30, 2026
Nasional

17 Ribu Personel Dikerahkan Amankan 37 Kegiatan di Jakarta, Ada 20 Titik Demo di Ibu Kota Hari Ini

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/25/6ab5e2a849124-ilustrasi-personel-kepolisian-polda-metro-jaya_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polda Metro Jaya Kerahkan 17 Ribu Personel untuk Amankan 37 Kegiatan di Jakarta

Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 17 ribu personel gabungan untuk mengamankan 37 kegiatan yang berlangsung di wilayah Jakarta pada hari ini. Pengamanan tersebut mencakup berbagai jenis acara, mulai dari kegiatan pemerintahan, olahraga, hiburan, hingga aksi unjuk rasa yang tersebar di sejumlah titik di ibu kota.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa ribuan personel tersebut terdiri atas anggota kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta petugas terkait lainnya. Penempatan personel dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan dan kebutuhan pengamanan di setiap lokasi kegiatan.

20 Titik Demonstrasi di Ibu Kota

Dari 37 kegiatan yang terdata, sebanyak 20 titik di antaranya merupakan lokasi aksi demonstrasi. Penyebaran massa aksi tersebar di berbagai kawasan, termasuk di depan gedung kementerian, lembaga negara, kantor pemerintahan daerah, hingga sejumlah ruas jalan protokol. Polda Metro Jaya mencatat bahwa masing-masing titik memiliki karakteristik massa dan tuntutan yang berbeda-beda.

Untuk mengantisipasi potensi gesekan antar kelompok maupun gangguan ketertiban umum, polisi menempatkan personel dalam jumlah yang disesuaikan dengan estimasi jumlah peserta di setiap titik. Pengamanan dilakukan dengan pola preventif dan persuasif, mengedepankan dialog serta pendekatan humanis kepada para peserta aksi.

“Kami sudah memetakan seluruh titik kegiatan. Setiap lokasi demo akan mendapat pengawalan dan penjagaan sesuai skala massa. Prioritas kami adalah memastikan kegiatan berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat luas,” ujar perwakilan Polda Metro Jaya dalam keterangan resminya.

Rekayasa Lalu Lintas Diperlukan

Dampak dari banyaknya kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Beberapa ruas jalan yang berdekatan dengan lokasi demo berpotensi mengalami penutupan sementara, pengalihan arus, maupun penyempitan lajur. Pengendara diminta mencari jalur alternatif dan memperhitungkan waktu perjalanan lebih lama.

Selain pengaturan arus kendaraan, petugas juga menyiapkan kantong-kantong parkir dan jalur evakuasi. Hal ini dilakukan agar mobilitas warga tetap berjalan meskipun ada konsentrasi massa di sejumlah titik. Personel lalu lintas ditempatkan di persimpangan utama untuk mengatur arus dan mencegah kemacetan panjang.

Imbauan kepada Masyarakat

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Warga yang hendak melintas di sekitar lokasi kegiatan diminta mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri menerobos area yang ditutup. Bagi pengguna transportasi umum, disarankan memantau informasi terbaru mengenai pengalihan rute dan penyesuaian jadwal perjalanan.

Polda Metro Jaya juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan yang berlangsung telah memperoleh izin sesuai ketentuan. Aksi unjuk rasa dilindungi undang-undang sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, sepanjang dilakukan secara damai, tertib, dan tidak melanggar hak orang lain.

“Kami menghormati hak menyampaikan pendapat. Yang kami jaga adalah ketertiban bersama. Kami berharap seluruh peserta aksi menjaga ketertiban, tidak membawa barang berbahaya, dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun,” kata pihak kepolisian.

Fokus Pengamanan dan Pengawasan

Sebanyak 17 ribu personel yang dikerahkan akan bertugas dalam sistem shift untuk memastikan stamina dan kewaspadaan tetap terjaga. Pengamanan tidak hanya terfokus pada lokasi demo, tetapi juga pada objek vital seperti istana, kantor pemerintahan, terminal, stasiun, dan pusat perbelanjaan.

Polda Metro Jaya juga mengerahkan tim intelijen dan patroli mobile untuk memantau perkembangan situasi secara real-time. Setiap laporan dari lapangan langsung dianalisis di pos komando untuk menentukan langkah pengamanan berikutnya. Jika terjadi eskalasi atau tindakan anarkistis, aparat akan mengambil langkah tegas sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan jumlah kegiatan dan titik demo yang cukup banyak, koordinasi lintas instansi menjadi kunci. Polri, TNI, pemerintah daerah, serta penyelenggara kegiatan diminta bersinergi agar seluruh rangkaian acara bisa berlangsung aman, lancar, dan tidak menimbulkan korban maupun kerugian material.

Hingga pukul berita ini diturunkan, situasi di sejumlah titik dilaporkan masih terkendali. Massa aksi menyampaikan pendapat secara bergantian dan membubarkan diri setelah menyelesaikan orasi. Aparat tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gelombang massa susulan pada sore hingga malam hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter