29, 2026
Nasional

Xabi Alonso di Anfield: 3 Tim Berbeda, 3 Kali Kalah

Xabi Alonso sudah sambangi Anfield tiga kali dengan tiga tim berbeda. Tiga-tiganya kalah!]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Xabi Alonso di Anfield: 3 Tim Berbeda, 3 Kali Kalah

Xabi Alonso di Anfield: 3 Tim Berbeda, 3 Kali Kalah

Legenda Liverpool, Xabi Alonso, kembali ke Anfield bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih. Namun, kali ini, dia mendapat pengalaman pahit dengan mengalami tiga kekalahan beruntun dari tiga tim berbeda yang melatih. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, mengingat Alonso dikenal sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah dimiliki The Reds.

Kehadiran Xabi Alonso di Anfield

Xabi Alonso tiba di Anfield pada tahun 2004 dari Real Sociedad dengan status yang belum teruji. Namun, dengan cepat, gelandang Spanyol ini membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik di Premier League. Alonso menjadi tulang punggung lini tengah Liverpool selama delapan musim, sebelum akhirnya bergabung dengan Real Madrid pada 2009. Di bawah asuhan Rafael Benítez, Alonso berhasil membawa Liverpool meraih trofi Liga Champions pada 2005 dan Piala FA pada 2006. Koneksi emosionalnya dengan klub dan para pendukungnya tetap kuat hingga hari ini.

Sekarang, kembali ke Anfield dalam kapasitas yang berbeda, Alonso membawa timnya, Bayer Leverkusen, untuk menghadapi Liverpool dalam ajang Liga Champions. Namun, yang terjadi adalah kekalahan 1-2 untuk Leverkusen. Kemenangan Liverpool ini menjadi yang pertama bagi mereka dalam empat pertandingan di semua kompetisi, menandai awal yang buruk bagi Alonso di kandang mantan klubnya.

Kekecewaan Leverkusen di Anfield

Untuk Leverkusen, kekalahan di Anfield adalah pukulan telak. Tim Jerman ini sebelumnya belum pernah kalah di kandang Liverpool dalam delapan pertemuan sebelumnya. Alonso yang dikenal sebagai pelatih muda dengan filosofi menyerang justru harus menyerah atas gol Mohamed Salah dan Cody Gakpo di babak kedua, meskipun mereka sempat unggul lebih dulu melalui Victor Boniface.

"Saya senang karena kami bermain dengan percaya diri melawan Liverpool," ujar Alonso setelah pertandingan. "Saya pikir kami layak untuk mendapatkan poin dari pertandingan ini. Tapi sepak bola begitu, Anda harus menghormati detail-detail tertentu, dan kami kehilangan bola di posisi yang buruk. Saya pikir itu menentukan hasil pertandingan."

Kekalahan ini menambah catatan buruk Alonso di Anfield, setelah sebelumnya Leverkusen juga kalah dari Liverpool di babak penyisihan grup Liga Champions musim lalu dengan skor 0-2. Dengan dua kekalahan dari Liverpool dalam dua musim beruntun, Alonso harus mengakui bahwa timnya belum menemukan formula untuk mengalahkan The Reds di kandang mereka.

Alonso dan Bayern Munchen di Piala Super Eropa

Setelah pengalaman pahit dengan Leverkusen, Alonso kemudian dihubungkan dengan posisi pelatih di Bayern Munchen. Namun, ketika dia membawa Bayern untuk menghadapi Liverpool di Piala Super Eropa, dia kembali harus menyerah. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Super Polandia, Warsawa, pada Agustus 2024, dimenangkan Liverpool dengan skor 2-1.

Liverpool unggul lebih dulu melalui Luis Díaz di menit ke-42, sebelum Joshua Kimmich menyamakan kedudukan di menit ke-54. Kemenangan Liverpool ditutup oleh Mohamed Salah di menit ke-89. Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Alonso melawan Liverpool dalam kurun waktu singkat, menambah tekanan padanya sebagai pelatih Bayern.

Setelah pertandingan, Alonso mengakui keunggulan Liverpool. "Liverpool adalah tim yang sangat baik," kata dia. "Mereka memiliki kecepatan dan kualitas di lini depan. Kami berusaha untuk mengontrol pertandingan, tetapi mereka sangat efektif saat menyerang."

Keajaiban Tiga Tim Berbeda

Fenomena Xabi Alonso yang tiga kali kalah dari Liverpool dengan tiga tim berbeda menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola. Dari Leverkusen hingga Bayern Munchen, hingga saat ini dengan tim ketiganya, Alonso belum berhasil mengalahkan Liverpool di laga resmi.

Beberapa analis berpendapat bahwa ini hanyakah kebetulan atau adanya faktor psikologis tertentu bagi mantan gelandang andalan Spanyol ini. Sementara yang lain melihatnya sebagai bukti bahwa Liverpool masih menjadi tim yang sulit diatasi bagi siapa pun, termasuk salah satu mantan pemain legendarinya yang kini menjadi pelatih.

Bagi para pendukung Liverpool, kekalahan beruntun yang dialami Alonso di Anfield menjadi cerita yang ironis dan menghibur. Sementara itu, bagi Alonso sendiri, ini adalah tantangan tersendiri untuk membuktikan bahwa dia mampu mengalahkan mantan klubnya di masa depan, entah itu dengan tim yang sekarang atau tim di masa depan.

Sejauh ini, catatan tiga kekalahan dari tiga tim berbeda menjadi anekdot unik dalam karir kepelatihan Alonso. Apakah dia akan berhasil memecahkan rekor ini di masa depan, atau menjadi bagian dari cerita yang lebih besar dalam sejarah persaingan Liverpool dengan mantan pemain legendarinya, hanya waktu yang akan memberikan jawabannya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter