11, 2026
Teknologi

3 Anggota OPM Tewas Usai Kontak Tembak dengan TNI di Maybrat

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

3 Anggota OPM Tewas Usai Kontak Tembak dengan TNI di Maybrat

Dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak tembak dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Insiden yang terjadi pada Rabu (15/3) ini juga melukai satu anggota KKB lainnya serta seorang prajurit TNI.

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Muhammad Rizki mengatakan, kontak tembak terjadi ketika pasukan TNI sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah tersebut. Tim patroli TNI mendapat laporan dari masyarakat adat tentang adanya kegiatan mencurigakan oleh sekelompok orang bersenjata.

"Berdasarkan laporannya, kami langsung mengirim tim untuk melakukan verifikasi. Ketika tim mendekati lokasi, kelompok tersebut langsung membuka tembakan terlebih dahulu," ujar Kapendam.

Dalam kontak tembak yang berlangsung sekitar 30 menit itu, tiga anggota KKB tewas di tempat, satu lainnya luka-luka dan berhasil kabur bersama rekan lainnya. Sementara itu, satu prajurit TNI mengalami luka tembakan di bagian kaki dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Sorong.

Menurut Kapendam, kelompok KKB yang terlibat dalam insiden ini diduga terkait dengan kelompok yang sebelumnya melakukan penyerangan terhadap personel TNI di wilayah yang sama. "Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi identitas para pelaku dan mengantisipasi adanya aksi balas dendam," tambahnya.

Lokasi dan Evakuasi

Insiden terjadi di kawak perbukitan yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat pemerintahan Distrik Aitinyo. Area tersebut dikenal sebagai wilayah sulit diakses dan sering menjadi basis bagi kelompok separatis Papua.

Setelah kontak tembak berakhir, tim TNI segera melakukan evakuasi korban. Jenazah tiga anggota KKB yang tewas dievakuasi ke RSUD Sorong untuk dilakukan otopsi sementara jenazah korban TNI yang luka dievakuasi ke rumah sakit yang sama.

Kapendam mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk melakukan investigasi lebih lanjut. "Kami juga meminta masyarakat untuk tidak terpancing oleh provokasi dan terus mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua," ujarnya.

Reaksi Masyarakat

Kehadiran TNI di wilayah Papua selalu menjadi topik yang sensitif bagi sebagian masyarakat setempat. Beberapa tokoh adat di Maybrat mengaku prihatin dengan adanya kontak tembak yang menewaskan nyawa di wilayahnya.

"Kami meminta agar semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini secara damai. Kekerasan hanya akan menambah penderitaan bagi masyarakat Papua yang sudah lama berada di zona konflik," kata seorang tokoh adat yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, sejumlah aktivis HAM mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi independen terkait insiden ini. Mereka khawatir adanya praktik eksekusi di luar hukum oleh aparat keamanan.

"Kami menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat berwajib. Namun, kami mengingatkan bahwa setiap tindakan kekerasan harus dilakukan sesuai dengan aturan berlaku dan tetap menghormati hak asasi manusia," ujar Kapendam dalam tanggapannya.

Tindakan Lanjutan

Setelah insiden ini, TNI meningkatkan keamanan di sejumlah titik strategis di Kabupaten Maybrat. Patroli gabungan TNI-Polri akan ditingkatkan untuk mencegah adanya aksi balas dendam dari kelompok KKB.

Kapendam juga menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif kepada anggota KKB untuk menyerahkan diri. "Kami masih membuka ruang bagi mereka yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Kami akan memberikan jaminan keamanan dan perlakuan yang manusiawi," kata Kapendam.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) menginstruksikan aparat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan di Papua sambil berupaya menyelesaikan masalah Papua secara komprehensif.

"Kontak tembak ini menunjukkan bahwa ancaman KKB di Papua masih ada. Namun, kami yapai dengan dukungan masyarakat, keamanan di Papua akan terus terjaga," pungkas Kapendam.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter