30, 2026
Nasional

26 Ribu Personel Dikerahkan Amankan 99 Kegiatan di Jakarta! Ada 73 Titik Demo di Ibu Kota Hari Ini

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/16/6aaa75ada99ef-kabid-humas-polda-metro-jaya-kombes-pol-budi-hermanto-tengah_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 26 ribu personel gabungan untuk mengamankan 99 kegiatan yang berlangsung di wilayah Jakarta pada hari ini. Dari jumlah kegiatan tersebut, sebanyak 73 titik di antaranya merupakan aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang tersebar di berbagai lokasi di ibu kota.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa ribuan personel tersebut diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat luas. Pengamanan dilakukan dengan pola pengamanan tertutup dan terbuka, disesuaikan dengan karakter masing-masing kegiatan.

Sebaran Titik Demonstrasi

Dari 73 titik unjuk rasa yang terdata, mayoritas terkonsentrasi di kawasan pusat pemerintahan dan perkantoran, seperti sekitar Gedung DPR RI, Kementerian, serta sejumlah kantor lembaga negara. Selain itu, beberapa titik demo juga muncul di kawasan industri, kantor perusahaan swasta, dan ruang publik yang biasa digunakan untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Menurut Budi, pihaknya telah memetakan setiap titik demo berdasarkan estimasi jumlah massa, isu yang diangkat, serta potensi kerawanan. Pemetaan ini menjadi dasar penempatan personel agar kekuatan pengamanan tidak menumpuk di satu lokasi, sementara lokasi lain justru minim pengawasan.

Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus

Selain pengamanan massa, Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang berdekatan dengan titik unjuk rasa. Pengalihan arus bersifat situasional, artinya diterapkan atau tidak diterapkan bergantung pada perkembangan di lapangan. Masyarakat diminta memantau informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat agar tidak terjebak kemacetan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau pengguna jalan mencari jalur alternatif, terutama bagi mereka yang hendak melintasi kawasan pusat kota pada jam-jam sibuk. Petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengatur arus kendaraan dan memberikan informasi kepada pengendara.

Pendekatan Humanis dan Preemtif

Budi menegaskan bahwa pengamanan unjuk rasa dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Personel yang diterjunkan diarahkan untuk tidak melakukan tindakan represif selama massa menyampaikan pendapat sesuai koridor hukum. Namun, aparat tetap memiliki kewenangan bertindak tegas apabila terjadi pelanggaran yang mengancam keselamatan publik atau merusak fasilitas umum.

Polda Metro Jaya juga menggandeng instansi terkait, seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta organisasi masyarakat, untuk menjaga situasi tetap kondusif. Koordinasi lintas sektor ini dinilai penting agar penanganan unjuk rasa tidak hanya bertumpu pada aparat kepolisian.

Imbauan kepada Masyarakat

Kepada para pengunjuk rasa, kepolisian mengimbau agar menyampaikan aspirasi secara tertib, tidak membawa senjata tajam, serta tidak melakukan provokasi yang dapat memicu bentrokan. Sementara itu, kepada masyarakat yang tidak terlibat dalam unjuk rasa, diharapkan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.

Budi juga meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai situasi di lokasi demo. Penyebaran hoaks, menurutnya, berpotensi memperkeruh keadaan dan menghambat upaya aparat menjaga keamanan.

Kesiapan Personel Gabungan

Sebanyak 26 ribu personel yang dikerahkan terdiri atas anggota kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta petugas dari instansi lain. Mereka disiagakan di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Beberapa personel juga ditempatkan di objek vital, seperti bandara, terminal, stasiun, dan pusat perbelanjaan.

Kesiapan personel gabungan ini, kata Budi, merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di ibu kota. Menurutnya, Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi nasional memiliki tingkat mobilitas tinggi sehingga setiap kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban harus diantisipasi sejak awal.

Polda Metro Jaya memastikan bahwa pengamanan 99 kegiatan, termasuk 73 titik unjuk rasa, akan berjalan sepanjang hari hingga seluruh kegiatan selesai. Jika situasi membutuhkan penambahan personel, kepolisian menyatakan siap mendatangkan pasukan cadangan dari wilayah penyangga, seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok.

Operasi Berjalan Situasional

Polisi menegaskan bahwa skenario pengamanan bersifat fleksibel. Jika jumlah massa di suatu titik bertambah signifikan, personel dapat digeser dari lokasi yang situasinya lebih terkendali. Sebaliknya, jika suatu titik demo selesai lebih cepat, personel akan ditarik dan dipindahkan ke lokasi yang masih membutuhkan pengamanan.

Dengan pengaturan seperti ini, diharapkan pengamanan dapat berjalan efisien tanpa mengurangi tingkat kewaspadaan. Polda Metro Jaya mengaku terus melakukan pemantauan melalui kamera pengawas serta laporan dari petugas di lapangan untuk mengambil keputusan secara cepat.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sejumlah titik unjuk rasa dilaporkan masih berlangsung dengan pengawalan ketat aparat. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter