Dua Perampok Pembunuh Warek IT&B Ditangkap, Sewa PSK Usai Beraksi
Polisi mengungkap fakta baru di balik kasus pembunuhan terhadap Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Medan, Erwin Suryadi. Dua pelaku yang ditangkap diketahui menyewa pekerja seks komersial (PSK) usai menjalankan aksi perampokan yang berujung hilangnya nyawa korban. Peristiwa itu terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, dan mencuat setelah penyidik merampungkan pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka.
Kasus ini bermula ketika korban ditemukan tak bernyawa di kediamannya. Erwin Suryadi yang menjabat sebagai Wakil Rektor IT&B Medan menjadi sasaran perampokan oleh dua pelaku yang kini telah diamankan aparat kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua pelaku masuk ke rumah korban dengan niat mengambil barang berharga. Namun aksi tersebut berujung pada tindakan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kronologi Aksi Perampokan
Menurut keterangan pihak kepolisian, kedua pelaku terlebih dahulu memantau situasi di sekitar lokasi sebelum melancarkan aksinya. Mereka diduga mengetahui bahwa korban berada sendirian di rumah pada saat kejadian. Setelah memastikan kondisi lengang, keduanya masuk dan langsung mengancam korban untuk menyerahkan barang-barang berharga.
Korban yang berusaha mempertahankan diri akhirnya menjadi korban kekerasan pelaku. Polisi menyebut kedua tersangka nekat menghabisi nyawa Erwin Suryadi karena korban dianggap melawan dan berpotensi menarik perhatian warga sekitar. Setelah memastikan korban tidak lagi bernyawa, pelaku menguras sejumlah barang berharga lalu melarikan diri dari lokasi kejadian.
Usai Beraksi, Pelaku Sewa PSK
Fakta mengejutkan terungkap saat penyidik menelusuri jejak kedua pelaku setelah kejadian. Alih-alih bersembunyi atau melarikan diri ke luar kota, keduanya justru menghabiskan uang hasil kejahatan untuk bersenang-senang. Polisi menyatakan kedua pelaku menyewa PSK di sebuah penginapan di Medan tak lama setelah merampok dan membunuh korban.
Langkah tersebut dilakukan pelaku untuk menghilangkan jejak sekaligus menikmati hasil rampokan. Namun rekaman kamera pengawas atau CCTV serta keterangan sejumlah saksi akhirnya mengarahkan polisi pada keberadaan keduanya. Penangkapan dilakukan setelah penyidik memetakan pergerakan pelaku sejak sebelum hingga sesudah aksi.
Barang Bukti dan Ancaman Hukuman
Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk barang milik korban yang diduga kuat menjadi hasil perampokan. Selain itu, aparat juga mengamankan barang-barang lain yang terkait dengan aksi kejahatan tersebut. Kedua pelaku kini ditahan di Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penyidik menjerat kedua tersangka dengan pasal berlapis, mulai dari pasal pencurian dengan kekerasan hingga pasal pembunuhan. Ancaman hukuman yang menanti keduanya tergolong berat, mengingat perbuatan mereka mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Respons Institusi dan Dunia Pendidikan
Kematian Erwin Suryadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar IT&B Medan. Almarhum dikenal sebagai akademisi yang berdedikasi di bidang pendidikan. Pihak kampus menyampaikan belasungkawa serta berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman setimpal kepada para pelaku.
Kasus ini juga menambah daftar panjang tindak kriminalitas jalanan di Kota Medan yang berujung pada kehilangan nyawa. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keberadaan orang tak dikenal di lingkungan tempat tinggal. Sistem keamanan lingkungan dinilai perlu diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang.
Penyelidikan Berlanjut
Hingga kini, polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam aksi tersebut. Penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang membantu atau menampung kedua tersangka setelah kejadian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara.
Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang pejabat kampus serta fakta perilaku pelaku yang menyewa PSK usai beraksi. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan perkara secara tuntas dan transparan, sekaligus memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Komentar (0)