27, 2026
Teknologi

Yorrys Sebut Kinerja DPD Alami Tren Positif: Patut Diapresiasi

Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menilai kinerja DPD semakin diakui. Ia apresiasi kinerja sejumlah pihak di lingkup DPD.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Yorrys Sebut Kinerja DPD Alami Tren Positif: Patut Diapresiasi

Yorrys Sebut Kinerja DPD Alami Tren Positif: Patut Diapresiasi

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan dalam beberapa periode terakhir. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, yang menyatakan bahwa performa lembaga legislatif tingkat kedua tersebut mengalami tren positif yang patut diapresiasi.

Menurut Yorrys, peningkatan kinerja DPD terlihat dari berbagai aspek, baik dalam fungsi legislasi, pengawasan, maupun fungsi anggaran. Dalam fungsi legislasi, DPD berhasil menghasilkan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang menjadi prioritas nasional, terutama yang berkaitan dengan otonomi daerah dan pemerataan pembangunan.

Peningkatan Kualitas Legislasi

"Kita melihat adanya peningkatan kinerja yang signifikan dalam fungsi legislasi DPD. Banyak RUU yang berhasil disahkan menjadi undang-undang, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik," ujar Yorrys dalam sebuah konferensi pers di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (15/3).

Salah satu contoh nyata adalah RUU tentang Otonomi Daerah yang telah direvisi dan disahkan menjadi undang-undang baru. RUU ini diharapkan mampu memberikan keleluasaan bagi daerah mengelola potensi lokal sekaligus meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

Optimalisasi Fungsi Pengawasan

Selain dalam fungsi legislasi, DPD juga menunjukkan peningkatan dalam fungsi pengawasan. Yorrys menyatakan bahwa DPD telah melakukan berbagai upaya pengawasan terhadap pelaksanaan otonomi daerah dan pembangunan infrastruktur di daerah.

"Pengawasan yang dilakukan DPD tidak hanya sebatu pada evaluasi kinerja, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat daerah. Kita telah melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar berdampak positif bagi masyarakat," jelasnya.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan, DPD juga telah memperkuat kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap anggaran yang disalurkan untuk pembangunan daerah digunakan secara transparan dan akuntabel.

Peningkatan Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

Yorrys juga menyoroti peningkatan komunikasi antara DPD dengan pemerintah pusat. Menurutnya, hubungan yang harmonis ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang dibuat di tingkat pusat mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi di daerah.

"Kita telah melakukan berbagai rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). DPD memberikan masukan-masukan substantif yang bersifat konstruktif demi terwujudnya pembangunan yang merata di seluruh Indonesia," ujarnya.

Salah satu contoh nyata adalah masukan DPD terkait alokasi anggaran untuk daerah terpencil dan tertinggal. Melalui berbagai rapat dengar pendapat dan rapat koordinasi, DPD berhasil mendorong pemerintah pusat untuk menambah alokasi anggaran bagi daerah-daerah tersebut.

Tantangan dan Masa Depan

Meskipun menunjukkan peningkatan kinerja, Yorrys mengakui bahwa DPD masih menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana memastikan bahwa otonomi daerah benar-benar mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat tanpa menimbulkan ketimpangan antar daerah.

"Tantangan kita di masa depan adalah bagaimana memastikan otonomi daerah tidak menghasilkan dualisme antara daerah yang maju dengan daerah yang tertinggal. Kita perlu memastikan setiap daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," paparnya.

Untuk menghadapi tantangan ini, DPD berencana akan meningkatkan peran dalam memfasilitasi komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. DPD juga akan memperkuat fungsi sebagai wakil daerah dalam mengawal kebijakan yang memengaruhi otonomi daerah.

Dengan tren positif yang terlihat saat ini, Yorrys optimis bahwa DPD akan mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan lebih optimal di masa yang akan datang. Peningkatan kinerja ini, menurutnya, adalah hasil dari komitmen semua anggota DPD untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan adil di seluruh Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter