Detik-detik BYD Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M
Kejadian mengerikan terjadi di sekitaran kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Selasa (15/8) siang. Mobil listrik BYD tiba-tiba mengalami masalah teknis dan menabrak empat kendaraan hingga melindas seorang ojek online (ojol) yang sedang menunggu penumpang. Insiden ini menimbulkan kepanikan di tengah keramaian kawasan yang padat.
Kronologi Insiden
Menurut keterangan saksi mata, mobil BYD berwarna putih sedang melaju dari arah Jalan Melawai menuju Jalan Rasuna Said sekitar pukul 13.30 WIB. Tiba-tiba, kendaraan tersebut diketahuri mengalami rem blong dan tidak bisa dikendalikan pengemudinya.
"Mobil itu tiba-tiba mengerem lalu langsung melaju kencang ke arah trotoar. Saya lihat ada empat mobil parkir yang ditabrak. Bahkan ada seorang ojol yang sedang duduk di motornya ikut terseret dan dilindas," ujar Ahmad, salah satu saksi mata yang bekerja sebagai penjaga toko di lokasi kejadian.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat mobil BYD dalam keadaan menabrak belakang empat mobil parkir secara berurutan. Setelah itu, mobil terus melaju dan menabrak seorang ojol yang sedang menunggu penumpang di pinggir jalan. Ojol tersebut terpental sejauh beberapa meter dan mengalami luka cukup serius.
Korban dan Dampak
Akibat kejadian ini, empat pemilik mobil parkir mengalami kerusakan properti. Selain itu, seorang ojol bernama Budi (28) mengalami luka-luka di bagian kaki dan punggung. Korban langsung dilarikan ke RS Medika Permata Hijau untuk perawatan intensif.
"Korban mengalami patah tulang di bagian kaki dan luka lecet di punggung. Saat ini kondisinya sudah stabil tapi masih dirawat di RS," kata Kepala Polsek Kebayoran Baru, AKBP Rudi melalui keterangannya.
Sementara itu, pengemudi BYD, seorang pria paruh baya, mengaku panik saat kendaraannya mengalami rem blong. "Tiba-tiba remnya nggak kerasa. Saya sudah pakai rem tapi mobil tetap melaju. Saya coba rem lagi tapi nggak ada respon," ucap pengemudi yang tidak mau disebutkan namanya.
Tanggapan Pihak Terkait
Insiden ini langsung menarik perhatian pihak kepolisian yang segera turun ke lokasi. Tim Satlantas Polresta Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan serta pengemudi.
"Kami sudah mengamankan kendaraan dan pengemudi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga akan mengambil keterangan saksi-saksi dan korban untuk melengkapi berkas penyidikan," jelas Kasi Humas Polresta Jakarta Selatan, Kompol Rudi.
Pihak BYD Indonesia pun segera merespons insiden tersebut. Dalam keterangannya, perusahaan menyatakan akan bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.
"Kami menyayangkan insiden yang terjadi dan akan memberikan bantuan untuk korban. Kami juga sedang melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab teknis yang menyebabkan insiden ini," ujar Juru Bicara BYD Indonesia, melalui pesan singkatnya.
Reaksi Publik dan Keprihatinan
Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan kendaraan listrik. Banyak warganet yang meminta pemerintah dan pihak terkait untuk lebih ketat dalam mengawasi standar keamanan kendaraan listrik yang berkeliaran di jalanan.
"Ini bukan kali pertama kendaraan listrik mengalami masalah. Harus ada standar yang lebih ketat untuk keamanan dan tes kelayakan sebelum sebuah kendaraan dipasarkan di Indonesia," komentar seorang netizen di media sosial.
Sementara itu, Komisi III DPR RI juga menyatakan akan meminta keterangan dari Kementerian Perhubungan dan pihak terkait terkait insiden ini. "Kami akan memastikan bahwa insiden ini menjadi evaluasi bagi pemerintah dalam mengawasi keamanan kendaraan listrik," ujar anggota Komisi III, Herman Khaeron.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menyelidiki secara mendalam penyebab pasti kecelakaan. Pengemudi BYD masih diperiksa sebagai saksi untuk mengetahui apakah ada faktor kesalahan manusia atau memang benar rem kendaraan mengalami kerusakan.
Komentar (0)