17, 2026
Teknologi

Warganet Diajak Pasang Foto Profil Berkabut untuk Suarakan Karhutla, Begini Caranya

Kebakaran hutan dan kabut asap di Indonesia menjadi sorotan tajam. Berbagai cara dilakukan netizen salah satunya ajakan memasang foto profil berkabut.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Warganet Diajak Pasang Foto Profil Berkabut untuk Suarakan Karhutla, Begini Caranya

Warganet Diminta Ganti Foto Profil Berkabut untuk Peringati Karhutla

Sebuah gerakan sosial baru muncul di dunia maya yang meminta pengguna media sosial untuk mengganti foto profil mereka dengan gambar berkabut. Gerakan ini bertujuai menarik perhatian publik terhadap isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus menjadi masalah serius di Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan akun media sosial telah bergabung dengan gerakan ini dengan memposting foto profil yang menunjukkan kabut tebal sebagai simbol dari dampak buruk karhutla.

Latar Belakang Gerakan

Kebakaran hutan dan lahan tahun ini kembali menjadi sorotan nasional sejumlah provinsi di Sumatra dan Kalimantan dilanda kabut pekat akibat asap dari kebakaran hutan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Oktober 2023, tercatat lebih dari 2.500 titik api tersebar di berbagai wilayah, dengan luas area terbakar mencapai puluhan ribu hektar. Kabut asap yang dihasilkan tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga berdampak kesehatan yang serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Gerakan foto profil berkabut ini pertama kali diluncurkan oleh sekelompok aktivis lingkungan dan jurnalis warga pada awal Oktober. Melalui akun media sosial mereka, mereka mengajak warganet untuk ikut serta dalam kampanye simbolis ini. "Kita ingin agar karhutla tidak lagi menjadi berita singkat yang hanya muncul saat musim kemarau tiba. Kabut yang kita lihat di foto profil ini adalah representasi nyata dari apa yang terjadi di lapangan," ujar salah satu pendiri gerakan ini dalam keterangannya.

Cara Bergabung dengan Gerakan

Mengikuti gerakan ini relatif mudah. Pengguna media sosial diminta untuk mengganti foto profil mereka dengan gambar yang menunjukkan kabut tebal atau kondisi kabut akibat asap kebakaran hutan. Banyak netter juga memilih menggunakan foto profil diri mereka sendiri yang diolah sedemikian rupa sehingga terlihat seperti berada di tengah kabut pekat. Beberapa bahkan menambahkan teks seperti "#StopKarhutla" atau "Jangan Biarkan Api Menghanguskan Hutan Kami" sebagai bagian dari foto profil.

Selain mengganti foto profil, para peserta juga diminta untuk menyebarluaskan informasi tentang dampak karhutla dan pentingnya menjaga hutan. Beberapa organisasi lingkungan juga menyediakan template foto profil yang bisa diunduh secara gratis melalui situs resmi mereka. "Kita tidak hanya ingin gerakan ini menjadi tren sementara di media sosial, tetapi harapannya bisa menumbuhkan kesaduan kolektif tentang pentingnya melindungi hutan kita," tambah aktivis tersebut.

Respon dari Berbagai Pihak

Gerakan ini mendapat beragam respons dari publik. Banyak pihak mendukung upaya simbolis ini sebagai cara kreatif menarik perhatian terhadap isu lingkungan. Beberapa selebritas dan influencer juga ikut bergabang dengan mengganti foto profil mereka. "Ini adalah cara yang bagus untuk mengingatkan kita semua bahwa masalah karhutla belum selesai. Setiap tahun kita mengalami hal yang sama, padahal solusinya ada di tangan kita semua," komentar seorang netter yang mendukung gerakan ini.

Akan tetapi, ada juga pihak yang menganggap gerakan ini tidak efektif. Beberapa kritikus berargumen bahwa mengganti foto profil saja tidak akan memberikan dampak nyata dalam penanggulangan karhutla. "Mungkin lebih baik jika energi dialihkan untuk melakukan donasi langsung kepada organisasi yang bekerja di lapangan atau ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon," ujar seorang kritikus dalam diskusi daring.

Tanggapan Resmi Pemerintah

Sejauh ini, pemerintah belum secara respon mengomentari gerakan foto profil ini. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara teratur membagikan informasi mengenai upaya penanggulangan karhutla melalui media sosial mereka. "Kami mengapresiasi setiap upaya untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga hutan. Namun, penanggulangan karhutla memerlukan kerja sama dari semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat," kata Juru Bicara KLHK dalam keterangannya.

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah telah mengumumkan sejumlah kebijakan untuk mencegah dan mengatasi karhutla, termasuk peningkatan patroli di daerah rawan kebakaran, penyediaan alat pemadam api dini, serta sanksi bagi perusahaan yang terbukti melakukan pembukaan lahan dengan cara illegal yang menyebabkan kebakaran.

Harapan untuk Perubahan

Meskipun masih ada perdebatan mengenai efektivitas gerakan ini, para pelaksana berharap bahwa kesadaran yang dibangun melalui media sosial dapat bertransformasi menjadi tindakan nyata. "Setiap kecil perubahan dimulai dari kesaduan. Dengan mengganti foto profil, kita mengatakan kepada dunia bahwa masalah ini penting dan memerlukan perhatian kita semua," harap mereka.

Seiring dengan berkembangnya gerakan ini, para peserta berencana mengorganisir kegiatan nyata seperti penanaman pohon dan kampanye edukasi di sekolah-sekolah. "Kita ingin menjaga momentum ini tidak hanya berhenti di media sosial. Harapannya adalah gerakan ini bisa menjadi pemicu perubahan nyata dalam cara kita merawat hutan di Indonesia," tutup para aktivis.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter