23, 2026
Nasional

Harry Kane Dulu Sudah Bilang 'Iya' ke Man City

Harry Kane dulu nyaris gabung ke Manchester City. Hal itu diungkapkan eks pemain The Citizens, Kyle Walker.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harry Kane Dulu Sudah Bilang 'Iya' ke Man City

Harry Kane mengakui bahwa dirinya pernah menyatakan kesediaan bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2021. Pengakuan itu membuka kembali babak yang sempat menjadi salah satu saga transfer paling panas dalam sejarah Liga Primer Inggris, ketika kepindahan striker timnas Inggris tersebut ke Etihad Stadium gagal terwujud meski hampir seluruh kesepakatan telah dibicarakan.

Kane, yang saat itu masih berstatus kapten Tottenham Hotspur, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan kubu City sudah berjalan jauh. Ia menyebut telah berbicara dengan pihak klub, termasuk membahas peran yang akan dijalankannya dalam skema asuhan Pep Guardiola. Dalam pengakuannya, Kane menilai peluang itu sebagai langkah yang masuk akal bagi kariernya pada usia emas seorang penyerang.

Kronologi Saga Musim Panas 2021

Ketertarikan Manchester City terhadap Kane muncul setelah kepergian Sergio Aguero pada akhir musim 2020/2021. City membutuhkan penyerang tengah murni, dan Kane menjadi target utama. Sejumlah laporan menyebut klub asal Manchester itu menyiapkan tawaran senilai sekitar 100 juta poundsterling, angka yang ketika itu menjadi salah satu nilai transfer tertinggi yang pernah diajukan untuk pemain Inggris.

Tottenham melalui tangan ketua klub Daniel Levy dilaporkan menolak tawaran tersebut. Levy disebut tetap berpegang pada valuasi yang jauh lebih tinggi dan tidak berniat melepas pemain bintangnya ke sesama klub Liga Primer. Sikap itu bertahan hingga bursa transfer ditutup pada akhir Agustus 2021.

Ketegangan memuncak ketika Kane tidak tampil pada sesi latihan awal musim. Ia baru bergabung kembali bersama skuad setelah persoalan tersebut mereda. Sang pemain kemudian tampil sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak gol pada laga pertamanya setelah kembali. Momen itu dipandang sebagai penanda bahwa Kane tetap profesional meski keinginan pindahnya tidak terpenuhi.

Pengakuan Kane Sendiri

Dalam sebuah wawancara terbuka, Kane menuturkan bahwa dirinya memang sempat merasa kesepakatan dengan Manchester City akan terwujud. Ia menyebut komunikasi dengan pihak klub berjalan positif dan bahwa dirinya tidak keberatan meninggalkan Tottenham, klub yang membesarkan namanya, demi meraih gelar juara.

Meski demikian, Kane menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan dendam terhadap Tottenham maupun Levy. Ia menilai proses negosiasi berjalan ala klub profesional dan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemilik klub. Kane juga menyebut bahwa dirinya tetap menghormati kontrak yang masih berjalan saat itu.

Pengakuan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa ketertarikan Manchester City hanya sepihak. Sebelumnya, sebagian pengamat menduga Kane ragu meninggalkan London. Pernyataan sang pemain menunjukkan bahwa kesediaan pindah sudah ada, dan yang gagal adalah kesepakatan antarklub.

Posisi Tottenham dan Daniel Levy

Bagi Tottenham, mempertahankan Kane bukan sekadar soal nilai transfer. Sang striker merupakan ikon klub, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Tottenham, dan simbol proyek olahraga klub. Melepasnya ke Manchester City, yang saat itu baru saja menjadi juara Liga Primer, dinilai akan memperkuat pesaing langsung sekaligus melemahkan posisi tawar Tottenham di pasar.

Levy dilaporkan tetap pada pendiriannya meski Kane berharap kepindahan itu dipermudah. Hingga batas waktu bursa transfer, tidak ada kesepakatan yang tercapai. Kane bertahan di Tottenham dan kembali menjalani musim sebagai andalan lini depan.

Jalan Karier Setelahnya

Setelah saga 2021 berakhir tanpa kepindahan, Kane tetap produktif. Ia terus mencetak gol dan pada Februari 2023 resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Tottenham, melampaui rekor Jimmy Greaves. Pencapaian itu mempertegas statusnya sebagai salah satu penyerang paling konsisten di Liga Primer.

Baru pada musim panas 2023 Kane meninggalkan Tottenham. Kali ini ia bergabung dengan Bayern Munich dengan nilai transfer yang dilaporkan menyentuh angka sekitar 100 juta euro ditambah bonus. Kepindahan itu menutup 19 tahun perjalanan Kane bersama Tottenham, mulai dari akademi hingga tim utama.

Bagi Manchester City, kegagalan mendatangkan Kane pada 2021 tidak menghambat laju tim. City kemudian mendatangkan Erling Haaland pada 2022 dan meraih sejumlah gelar domestik maupun Eropa. Sementara Kane mengejar trofi pertamanya di Jerman, sebuah tujuan yang sejak awal menjadi alasan utama keinginannya meninggalkan Tottenham.

Kini, pengakuan Kane bahwa dirinya pernah berkata "iya" kepada Manchester City menjadi catatan tersendiri dalam sejarah transfer. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk pindah bukan didorong oleh uang semata, melainkan oleh ambisi meraih trofi yang selama bertahun-tahun sulit diwujudkan bersama Tottenham.

Kisah itu juga menjadi gambaran bagaimana negosiasi transfer di sepakbola Eropa tidak hanya ditentukan oleh keinginan pemain. Kontrak, valuasi klub, dan kepentingan kompetitif menjadi faktor yang sama kuatnya. Dalam kasus Kane, kesediaan pemain sudah ada sejak awal, tetapi kesepakatan antarklub tidak pernah tercapai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter