24, 2026
Nasional

125 Personel Dikerahkan, Hanya 1 Orang Ditangkap di Kampung Ambon

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sebanyak 125 personel kepolisian dikerahkan dalam razia di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Dari jumlah pasukan yang besar itu, hanya satu orang yang ditangkap. Hasil tersebut langsung memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas operasi serta seberapa jauh razia menyentuh jaringan peredaran narkotika yang selama ini identik dengan kawasan tersebut.

Razia digelar dengan menerjunkan personel dari berbagai fungsi, mulai dari satuan reserse, samapta, hingga unit intelijen. Sejumlah titik yang menjadi sasaran adalah gang-gang sempit, rumah kos, dan bangunan yang selama ini dicurigai menjadi tempat transaksi. Penjagaan dilakukan di beberapa mulut jalan untuk mencegah orang melarikan diri saat petugas masuk ke permukiman padat tersebut.

Razia dan Penangkapan Tunggal

Dalam operasi itu, kepolisian menyatakan telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Dari tangan pria tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti yang kini masih diteliti di laboratorium untuk memastikan jenis dan beratnya. Pria itu dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif, termasuk pendalaman asal barang dan siapa saja yang berada di rantai distribusinya.

Selain satu penangkapan tersebut, petugas juga melakukan pendataan terhadap sejumlah orang yang ditemui di lokasi. Mereka diperiksa identitas dan riwayatnya, tetapi tidak semuanya dibawa ke kantor polisi karena tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menetapkan status tersangka. Kepolisian menyebut langkah itu bagian dari pemetaan, bukan sekadar penindakan.

Barang Bukti dan Pemeriksaan

Barang bukti yang disita dalam razia disebut masih dalam proses uji. Pemeriksaan itu penting untuk menentukan pasal yang akan dikenakan kepada tersangka. Jika terbukti, pria tersebut dapat dijerat dengan ketentuan pidana narkotika yang ancaman hukumannya bergantung pada jenis dan jumlah barang bukti.

Kepolisian juga menyatakan akan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain. Penangkapan satu orang dinilai belum menyentuh akar persoalan di kawasan yang telah lama menjadi perhatian aparat. Penyidik disebut tengah mendalami keterangan tersangka untuk mengidentifikasi pemasok maupun jaringan yang lebih luas.

Kampung Ambon dan Stigma yang Melekat

Kampung Ambon telah lama dikenal sebagai salah satu kawasan yang kerap dikaitkan dengan peredaran narkotika di Jakarta Barat. Citra itu melekat kuat, bahkan menjadi rujukan dalam berbagai pemberitaan selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuat kawasan ini menjadi sasaran rutin operasi kepolisian.

Permukiman padat dengan gang sempit dan banyak pintu keluar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Warga yang mengenal lingkungannya dengan baik dapat bergerak cepat ketika melihat kedatangan aparat. Situasi itu kerap membuat operasi berskala besar berakhir dengan hasil yang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah personel yang dikerahkan.

Di sisi lain, warga Kampung Ambon menolak jika lingkungannya dinilai identik dengan praktik tersebut. Mereka menegaskan bahwa mayoritas penghuni adalah warga biasa yang bekerja sehari-hari. Sebagian warga menilai razia yang berulang tanpa disertai pembenahan sosial dan ekonomi justru memperkuat stigma dan menyulitkan kehidupan mereka.

Efektivitas Operasi dan Sorotan Publik

Perbandingan antara jumlah personel dan hasil penangkapan menjadi sorotan. Rasio 125 personel untuk satu penangkapan dianggap tidak sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan. Pengamat menilai operasi berskala besar perlu dievaluasi, terutama dari sisi perencanaan, metode penyelidikan, dan pemilihan waktu.

Kritik lain menyoroti pola razia yang cenderung bersifat sesaat. Penindakan di lapangan dinilai tidak cukup jika tidak diikuti penyelidikan terhadap pemasok dan pengecer besar. Tanpa penelusuran jaringan, ruang peredaran disebut akan kembali terbuka dalam waktu singkat setelah operasi berakhir.

Kepolisian sendiri menegaskan bahwa razia bukan satu-satunya instrumen. Mereka menyebut penindakan di lapangan merupakan bagian dari rangkaian upaya yang mencakup penyelidikan, pencegahan, dan pembinaan. Namun, publik tetap menuntut hasil yang lebih terukur, terutama dalam pengungkapan jaringan di balik peredaran di kawasan tersebut.

Langkah Lanjutan

Setelah razia, kepolisian menyatakan akan memperkuat kehadiran di Kampung Ambon melalui patroli dan pendataan penghuni. Koordinasi dengan pemerintah kota dan kelurahan disebut akan dilakukan untuk menyiapkan program pembinaan bagi warga, terutama generasi muda.

Pengawasan terhadap rumah kos dan bangunan yang disewakan juga akan diperketat. Pemilik diminta melaporkan penghuni baru kepada pengurus lingkungan. Langkah itu diharapkan mempersempit ruang gerak peredaran narkotika yang selama ini memanfaatkan permukiman padat sebagai tempat berlindung.

Meski demikian, keberhasilan upaya tersebut bergantung pada konsistensi. Razia dengan personel besar tanpa hasil sebanding berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja aparat. Sebaliknya, penindakan yang disertai pengungkapan jaringan dan pembinaan warga berpeluang memberi dampak yang lebih bertahan lama di Kampung Ambon.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter