30, 2026
Teknologi

3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Pelaku 8 Orang

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan olah TKP pada Kamis (10/9). Saat olah TKP, petugas menemukan jejak darah yang tertinggal di TKP.]]>

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Pelaku 8 Orang

3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata

Wamena, Papua - Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya tewas ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam sebuah serangan yang terjadi pada Selasa (15/8/2023) siang. Kejadian berdarah ini menambah daftar insiden kekerasan di wilayah Papua yang belum lama ini masih relatif kondusif.

Korban dalam insiden ini beridentitas sebagai Yulianus Wandikbo (45), pegawai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Pemkab Jayawijaya; Yulianus Taga (40), pegawai Dinas Perikanan; serta Yulianus Wenda (38), pegawai Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Ketiga korban merupakan warga negara Indonesia yang bertugas di Pemkab Jayawijaya.

Kronologi Penembakan

Menurut informasi yang dihimpun, serangan terjadi sekitar pukul 12.30 WIT saat korban sedang dalam perjalanan pulang dari kantor menggunakan sepeda motor. Kelompok KKB yang berjumlah sekitar delapan orang dan dilengkapi senjata api jenis laras panjang, melakukan penembakan secara membabi buta di Jalan Raya Wamena-Mutni, Distrik Wamena.

Saksi mata mengungkapkan bahwa para penembak menghalangi jalan korban sebelum melakukan aksi. "Mereka langsung menembak korban tanpa banyak bicara," kata sependuduk setempat yang tidak mau disebutkan namanya. Setelah melakukan aksi, pelaku melarikan dira ke arah hulu Sungai Baliem.

Respon Pihak Berwenang

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya, AKBP Rudiarto Herlambang, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah turun ke lokasi dan melakukan evakuasi korban. "Kita sudah mengamankan TKP (tempat kejadian perkara) dan sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku," ujarnya.

Evakuasi korban dilakukan ke RSUD Wamena. Sayangnya, ketiga korban dinyatakan tewas di tempat usai mendapat pertolongan pertama. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disiapkan pemakaman.

AKBP Rudiarto menambahkan bahwa pihaknya sudah mengerahkan personel tambahan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku. "Kami meminta masyarakat untuk tidak panik dan terus mendukung upaya penegakan hukum," tamboknya.

Latar Belakang Insiden

Wilayah Jayawijaya, khususnya sekitar Wamena, sebelumnya pernah mengalami beberapa insiden kekerasan. Beberapa di antaranya terkait dengan kelompok separatis yang masih aktif di beberapa wilayah Papua.

Menurut analis keamanan, serangan terhadap pegawai pemerintah seringkali dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap kehadiran aparat negara. "Mereka (KKB) sering kali menargetkan pegawai pemerintah sebagai simbol kehadiran negara di wilayah tersebut," ujar analis yang tidak mau disebutkan namanya.

Reaksi Pemerintah

Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengutamakan perdamaian dalam insiden ini. "Kami menyayangkan kejadian ini dan meminta agar pihak berwenang segera mengungkap pelakunya," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo, mengaku kecewa dengan terjadinya penembakan terhadap pegawainya. "Kami akan terus mendukung proses hukum yang berjalan agar pelaku bisa ditangkap dan diadili," tegasnya.

Ketua DPRD Jayawijaya, Yulianus Wonda, juga mengecam keras aksi penembakan tersebut. "Ini adalah aksi yang tidak manusiawi dan meresahkan. Kita meminta pemerintah pusat untuk memberikan keamanan maksimal bagi seluruh pegawai di wilayah ini," pungkasnya.

Situasi Saat Ini

Situasi di Wamena saat ini kondusif meski masih ada rasa takut di kalangan masyarakat. Pihak kepolisian telah mengimbau warga untuk tetap waspada dan melapor jika ada kegiatan mencurigakan di sekitar tempat tinggalnya.

Upaya pencarian pelaku masih berlangsung. Pihak kepolisian menduga pelaku masih bersembunyi di hulu Sungai Baliem dan sedang melakukan pengembangan penyidikan untuk mengetahui motif pasti dari penembakan tersebut.

Insiden ini menunjukkan bahwa tantangan keamanan di wilayah Papua masih sangat kompleks dan memerlukan penanganan yang komprehensif dari pemerintah pusat maupun daerah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter