11 Tahun di Man City, Vincent Kompany Buka Suara soal Kasus 115 Dakwaan
Setelah 11 tahun membela Manchester City, legenda klub Vincent Kompany akhirnya mengungkap pandangannya mengenai kasus 115 dakwaan yang menjerat klub. Mantan kapten tim tersebut memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan meskipun sudah lama meninggalkan Etihad Stadium.
Kompany, yang kini menjadi manajer Burnley, mengakui bahwa ia telah mengikuti perkembangan kasus tersebut dari kejauhan. Mantan bek andalan tersebut menyatakan bahwa ia tidak terlibat langsung dalam masalah yang dihadapi klub, namun tetap memantau perkembangannya dengan cermat.
"Saya tidak terlibat dalam operasional klub saat itu, jadi saya tidak bisa memberikan komentar terperinci tentang dakwaan-dakwaan tersebut," ujar Kompany dalam sebuah wawancara eksklusif. "Namun, sebagai seseorang yang pernah menjadi bagian dari institusi ini, saya tetap peduli dengan apa yang terjadi."
Pengalaman 11 Tahun di Etihad
Kompany menghabiskan 11 tahun karirnya di Manchester City, dari tahun 2008 hingga 2019. Ia tiba di klub saat masih berada di Liga Premier Inggris dan menjadi bagian penting dalam transformasi klub menjadi salah satu tim terkuat di Eropa.
Selama masa bercanda di City, Kompany berhasil membawa klub memenangkan empat gelar Liga Premier, dua Piala FA, dan enam Piala Liga. Ia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki klub dan dijuluki sebagai "Raja Etihad" oleh para suporter.
Keputusan Kompany untuk meninggalkan City pada tahun 2019 disambut sedih oleh para suporter. Iu memilih bergabung dengan RSC Anderlecht sebagai pemain-manajer, menandai akhir dari era keemasan bagi bek asal Belgia tersebut.
Kasus 115 Dakwaan yang Menjerat Man City
Kasus yang saat ini menjerat Manchester City melibatkan 115 dakwaan terkait pelanggaran aturan finansial Liga Premier. Dakwaan tersebut mencakup berbagai isu seperti pelaporan keuangan yang tidak memadai, pelanggaran terkait pendapatan dari sponsor, dan ketidakpatuhan terhadap aturan Profit and Sustainability Rules (PSR).
Liga Premier telah membuka investigasi sejak Desember 2021 setelah menemukan "bukat informasi yang menimbulkan kekhawatiran" terkait pelaporan keuangan klub. Investigasi tersebut berfokus pada periode 2009 hingga 2018, yang mencakup masa keemasan City di bawah asisten manajer Pep Guardiola.
Klub telah secara resmi membantah semua dakwaan yang ditujukan padanya. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan bahwa klub akan melawan semua dakwaan tersebut dan yakin bahwa mereka akan membersihkan nama baik klub.
Reaksi Kompany
Meskipun tidak terlibat langsung, Kompany mengakui bahwa kasus ini memberikan dampak yang signifikan bagi citra Manchester City. Ia menyatakan bahwa klub yang ia cintai itu layak mendapatkan perlakuan yang adil dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
"Saya tahu betapa beratnya menjadi bagian dari klub saat menghadapi masalah seperti ini," ujar Kompany. "Manchester City telah menjadi institusi besar karena kerja keras banyak orang, dan saya harap keadilan akan ditegakkan."
Mantan kapten timnas Belgia tersebut juga menyoroti pentingnya integritas dalam sepak bola modern. Ia berpendapat bahwa semua klub harus mematuhi aturan yang berlaku agar kompetisi tetap sehat dan adil.
Masa Depan Man City
Kasus 115 dakwaan yang menjerat Manchester City berpotensi memiliki dampak besar bagi masa depan klub. Jika terbukti bersalah, klub dapat menghadapi sanksi mulai dari denda hingga pemotongan poin bahkan pemecatan dari kompetisi Liga Premier.
Sementara itu, Manchester City terus fokus pada performa di lapangan. Di bawah asuhan Pep Guardiola, klub berhasil memenangi treble winner musim lalu, meraih gelar Liga Premier, Piala FA, dan Liga Champions.
Untuk Kompany, meskipun sudah tidak lagi terlibat langsung dengan Manchester City, nama klub tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya. Ia sering kali menyatakan kecintaannya kepada klub tersebut dan tetap memantau perkembangan baik di lapangan maupun di luar lapangan.
Dengan kasus hukum yang masih berlanjut, semua mata tertuju pada bagaimana Manchester City akan menghadapinya. Bagi Kompany, yang telah menghabiskan sebagian besar karirnya di klub, kasus ini adalah pengingat bahwa bahkan klub terbesar pun tidak luput dari masalah hukum dalam sepak bola modern.
Komentar (0)