30, 2026
Nasional

2 Korban Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan di Perairan Kalteng Kenakan Jaket Pelampung

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/21/6ab14c58e7d7b-tim-sar-mengevakuasi-dua-jasad-korban-kecelakaan-km-virgo-transport-8_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dua Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan di Perairan Kalimantan Tengah

Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) berhasil menemukan dua jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan masih mengenakan jaket pelampung. Penemuan ini menjadi harapan baru bagi tim SAR yang masih terus mencari korban lainnya yang masih dalam status hilang.

KM Virgo Transport 8 merupakan kapal motor penumpang yang mengangkut 45 orang, terdiri dari 32 penumpang dan 13 awak kapal. Kapal ini tenggelam pada Sabtu (16/9/2023) pukul 02.30 WIB di perairan Sungai Kahayan, Kabupaten Pulang Pisau. Kapal dalam perjalanan dari Palangka Raya ke Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan keterangan Kepala Basarnas Palangka Raya, Muhammad Fajar, kecelakaan terjadi saat cuaca buruk dengan kondisi laut yang cukup ganas. "Kapal mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan dan akhirnya terbalik akibat ombak besar," ujar Fajar, Minggu (17/9/2023).

Menurut saksi mata yang selamat, kapal mulai mengalami masalah mesin sekitar pukul 01.00 WIB. Upaya perbaikan dilakukan oleh awak kapal namun tidak berhasil. Beberapa saat kemudian, ombak besar datang dan membuat kapal terguncang hebat hingga akhirnya terbalik.

"Kondisi air saat itu sangat deras dan gelap, membuat banyak penumpang kesulitan untuk menyelamatkan diri. Beberapa yang bisa berenang mencapai darat, namun tidak semua," tambah Fajar.

Evakuasi Korban

Sejak kejadian, tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI/Polri, dan BPBD Kalimantan Tengah terus melakukan pencarian korban. Selama dua hari, tim SAR berhasil menyelamatkan 28 orang dan menemukan 2 jenazah korban.

Kepala BPBD Kalimantan Tengah, Herman, mengatakan evakuasi dilakukan dengan beberapa kapal patroli dan tim penyelam. "Tim SAR terus melakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kapal tenggelam. Kondisi arus sungai yang deras menjadi tantangan tersendiri," jelas Herman.

Dua jenazah korban yang ditemukan pada Minggu (17/9/2023) sekitar pukul 10.00 WIT di desa Petak Malau, Kecamatan Kahayan Tengah, langsung dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Palangka Raya untuk diotopsi. "Kedua korban masih mengenakan jaket pelampung, namun kondisi tubuh sudah membusuk," ucap Kepala RSUD dr. Murjani Palangka Raya, drg. Satria.

Status Korban

Saat ini, status korban terdiri dari 28 orang yang berhasil diselamatkan, 2 orang ditemukan meninggal, dan 15 orang masih dalam status hilang. Mayoritas korban yang selamat adalah perempuan dan anak-anak.

"Kami masih terus mencari korban yang masih hilang. Tim SAR sudah diperkuat dengan tambahan personel dan alat berat untuk mempercepat pencarian," kata Fajar Basarnas.

Para korban yang selamat sementara ditampung di posko darurat di Kantor BPBD Kabupaten Pulang Pisau. Mereka mendapatkan bantuan makanan, minuman, dan perawatan kesehatan. "Para korban dalam kondisi trauma, terutama anak-anak. Kami sedang memberikan bantuan psikologis," tambah Herman.

Respon Pemerintah

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, sudah memerintahkan pihak terkait untuk menangani dampak kecelakaan ini secara maksimal. "Saya meminta agar semua pihak bekerja sama untuk menangani dampak dari musibah ini. Khususnya untuk korban yang masih hilang, agar pencariannya dilakukan secara maksimal," ujar Sugianto.

Pemerintah provinsi juga membuka posko bencana di kantor gubernur untuk mengkoordinasi bantuan bagi korban. "Kami akan memberikan bantuan berupa uang tunai, sembako, dan alat-alat kebutuhan pokok bagi para korban dan keluarganya," kata Kepala Dinas Sosial Kalimantan Tengah, Budi Santoso.

Insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait pentingnya keselamatan pelayaran di wilayah Kalimantan. Khususnya untuk kapal-kapal yang mengangkut penumpang, perlu dilakukan pengecekan kelayakan secara rutin dan memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter