Wali Kota Semarang Minta Pemantauan & Penyisiran TPA Jatibarang Berlanjut
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menegaskan bahwa pemantauan dan penyisiran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan usai melakukan peninjauan lokasi TPA Jatibarang, Kamis (15/9). Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan tidak ada lagi praktik penyimpangan dalam pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
"Pemantauan harus dilakukan secara rutin dan tidak hanya sekadar seremonial. Kita perlu memastikan bahwa semua proses pengelolaan sampah berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku," ujar Hendrar dalam keterangannya.
Langkah-langkah Pemantauan yang Dilakukan
Dalam kunjungannya tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Semarang dan sejumlah pejabat terkait. Mereka melakukan inspeksi mendadak ke berbagai titik di TPA Jatibarang, termasuk area pembakaran sampah, tempat penimbunan, serta fasilitas pengolahan limbah cair.
Selain itu, tim juga melakukan wawancara dengan para penjaga lokasi dan pengelola TPA untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kondisi terkini. "Kita ingin tahu apa yang terjadi di lapangan, bagaimana proses pengelolaan berjalan, dan apakah ada masalah yang perlu ditangani," tambahnya.
Temuan Peninjauan
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa secara umum kondisi TPA Jatibarang terkelola dengan baik. Namun, masih ditemukan beberapa area yang memerlukan perhatian khusus, terutama terkait dengan penanganan gas metana dari pembakaran sampah.
"Beberapa titik pembakaran masih menghasilkan asap tebal. Kita perlu memastikan bahwa sistem pengendali emisi berjalan optimal demi mengurangi dampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar," jelas Hendrar.
Selain itu, Wali Kota juga meminta pihak pengelola TPA untuk meningkatkan pengawasan terhadap jenis sampah yang masuk. Terutama sampah medis dan limbah berbahaya lainnya yang seharusnya tidak boleh dibuang di TPA konvensional.
Rekomendasi dan Langkah Selanjutnya
Berdasarkan temuan tersebut, Wali Kota memberikan sejumlah rekomendasi kepada pihak terkait. Pertama, pemerintah kota akan mempercepat pembangunan instalasi pengolahan gas metana yang lebih baik. Kedua, akan ditingkatkan pengawasan terhadap sampah medis yang masuk ke TPA.
"Kita juga akan meminta pengelola TPA untuk melakukan penyisiran lebih intensif terhadap sampah yang masuk. Tujuannya adalah untuk memisahkan antara sampah organik dan non-organik, serta memastikan tidak ada limbah berbahaya yang mencemari lingkungan," tambahnya.
Wali Kota juga menyatakan bahwa pemerintah kota akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mencari solusi jangka panjang terkait pengelolaan sampah di Semarang. Salah satunya adalah dengan mempercepat pembangunan TPA alternatif atau Instalasi Pengolahan Sampah (IPS) yang lebih modern.
Tanggapan Masyarakat
Peninjauan Wali Kota ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar TPA Jatibarang. Beberapa warga mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan benar.
"Kami harap langkah ini bukan hanya sekadar aksi公关 (public relations). Semoga benar-benar ada perubahan nyata yang terlihat, terutama mengenai penanganan asap dan limbah cair yang sering mengganggu keseharian kami," ujar salah satu warga setempat.
Target Pemerintah Kota
Menurut Hendrar, target pemerintah kota adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang hingga 50% dalam dua tahun ke depan. Target ini akan dicapai melalui program peningkatan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurusan sampah.
"Kita akan terus berupaya untuk membuat Semarang lebih bersih dan sehat. Pengelolaan sampah yang baik adalah kunci utama untuk mencapai target tersebut," pungkasnya.
Komentar (0)