14, 2026
Nasional

37.494 WNI Berada di Riyadh, Tak Ada yang Jadi Korban Serangan Houthi

Kemlu memastikan 37.494 WNI di Riyadh aman dari serangan Houthi. Bandara King Khalid ditutup hingga 17 Oktober. WNI diminta tingkatkan kewaspadaan.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

37.494 WNI Berada di Riyadh, Tak Ada yang Jadi Korban Serangan Houthi

37.494 WNI di Riyadh Aman Setelah Serangan Houthi

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menyatakan bahwa sebanyak 37.494 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Riyadh, Arab Saudi, aman dan tidak menjadi korban dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan, Komunikasi, dan Layanan Publik Kemenlu, Teuku Faizasyah, dalam siaran pers resmi yang diterima pada Rabu (15/11).

Serangan Terjadi di Area Industri

Serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi terjadi pada Selasa (14/11) dini hari waktu setempat. Target serangan tersebut adalah area industri di pinggiran kota Riyadh. Menurut laporan dari pihak berwenang Arab Saudi, serangan ini menggunakan drone dan rudal balistik yang berhasil diintersepsi oleh sistem pertahanan udara negara tersebut.

"Kita dapat mengkonfirmasi bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban dalam insiden ini. Semua warga negara kita di Riyadh aman dan tidak terdampak langsung dari serangan tersebut," ujar Faizasyah.

Respons Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia segera mengambil langkah preventif untuk memastikan keselamatan seluruh WNI di Arab Saudi. Tim dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Riyadh langsung melakukan koordinasi dengan pihak berwenang setempat dan melakukan pendataan terhadap seluruh WNI yang berada di area dekat lokasi serangan.

"KBRI Riyadh telah menghubungi seluruh komunitas WNI di sekitar area yang diserang untuk memastikan kondisi mereka aman. Hingga saat ini, semua laporan menyatakan bahwa tidak ada WNI yang terluka atau mengalami kerusakan akibat serangan tersebut," jelas Faizasyah.

Situasi di Riyadh Setelah Serangan

Serangan yang dilakukan oleh Houthi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional terkait stabilitas kawasan. Meskipun berhasil diintersepsi, serangan ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap kawasan Teluk masih tinggi.

Pihak berwenang Arab Saudi telah mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan operasi militer untuk menghancurkan kemampuan Houthi melancarkan serangan. Sementara itu, pemerintah Arab Saudi juga menegaskan komitmennya untuk melindungi warga asing yang tinggal di negara tersebut.

Langkah Keselamatan WNI

Dalam situasi seperti ini, Kemenlu RI menegarkan imbauan kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari KBRI setempat. WNI disarankan untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari berkumpul di area yang berpotensi menjadi target serangan.

"Kami terus memantau perkembangan situasi di Arab Saudi dan siap memberikan bantuan serta perlindungan bagi seluruh WNI. Kami juga mendorong seluruh WNI untuk mendaftar di aplikasi SIKN (Sistem Informasi Kemanusiaan) agar dapat dengan mudah dihubungi jika diperlukan evakuasi atau bantuan lainnya," tambah Faizasyah.

Koordinasi Internasional

Indonesia juga melakukan koordinasi dengan negara-negara lain untuk memastikan stabilitas kawasan. Kemenlu RI menyatakan dukungan terhadap upaya Arab Saudi dalam melindungi wilayahnya dan warga asing yang tinggal di sana.

Sementara itu, pihak Houthi mengklaim bahwa serangan tersebut adalah respons terhadap dukungan Arab Saudi terhadap koalisi militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat di Yaman. Klaim ini ditolak oleh pihak Arab Saudi yang menyebutkan bahwa serangan tersebut adalah pelanggaran hukum internasional.

Peran KBRI Riyadh

KBRI Riyadh terus beroperasi normal dan siap memberikan bantuan kepada WNI jika diperlukan. Pihak kedutaan juga menyediakan nomor darurat yang dapat dihubungi oleh WNI dalam situasi darurat.

"Kami meminta seluruh WNI untuk tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah Indonesia siap membantu dan melindungi hak-hak kemanusiaan mereka di luar negeri," pungkas Faizasyah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter