21, 2026
Teknologi

2 Pasar Saham Dijatuhkan MSCI, Tapi Kini Sukses Bangkit

Sejumlah pasar saham berhasil bangkit usai "dijatuhkan" Morgan Stanley Capital International (MSCI). Setidaknya ini terjadi di Yunani dan Bulgaria.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

2 Pasar Saham Dijatuhkan MSCI, Tapi Kini Sukses Bangkit

2 Pasar Saham Dijatuhkan MSCI, Tapi Kini Sukses Bangkit

Keputusan lembaga indeks global MSCI untuk menurunkan status sebuah pasar saham bukan sekadar perubahan label. Reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market dapat memicu arus keluar dana pasif, menurunkan likuiditas, dan memperlebar biaya modal. Namun sejarah menunjukkan bahwa penurunan status tidak selalu menjadi akhir. Argentina dan Pakistan menjadi dua contoh pasar saham yang pernah “dijatuhkan” MSCI, lalu menunjukkan fase kebangkitan melalui perbaikan kebijakan dan infrastruktur pasar.

MSCI mengklasifikasikan pasar saham ke dalam beberapa kategori, antara lain Developed Market, Emerging Market, Frontier Market, dan Standalone Market. Kategori tersebut menjadi acuan bagi banyak investor institusi global, terutama pengelola dana yang mengikuti indeks. Ketika sebuah pasar masuk Emerging Market, bobotnya dalam indeks global lebih besar dan basis investor menjadi lebih luas. Sebaliknya, saat turun ke Frontier Market, pasar tersebut kehilangan sebagian eksposur dari dana pasif dan menghadapi persepsi risiko yang lebih tinggi.

Yang penting, penurunan status oleh MSCI umumnya tidak semata-mata disebabkan oleh kinerja indeks saham. MSCI lebih banyak menilai aspek akses pasar, likuiditas, kemudahan investor asing masuk dan keluar, kepastian regulasi, serta ketersediaan infrastruktur perdagangan. Karena itu, jalan untuk bangkit juga tidak bisa hanya mengandalkan lonjakan harga saham. Diperlukan reformasi nyata agar pasar kembali memenuhi standar investabilitas global.

Argentina: Dari Pembatasan Valuta Asing ke Kembali Emerging

Argentina pernah berada di kategori Emerging Market, tetapi MSCI menurunkannya ke Frontier Market pada 2009. Salah satu pemicu utama adalah pembatasan arus modal dan valuta asing yang menyulitkan investor asing mengakses pasar. Kebijakan tersebut membuat proses repatriasi dana menjadi rumit dan meningkatkan risiko operasional bagi pengelola dana global. Akibatnya, bobot Argentina dalam indeks emerging mengecil, sementara sebagian investor memilih mengurangi eksposur.

Perubahan arah kebijakan pada periode berikutnya menjadi titik balik. Pemerintahan Argentina melakukan serangkaian reformasi, termasuk pelonggaran kontrol valuta asing dan perbaikan hubungan dengan kreditur internasional. Langkah tersebut tidak serta-merta menghilangkan volatilitas makroekonomi, tetapi meningkatkan kembali kepercayaan pelaku pasar terhadap akses investasi. MSCI kemudian mengembalikan Argentina ke kategori Emerging Market pada 2019.

Kembalinya Argentina ke Emerging Market menunjukkan bahwa faktor kebijakan lebih menentukan daripada sekadar rekam jejak harga saham. Indeks Merval memang dikenal sangat fluktuatif, dipengaruhi inflasi, nilai tukar, dan kondisi fiskal. Namun, dari sisi klasifikasi MSCI, perbaikan akses pasar dan pengurangan hambatan administratif menjadi kunci. Bagi investor, sinyal utama bukan hanya kenaikan indeks, melainkan konsistensi regulasi dan keterbukaan pasar.

Pakistan: Bangkit, Tertekan Lagi, Lalu Menunjukkan Daya Tahan

Pakistan mengalami penurunan status dari Emerging Market ke Frontier Market sekitar 2008. Saat itu, bursa saham Pakistan menerapkan pembatasan perd

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter