24, 2026
Nasional

5 Bintang yang Kariernya Meredup Setelah Tinggalkan Liverpool: Mimpi Buruk Coutinho di Barcelona

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

5 Bintang yang Kariernya Meredup Setelah Tinggalkan Liverpool

Liverpool telah menjadi salah satu klub yang paling menarik di dunia sepak bola dalam beberapa dekade terakhir. The Reds memiliki sejarah panjang dalam mencetak bintang-bintang dunia dan memberikan panggung bagi pemain-pemain untuk menunjukkan bakat mereka. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa beberapa pemain yang pernah bersinar di Anfield mengalami penurunan drastis setelah meninggalkan klub. Berikut adalah lima bintang yang kariernya meredup setelah hengkang dari Liverpool.

Philippe Coutinho: Dengan Liverpool ke Barcelona

Philippe Coutinho adalah salah satu pemain kunci yang membangun era baru Liverpool di bawah kepemimpinan Jürgen Klopp. Pemain asal Brasil ini dikenal dengan kemampuan menggiring bola yang luar biasa, passing akurat, dan tendangan jarak jauh yang mematikan. Di Liverpool, Coutinho menjadi pusat serangan dan turut membawa klub finis di posisi empat besar Liga Premier serta mencapai final Liga Champions 2018.

Ketika Barcelona datang dengan tawaran rekor klub senilai 120 juta poundsterling pada Januari 2018, Liverpool kesulitan menolaknya. Namun, transisi Coutinho ke Camp Nou jauh dari harapan. Pemain yang dijuluki "Neymar kecil" ini gagal menyesuaikan diri dengan sistem tiki-taka Barcelona dan mengalami serius cedera yang membuatnya absen dalam beberapa pertandingan penting. Setelah dua musim yang tidak konsisten, Coutinho dipinjamkan ke Bayern Muenchen dan kemudian dijual ke Aston Villa dengan harga jauh lebih rendah dari harga pembelian awal.

Christian Benteke: Dari Liverpool ke Crystal Palace

Christian Benteke datang ke Liverpool dengan status bintang setelah performa impresifnya di Aston Villa. Pemain Belgia ini dikenal sebagai penyerang yang kuat di udara dan mampu mencetak gol dari situasi sulit. Namun, di Liverpool, Benteke kesulitan menemukan performa terbaiknya. Dibawah asuhan Jürgen Klopp yang mengutamakan pergerakan cepat, Benteke terlihat tidak cocok dengan filosofi permainan tim.

Setelah hanya satu musim, Liverpool memutuskan untuk menjualnya ke Crystal Palace dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pembelian. Di Palace, Benteke masih mampu mencetak gol secara teratur tetapi tidak pernah kembali menunjukkan performa seperti saat di Villa. Ia menjadi contoh klasik pemain yang gagal menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan sistem permainan yang berbeda.

Andy Carroll: Dengan Liverpool ke West Ham

Andy Carroll adalah salah satu transfer termahal di dunia saat Liverpool memboyongnya dari Newcastle United pada tahun 2011. Penyerang Inggris ini memiliki fisik yang kuat dan kemampuan menendangan tajap yang mematikan. Namun, karier Carroll di Liverpool terhambat oleh serius cedera yang membuatnya absen dalam laga-laga penting.

Setelah tiga musim yang penuh dengan cedera, Liverpool memutuskan untuk meminjamkannya ke West Ham United dan kemudian dijual secara permanen. Di West Ham, Carroll sempat menunjukkan performa yang konsisten tetapi tidak pernah kembali ke level terbaiknya. Cedera terus menghantui kariernya hingga akhirnya pensiun dari sepak bola profesional pada usia 34 tahun.

Joe Cole: Dengan Liverpool ke Lille

Joe Cole adalah salah satu pemain berbakat di generasinya sebelum bergabung dengan Liverpool pada tahun 2010. Pemain Inggris ini dikenal dengan kemampuan teknis yang tinggi dan visi permainan yang luas. Namun, di bawah manajer Roy Hodgson dan kemudian Kenny Dalglish, Cole kesulitan menyesuaikan diri dengan peran yang diberikan.

Setelah dua musim yang mengecewakan, Cole memutuskan untuk hengkang ke Lille di Ligue 1 Prancis. Di sana, ia juga gagal menemukan performa terbaiknya dan hanya bermain selama satu musim sebelum kembali ke Inggris dengan bergabung ke West Ham. Karier Cole yang seharusnya berada di puncak kariernya justru meredup drastis setelah meninggalkan Liverpool.

Xabi Alonso: Dengan Liverpool ke Real Madrid

Meskipun Xabi Alonso tetap menjadi pemain top setelah meninggalkan Liverpool, perjalanannya di Real Madrid jauh dari yang diharapkan. Pemain Spanyol ini adalah salah satu gelandang terbaik di dunia saat di Liverpool, dengan kemampuan passing akurat dan kontrol bola yang luar biasa.

Setelah hengkang ke Real Madrid pada tahun 2009, Alonso mengalami musim pertama yang sulit di bawah manajer Manuel Pellegrini. Ia hanya menjadi pilihan cadangan dan kesulitan menemukan tempat di tim utama. Meskipun ia kemudian menjadi pemain penting di era Jose Mourinho, perjalanannya di Real Madrid dimulai dengan kesulitan yang signifikan setelah meninggalkan Liverpool.

Kisah lima pemain ini menunjukkan bahwa kesuksesan di Liverpool tidak menjamin kesuksesan di klub lain. Faktor seperti sistem permainan, adaptasi dengan lingkungan baru, dan bahkan kejadian di luar lapangan dapat memengaruhi karier seorang pemain secara drastis. Liverpool telah menjadi klub yang mampun mencetak bintang-bintang dunia, tetapi juga menjadi saksi bisu bagi beberapa karier yang meredup setelah hengkang dari Anfield.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter