07, 2026
Nasional

15 Tahun Steve Jobs Pergi, CEO Baru Apple Ungkap Kekagumannya

15 tahun setelah Steve Jobs meninggal, CEO baru Apple John Ternus mengenang sang pendiri dan mengungkap warisannya yang masih memandu Apple.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

15 Tahun Steve Jobs Pergi, CEO Baru Apple Ungkap Kekagumannya

Apple kembali mengenang sosok Steve Jobs dalam momen 15 tahun kepergiannya. Peringatan itu menjadi penanda bagaimana warisan pendiri Apple tersebut masih melekat kuat pada identitas perusahaan, bahkan setelah lebih dari satu dekade ia meninggal dunia pada 5 Oktober 2011. CEO Apple saat ini, Tim Cook, secara terbuka menyampaikan kekagumannya terhadap visi dan prinsip kerja Jobs yang dinilainya tetap relevan hingga sekarang.

Warisan yang Tak Pernah Usai

Steve Jobs meninggal pada usia 56 tahun setelah lama berjuang melawan kanker pankreas. Kepergiannya terjadi hanya sehari setelah Apple memperkenalkan iPhone 4S, produk yang kemudian menjadi salah satu perangkat paling berpengaruh dalam sejarah industri teknologi. Hingga kini, tanggal 5 Oktober selalu menjadi momen refleksi bagi Apple dan komunitas penggunanya di seluruh dunia.

Dalam berbagai kesempatan, Tim Cook menyebut Jobs bukan sekadar pendiri perusahaan, melainkan sosok yang menanamkan cara berpikir yang membentuk budaya kerja Apple. Menurut Cook, pendekatan Jobs yang menempatkan kesederhanaan, kualitas, dan pengalaman pengguna sebagai pusat pengembangan produk masih menjadi kompas utama perusahaan.

Kekaguman Cook terhadap Jobs bukan hal baru. Sejak menggantikan Jobs sebagai CEO pada Agustus 2011, Cook berulang kali menegaskan bahwa ia tidak berusaha meniru gaya kepemimpinan pendahulunya. Ia lebih memilih menerjemahkan nilai-nilai yang diwariskan Jobs ke dalam konteks perusahaan yang jauh lebih besar dan kompleks.

Dari Visioner menjadi Fondasi Perusahaan

Jobs dikenal sebagai figur yang obsesif terhadap detail. Ia terlibat langsung dalam desain produk, mulai dari bentuk fisik, material, hingga cara perangkat bekerja. Pendekatan itu melahirkan sejumlah produk ikonik seperti iMac, iPod, iPhone, dan iPad yang mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.

Namun warisan Jobs tidak hanya soal produk. Ia juga membangun ekosistem yang mengikat perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan dalam satu pengalaman yang utuh. Strategi itu menjadi fondasi bagi Apple untuk berkembang menjadi salah satu perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Di bawah kepemimpinan Cook, Apple memperluas cakupan bisnisnya ke layanan digital, perangkat wearable, hingga teknologi kesehatan. Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan prinsip yang diletakkan Jobs, yakni menolak berkompromi pada hal-hal yang dianggap inti.

Cook beberapa kali menyampaikan bahwa ia kerap bertanya pada dirinya sendiri apa yang akan dilakukan Jobs dalam situasi tertentu. Kebiasaan itu, menurutnya, membantu menjaga arah perusahaan agar tidak melenceng dari nilai awal yang sudah dibangun sejak Apple didirikan pada 1976.

Tekanan dan Ekspektasi Sepanjang Dekade

Menggantikan figur sebesar Jobs bukan perkara mudah. Pada awal masa kepemimpinannya, banyak pengamat meragukan kemampuan Cook untuk mempertahankan momentum inovasi Apple. Kritik soal minimnya terobosan baru sempat menghantui perusahaan, terutama ketika pasar smartphone mulai jenuh.

Namun skeptisisme itu perlahan mereda. Apple di bawah Cook berhasil mempertahankan pertumbuhan, memperkuat rantai pasok global, dan memperluas basis pengguna. Peluncuran Apple Watch, layanan streaming, hingga pengembangan chip sendiri menjadi bukti bahwa perusahaan tetap bergerak meski tanpa sosok visioner di panggung utama.

Kekaguman Cook terhadap Jobs sering muncul dalam pidato publik, wawancara, maupun unggahan di media sosial. Ia menyebut Jobs sebagai mentor, sahabat, dan alasan mengapa ia memutuskan bergabung dengan Apple pada 1998. Menurut Cook, kehadiran Jobs mengajarkan bahwa produk yang baik lahir dari keyakinan, bukan sekadar riset pasar.

Relevansi di Era Baru

Lima belas tahun setelah kepergiannya, nama Steve Jobs masih sering dikaitkan dengan standar inovasi di industri teknologi. Banyak perusahaan menjadikannya rujukan dalam hal kepemimpinan, desain, dan strategi produk. Bagi Apple sendiri, warisan itu menjadi bagian dari narasi perusahaan yang terus dipelihara.

Cook menegaskan bahwa mengenang Jobs bukan sekadar aktivitas nostalgia. Baginya, nilai-nilai yang ditanamkan pendiri Apple itu menjadi pengingat untuk terus berani mengambil risiko dan tidak puas pada pencapaian yang ada. Ia menilai semangat itu yang membuat Apple mampu bertahan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Dalam peringatan 15 tahun ini, publik kembali diingatkan bahwa jejak Steve Jobs tidak hanya terlihat pada produk yang dihasilkan Apple, tetapi juga pada cara perusahaan itu memandang dirinya sendiri. Sosoknya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah industri teknologi modern, sekaligus cermin bagi generasi pemimpin berikutnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter