "Perusahaan asuransi wajib harus proaktif memahami dan mengimplementasikan setiap perubahan regulasi. Ini bukan hanya untuk kepatuhan hukum, tetapi juga untuk membangun kepercayaan nasabah," ujar Kepala Divisi Regulasi dan Standar DAI, Siti Aminah.

Salah satu regulasi yang berdampak signifikan adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 40/POJK.04/2020 tentang Penyampaian Informasi dan Pelaksanaan Asuransi dan/atau Reasuransi. Peraturan ini mewajibkan perusahaan asuransi untuk lebih transparan dalam menyampaikan informasi produk kepada nasabah. "Kita harus berpikir dari perspektif nasabah. Mereka perlu informasi yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami sebelum membuat keputusan pembelian polis," tambah Siti.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski memiliki banyak peluang, transformasi produk asuransi wajib juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah perlawanan dari beberapa pihak yang masih menganggap cara tradisional lebih efektif. "Ada segmen masyarakat, terutama yang berusia lebih tua, yang masih lebih nyaman dengan interaksi tatap muka dan proses manual. Kita harus menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen ini tanpa meninggalkan inovasi," kata Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk DAI, Budi Santoso.

Salah satu solusi yang diusulkan DAI adalah pendekatan hybrid yang menggabungkan layanan digital dengan dukungan manusia. "Kita tidak bisa sepenuhnya menghilangkan elemen personal dalam layanan asuransi. Ada aspek kepercayaan dan kenyamanan yang hanya bisa diwujudkan melalui interaksi langsung dengan agen atau perwakilan perusahaan," tambah Budi.

Dari sisi bisnis, evolusi produk asuransi wajib juga membuka peluang baru bagi perusahaan asuransi untuk memperluas pangsa pasar. "Dengan menyesuaikan produk dengan kebutuhan spesifik segmen pasar, kita bisa menjangkau nasabah yang belum terlayani sebelumnya. Misalnya, produk asuransi yang dirancang khusus untuk pekerja informal atau UMKM," ujar Direktur Eksekutif DAI, Maya Sari.

Komitmen DAI Mendukung Transformasi

Untuk mendukung transformasi ini, DAI berkomitmen memberikan berbagai program edukasi dan pelatihan bagi perusahaan asuransi anggota. "Kita akan menyelenggarakan serangkaian workshop, seminar, dan pelatihan tentang insurtech, data analytics, dan inovasi produk. Kami juga akan memfasilitasi kolaborasi antar perusahaan asuransi untuk berbagi best practices," jelas Hendrisman.

DAI juga berencana membangun platform digital yang dapat diakses oleh seluruh anggota untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi transformasi digital. "Kolaborasi adalah kunci sukses. Tidak ada satu perusahaan asuransi yang bisa melakukan transformasi ini sendirian. Kita harus saling mendukung dan belajar satu sama lain," tambahnya.

Menutup acara, Hendrisman menegaskan bahwa transformasi produk asuransi wajib adalah proses yang tidak bisa ditunda lagi. "Kita berada di titik balik. Baik kita beradaptasi atau tidak, industri asuransi akan berubah. Pilihan kita adalah menjadi bagian dari perubahan itu atau tertinggal. Saya yakin dengan kolaborasi dan komitmen bersama, kita bisa menciptakan industri asuransi yang lebih relevan, lebih adil, dan lebih berdaya untuk masa depan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter