10, 2026
Nasional

Seskab Teddy Ungkap Misi Indonesia di MotoGP Mandalika 2026

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Seskab Teddy Ungkap Misi Indonesia di MotoGP Mandalika 2026

Kepala Sekretariat Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengungkapkan misi Indonesia dalam penyelenggaraan balapan MotoGP di Mandalika pada tahun 2026. Dalam keterangannya, Teddy sapaan akrab Pramono Anung menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi tuan rumah, tetapi juga menunjukkan kemampuan sebagai negara yang mampu menyelenggarakan event internasional kelas dunia.

Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ini menekankan bahwa penyelenggaraan MotoGP di Indonesia bukan sekadar acara olahraga semata. Menurutnya, event ini akan menjadi ajang untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya destinasi Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kepada audiens global.

Target Strategis Penyelenggaraan

Teddy menjelaskan bahwa pemerintah memiliki beberapa target strategis dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Pertama, meningkatkan citra Indonesia di mata dunia melalui event olahraga yang diakui secara internasional. Kedua, mendorong sektor pariwisata lokal yang berkelanjutan. Ketiga, menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengelola event berskala internasional.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event global dengan standar internasional. Ini juga kesempatan bagi kita untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia kepada jutaan penonton di seluruh dunia," ujar Teddy dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Persiapan Komprehensif

Untuk mewujudkan misi ini, pemerintah telah mempersiapkan berbagai langkomprehensif. Teddy menyebutkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Asosiasi Sepeda Motor Internasional (FIM), Dorna Sports sebagai pemegang hak komersial MotoGP, serta pihak lokal di Lombok.

Persiapan meliputi peningkatan infrastruktur lintasan balap yang memenuhi standar internasional, pengembangan akomodasi hotel dan fasilitas wisata, serta peningkatan konektivitas transportasi menuju Mandalika. Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan program pelatihan untuk tenaga lokal agar dapat berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan event.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Menurut Teddy, penyelenggaraan MotoGP diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah sekitar. Diperkirakan ribuan wisatawan mancanegara akan berkunjung ke Lombok selama event berlangsung, yang akan meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata, kuliner, dan akomodasi.

Selain dampak ekonomi, Teddy juga menyoroti dampak sosial positif dari penyelenggaraan event ini. "Ini kesempatan bagi masyarakat lokal untuk berinteraksi dengan budaya internasional, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta memperluas jaringan global," tambahnya.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Meski begitu, Teddy mengakui bahwa penyelenggaraan MotoGP di Indonesia tidak tanpa tantangan. Beberapa tantangan yang perlu diatasi antara lain adalah penjaminan keamanan, manajemen kerumunan, serta perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelenggarakan event berskala besar ini.

"Kami telah memetakan berbagai potensi risiko dan menyiapkan rencana mitigasinya. Keamanan menjadi prioritas utama, baik keamanan fisik maupun keamanan kesehatan," jelas Teddy.

Visi Jangka Panjang

Teddy menekankan bahwa penyelenggaraan MotoGP 2026 bukan hanya sekadar event sekali ketimbang, tetapi bagian dari visi jangka panjang Indonesia dalam mengembangkan industri olahraga dan pariwisata. Menurutnya, event ini akan membuka pintu bagi penyelenggaraan event internasional lainnya di Indonesia.

"Kami berharap MotoGP Mandalika 2026 akan menjadi titik balik bagi pengembangan industri olahraga di Indonesia. Event ini juga akan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga di kawasan Asia Tenggara," pungkas Teddy.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter