14, 2026
Nasional

145 Warga Serpong Muntaber, Diduga Konsumsi Air Tercemar

Pilar mengatakan, saat ini warga yang terdampak sebagian menjalani pengobatan di Rumah Sakit. Sementara itu ada juga warga yang sudah sembuh hingga rawat jalan.]]>

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

145 Warga Serpong Muntaber, Diduga Konsumsi Air Tercemar

145 Warga Serpong Muntaber, Diduga Konsumsi Air Tercemar

Sebanyak 145 warga di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, dinyatakan muntaber diduga akibat mengonsumsi air tercemar. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tangsel, drg. H. Maman Suryaman, mengatakan bahwa warga yang terdampak gejala muntaber tersebar di beberapa kelurahan di wilayah tersebut.

Menurut Maman, gejala yang dialami warga antara lain muntah-muntah, diare, dan demam. "Kondisi pasien saat ini sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan medis," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/3).

Penyebab Diduga Karena Air Terkontaminasi

Berdasarkan hasil sementara dari tim investigasi Dinas Kesehatan Tangsel, dugaan penyebab warga mengalami muntaber adalah karena konsumsi air yang terkontaminasi. "Tim kami masih melakukan investigasi untuk menemukan sumber kontaminasi tersebut," jelas Maman.

Ia menjelaskan bahwa air yang dikonsumsi warga berasal dari sumber air tanah yang digunakan secara bersama oleh beberapa warga. "Kita sudah mengambil contoh air untuk diperiksa di laboratorium untuk mengetahui secara pasti jenis kontaminasi yang terjadi," tambahnya.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Tangsel sudah segera menanggapi kejadian ini dengan membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tim tersebut melakukan berbagai upaya penanganan darurat.

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pihaknya juga melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan air minum. "Kita mengimbau warga untuk selalu mendidihkan air sebelum diminum, terlebih selama kondisi seperti ini," tambah Ahmad.

Kondisi Pasien Saat Ini

Sementara itu, Kepala Puskesmas Serpong, dr. Siti Aminah, melaporkan bahwa sebanyak 145 warga telah tercatat menderita gejala muntaber sejak seminggu terakhir. "Dari total tersebut, 45 pasien masih dirawat di Puskesmas Serpong sementara 100 lainnya sudah dinyatakan sembuh dan pulang," kata dr. Siti.

Ia menjelaskan bahwa kondisi pasien yang masih dirawat sudah mulai stabil. "Mayoritas pasien mengalami dehidring ringan akibat muntah-muntah dan diare yang berkepanjangan. Kami memberikan obat-obatan dan infus untuk memulihkan kondisi mereka," ujarnya.

Investigasi Lanjutan

Tim investigasi dari Dinas Kesehatan Tangsel masih terus bekerja untuk menemukan s pasti kontaminasi air yang menyebabkan warga muntaber. "Kami sedang melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap contoh air tanah, air hujan, dan air ledeng yang digunakan warga," jelas Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tangsel, dr. H. Budi Santoso.

Menurut Budi, hasil pemeriksaan laboratorium ini akan menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil pemerintah daerah. "Jika ternyata sumber kontaminasi berasal dari fasilitas umum, kita akan segera melakukan perbaikan atau penutupan fasilitas tersebut," tambahnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. "Kami sudah melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan situasi. Kami juga meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan kebersihan air yang dikonsumsi," ujar Maman Suryaman.

Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat melapor ke pihak berwenang jika menemukan gejala serupa pada diri atau keluarganya. "Jika mengalami muntah-muntah berlebihan atau diare yang tidak kunjung sembuh, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat," pesannya.

Untuk sementara waktu, pemerintah daerah meminta warga di kawasan yang terdampak untuk menggunakan air minum yang telah disediakan atau air yang telah dididihkan terlebih dahulu. "Kita akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat," tutup Maman.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter