30, 2026
Politik

Video: Tok! Banggar DPR Setujui Postur APBN 2027

Banggar, DPR bersama dengan pemerintah telah menyepakati postur dan RUU, APBN 2027 untuk dibawa ke rapat paripurna DPR.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Video: Tok! Banggar DPR Setujui Postur APBN 2027

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI resmi menyetujui postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027 dalam rapat kerja yang berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Persetujuan tersebut ditandai dengan ketukan palu sidang oleh pimpinan Banggar setelah melalui pembahasan panjang mengenai asumsi dasar ekonomi makro, target pendapatan, belanja negara, defisit anggaran, hingga pembiayaan.

Keputusan ini menjadi tahapan penting dalam proses penyusunan anggaran nasional sebelum postur final dibahas lebih lanjut bersama pemerintah. Banggar menilai postur yang diajukan telah mempertimbangkan kondisi perekonomian global maupun domestik, termasuk tekanan geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika suku bunga internasional yang diperkirakan masih memengaruhi kinerja ekonomi dalam negeri.

Postur Makroekonomi dan Asumsi Dasar

Dalam postur yang disepakati, pemerintah dan Banggar menyepakati sejumlah asumsi dasar ekonomi makro yang menjadi fondasi penyusunan APBN 2027. Asumsi tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN), harga minyak mentah Indonesia (ICP), serta lifting minyak dan gas bumi.

Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada kisaran yang optimistis namun tetap realistis dengan mempertimbangkan potensi konsumsi rumah tangga, investasi, dan kinerja ekspor. Inflasi diperkirakan terjaga pada rentang sasaran bank sentral, sementara nilai tukar rupiah diasumsikan bergerak pada level yang mencerminkan stabilitas fundamental ekonomi domestik.

Banggar menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menetapkan asumsi harga minyak dan lifting, mengingat sektor energi masih menjadi salah satu penopang utama penerimaan negara. Anggota dewan mendorong pemerintah memperkuat strategi mitigasi risiko apabila terjadi gejolak harga komoditas di pasar global.

Target Pendapatan dan Belanja Negara

Dari sisi pendapatan, postur APBN 2027 menempatkan penerimaan perpajakan sebagai tulang punggung, disusul Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Banggar menyepakati target penerimaan yang dinilai cukup ambisius namun tetap memperhitungkan kapasitas riil perekonomian, termasuk upaya optimalisasi kepatuhan wajib pajak dan perluasan basis pajak.

Sementara dari sisi belanja, alokasi diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, serta program penguatan sumber daya manusia. Belanja negara juga diproyeksikan tetap memberi ruang bagi belanja modal yang produktif guna mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Banggar menekankan agar setiap rupiah belanja dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Efisiensi belanja menjadi perhatian utama, terutama pada pos-pos yang dinilai kurang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Anggota dewan meminta pemerintah menghindari belanja yang bersifat seremonial dan mendorong program yang memiliki multiplier effect nyata.

Defisit Anggaran dan Strategi Pembiayaan

Postur APBN 2027 menetapkan defisit anggaran pada level yang dijaga agar tetap berada dalam batas aman sesuai ketentuan perundang-undangan. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan yang bersumber dari penerbitan Surat Berharga Negara, pinjaman, serta sumber pembiayaan lain yang dikelola secara prudent.

Banggar meminta pemerintah mengelola utang secara hati-hati dengan memperhatikan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), profil jatuh tempo, serta risiko nilai tukar. Selain itu, diversifikasi sumber pembiayaan dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu instrumen tertentu.

Anggota dewan juga mendorong pemanfaatan pembiayaan kreatif untuk proyek strategis, termasuk skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dengan catatan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dan menghindari beban fiskal yang berlebihan di masa depan.

Catatan dan Rekomendasi Banggar

Meski menyetujui postur secara keseluruhan, Banggar menyampaikan sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti pemerintah. Pertama, pemerintah diminta memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. Kedua, percepatan realisasi belanja perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan anggaran pada akhir tahun.

Ketiga, Banggar menekankan pentingnya pengawasan terhadap proyek-proyek strategis nasional agar berjalan sesuai jadwal dan target. Keempat, pemerintah didorong memperkuat jaring pengaman sosial untuk melindungi kelompok rentan dari dampak gejolak ekonomi.

Selain itu, Banggar meminta pemerintah menyusun langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global, termasuk potensi perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama. Menurut Banggar, ruang fiskal yang terbatas menuntut prioritas belanja yang benar-benar selektif dan berbasis pada hasil.

Tahapan Selanjutnya

Setelah persetujuan postur oleh Banggar, proses penyusunan APBN 2027 akan berlanjut ke tahap pembahasan lebih rinci bersama komisi dan badan legislasi terkait. Pemerintah juga dijadwalkan menyampaikan nota keuangan serta tanggapan atas pandangan fraksi dalam sidang paripurna.

Banggar berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga APBN 2027 dapat ditetapkan tepat waktu dan menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Persetujuan ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah dan DPR berkomitmen menjaga kesinambungan fiskal di tengah tantangan perekonomian yang dinamis.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter