07, 2026
Nasional

2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat di Pekanbaru Imbas Asap Karhutla

Dua pesawat dari Jakarta ke Pekanbaru gagal mendarat akibat asap karhutla. Satu peswat terpaksa putar balik ke Bandara Soetta.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat di Pekanbaru Imbas Asap Karhutla

Dua pesawat yang berangkat dari Jakarta dilaporkan gagal mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, akibat terganggu kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Insiden penerbangan ini menjadi salah satu dampak paling langsung dari memburuknya kualitas udara di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pesawat tersebut seharusnya mendarat di Pekanbaru pada jam-jam penerbangan reguler. Namun, jarak pandang di sekitar kawasan bandara dinilai tidak memenuhi ambang batas keselamatan minimum sehingga pilot memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pendaratan. Keputusan itu diambil sebagai langkah mitigasi risiko, mengingat visibilitas yang rendah dapat membahayakan keselamatan penumpang dan kru.

Jarak Pandang di Bawah Standar Keselamatan

Kabut asap dari karhutla diketahui menurunkan jarak pandang horizontal di sekitar bandara hingga level yang tidak memungkinkan pesawat melakukan pendaratan visual maupun instrumen dengan aman. Dalam kondisi normal, sebuah bandara mensyaratkan jarak pandang minimum tertentu agar pesawat boleh mendarat. Ketika asap menebal dan visibilitas terus menurun, otoritas penerbangan biasanya mengambil langkah konservatif dengan menunda, mengalihkan, atau membatalkan pendaratan.

Kedua pesawat dari Jakarta itu akhirnya dialihkan ke bandara alternatif terdekat. Pengalihan atau diversion merupakan prosedur standar dalam dunia penerbangan ketika kondisi cuaca, termasuk kabut asap, tidak memungkinkan pendaratan. Langkah ini memastikan pesawat tetap dapat mendarat di lokasi yang memiliki jarak pandang memadai, meski harus menempuh jarak tambahan dan memakan waktu lebih lama.

Dampak Karhutla terhadap Operasional Penerbangan

Gangguan penerbangan akibat asap karhutla bukan hal baru di Indonesia. Hampir setiap tahun, terutama pada musim kemarau, titik panas atau hotspot muncul di sejumlah provinsi dan memicu kabut asap yang menyebar lintas wilayah. Asap tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada sektor transportasi, khususnya penerbangan.

Ketika kabut asap menutup langit bandara, maskapai menghadapi pilihan sulit. Menunda penerbangan berarti penumpang harus menunggu lebih lama, sementara mengalihkan penerbangan ke bandara lain menimbulkan biaya tambahan bagi maskapai dan ketidaknyamanan bagi penumpang. Dalam kasus yang lebih buruk, sejumlah penerbangan dapat dibatalkan sepenuhnya.

Selain penumpang, dampak juga dirasakan oleh pelaku usaha yang mengandalkan transportasi udara untuk mengirim barang. Keterlambatan pengiriman dapat mengganggu rantai pasok, terutama untuk komoditas yang sensitif terhadap waktu. Sektor pariwisata pun turut terdampak karena wisatawan cenderung menunda atau membatalkan perjalanan ke daerah yang dilanda kabut asap.

Kualitas Udara dan Risiko Kesehatan

Kabut asap karhutla mengandung partikel halus yang berbahaya bagi sistem pernapasan. Paparan dalam waktu lama dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut, memperburuk asma, dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta paru-paru. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi yang paling berisiko.

Pemerintah daerah biasanya mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, mengenakan masker, dan menutup jendela rumah ketika kualitas udara memburuk. Sekolah-sekolah di sejumlah daerah bahkan diliburkan ketika indeks kualitas udara berada pada level tidak sehat hingga berbahaya. Namun, imbauan semacam itu belum mampu menghilangkan sumber masalah utama, yaitu kebakaran lahan yang terus berulang.

Upaya Penanganan dan Tantangan

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi karhutla, mulai dari pemadaman darat dan udara, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, hingga modifikasi cuaca untuk memicu hujan buatan. Meski demikian, tantangan tetap besar, terutama karena sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut yang sulit dipadamkan dan dapat menyala kembali meski permukaan sudah terlihat padam.

Faktor cuaca turut memperparah situasi. Musim kemarau yang panjang membuat lahan mudah terbakar, sementara angin kencang membantu asap menyebar ke wilayah yang lebih luas. Kondisi ini membuat penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas instansi, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta otoritas bandara dan maskapai.

Dalam konteks penerbangan, koordinasi antara otoritas bandara, maskapai, dan penyedia layanan navigasi udara menjadi kunci. Informasi mengenai kondisi jarak pandang harus diperbarui secara berkala agar keputusan pendaratan dapat diambil dengan cepat dan tepat. Maskapai juga perlu menyiapkan rencana alternatif, termasuk penentuan bandara pengalihan yang siap menerima pesawat tambahan.

Pelajaran bagi Keselamatan Penerbangan

Insiden gagal mendaratnya dua pesawat dari Jakarta di Pekanbaru menjadi pengingat bahwa faktor lingkungan dapat berdampak langsung pada keselamatan penerbangan. Prioritas utama dalam setiap penerbangan adalah keselamatan penumpang dan kru. Karena itu, keputusan untuk mengalihkan pesawat ketika jarak pandang tidak memadai merupakan langkah yang tepat dan sejalan dengan prosedur keselamatan.

Ke depan, penanganan karhutla yang lebih serius dan berkelanjutan menjadi prasyarat agar gangguan serupa tidak terus berulang. Tanpa perbaikan pada akar masalah, kabut asap akan terus menjadi ancaman tahunan bagi kesehatan masyarakat, perekonomian, dan keselamatan transportasi udara di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter