Zidane Dipuji, Pires Ingatkan Jasa Deschamps untuk Timnas Prancis
Mantan gelandang timnas Prancis, Robert Pires, angkat bicara mengenai sorotan yang kembali mengarah kepada Zinedine Zidane terkait posisi pelatih Les Bleus. Dalam sejumlah pernyataan terbaru, Pires menilai publik Prancis kerap terlalu cepat melupakan kontribusi Didier Deschamps, sosok yang hingga kini masih dipercaya menangani Kylian Mbappe dan kolega.
Pires menyampaikan hal tersebut di tengah derasnya desakan sebagian penggemar dan pengamat agar Zidane segera mengambil alih kursi kepelatihan timnas Prancis. Nama Zidane memang selalu menjadi topik hangat sejak ia meninggalkan Real Madrid. Pencapaiannya bersama Los Blancos, termasuk tiga gelar Liga Champions secara beruntun, membuatnya dianggap sebagai kandidat ideal untuk menangani generasi emas sepak bola Prancis.
Namun, Pires mengingatkan bahwa Deschamps bukanlah pelatih sembarangan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Prancis dalam satu dekade terakhir tidak lepas dari tangan dingin mantan kapten timnas tersebut. Menurut Pires, sudah menjadi hal yang tidak adil apabila diskusi mengenai masa depan timnas hanya berfokus pada nama Zidane tanpa mengakui jejak Deschamps.
Rekam Jejak Deschamps yang Sering Dilupakan
Deschamps menangani timnas Prancis sejak 2012. Selama lebih dari satu dekade, ia membawa Les Bleus melalui berbagai fase penting, mulai dari pembangunan ulang skuad pasca-kegagalan di Piala Dunia 2010 hingga menjadi salah satu tim paling ditakuti di dunia.
Puncak pencapaiannya terjadi pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Prancis tampil solid dan efisien, lalu mengalahkan Kroasia di partai final dengan skor 4-2. Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Prancis setelah 1998, sekaligus mengukuhkan Deschamps sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola nasional.||DSML|| parameter>
Sebelum itu, Deschamps membawa Prancis melaju hingga final Euro 2016. Meski harus mengakui keunggulan Portugal di laga puncak, pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi tim di kompetisi besar. Pada 2021, ia juga mempersembahkan trofi UEFA Nations League setelah mengalahkan Spanyol di partai final.
Di Piala Dunia 2022 Qatar, Prancis kembali melaju ke final. Mereka kalah dari Argentina melalui drama adu penalti setelah pertandingan berakhir 3-3. Kekalahan itu terasa menyakitkan, tetapi tetap menegaskan bahwa Deschamps mampu menjaga Prancis berada di jajaran elite dunia selama bertahun-tahun.
Pires menilai rekam jejak semacam itu tidak bisa dihapus begitu saja hanya karena munculnya keinginan akan perubahan. Ia mengingatkan bahwa sepak bola nasional dibangun di atas proses panjang, bukan sekadar nama besar semata.
Zidane dan Tekanan Publik
Zidane sendiri hingga kini belum memutuskan langkah karier berikutnya. Sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021, ia belum menangani klub atau tim nasional mana pun. Hal ini justru membuat spekulasi mengenai masa depannya semakin liar, terutama karena kursi pelatih timnas Prancis akan menjadi salah satu posisi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Sebagian penggemar Prancis menganggap Zidane adalah figur yang tepat untuk membawa generasi muda Prancis ke level berikutnya. Mereka menilai gaya kepemimpinan Zidane yang tenang, kedekatan dengan para pemain bintang, serta rekam jejaknya di kompetisi Eropa dapat memberikan dimensi baru bagi Les Bleus.
Meski demikian, Pires mengingatkan bahwa menjadi pelatih timnas berbeda dengan menangani klub. Tekanan publik, ekspektasi media, dan jadwal kompetisi internasional menuntut kemampuan manajemen yang khas. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang kelak menggantikan Deschamps harus siap menghadapi sorotan luar biasa.
Lebih lanjut, Pires menyoroti pentingnya menjaga rasa hormat terhadap pelatih yang masih menjabat. Menurutnya, terlalu banyak membicarakan calon pengganti justru dapat mengganggu fokus tim yang sedang bersiap menghadapi agenda internasional berikutnya.
Prancis dan Tantangan Sebelumnya
Saat ini, Deschamps masih terikat kontrak bersama Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Ia disebut-sebut akan memimpin tim pada ajang besar berikutnya sebelum memutuskan masa depannya. Kontraknya menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di media Prancis, terutama karena nama Zidane terus dikaitkan dengan posisi tersebut.
Di sisi lain, skuad Prancis saat ini dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Eduardo Camavinga, hingga Aurelien Tchouameni. Kombinasi pengalaman dan talenta muda membuat Prancis tetap menjadi salah satu favorit di setiap turnamen besar.
Pires menilai tantangan terbesar bagi pelatih Prancis berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara ambisi meraih gelar dan kebutuhan untuk terus mengembangkan pemain muda. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan masa lalu tidak menjamin hasil serupa di masa depan, terlebih karena persaingan di level internasional semakin ketat.
Ia juga menyebut bahwa keberhasilan Deschamps dalam menangani ego sejumlah bintang patut diapresiasi. Menurut Pires, mengelola ruang ganti tim nasional yang dihuni pemain-pemain besar bukan pekerjaan mudah, dan hal itu sering luput dari perhatian publik ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
Pesan Pires untuk Publik Prancis
Melalui pernyataannya, Pires ingin publik Prancis lebih bijak dalam menilai peran Deschamps. Ia tidak menampik bahwa Zidane merupakan sosok istimewa dengan kapasitas besar sebagai pelatih. Namun, menurutnya, mengakui kehebatan Zidane tidak harus dilakukan dengan merendahkan jasa Deschamps.
Ia menekankan bahwa sepak bola Prancis tumbuh karena kerja kolektif, bukan hanya bergantung pada satu nama. Pelatih, staf, pemain, dan federasi memiliki peran masing-masing dalam membangun prestasi yang telah diraih selama ini.
Pernyataan Pires ini pun menjadi pengingat bahwa perdebatan mengenai siapa pelatih terbaik untuk Prancis sebaiknya dilakukan dengan tetap menghormati kontribusi yang telah ada. Bagi Pires, Deschamps adalah bagian penting dari sejarah modern timnas Prancis, dan jasa itu pantas diakui, apa pun yang terjadi di masa depan.
Komentar (0)