13, 2026
Nasional

53 Jemaah Umroh di Makassar Batal Berangkat Imbas Serangan Houthi di Riyadh

Serangan Houthi di Arab Saudi menyebabkan 53 jemaah umrah asal Makassar menunda keberangkatan. Penerbangan Malaysia Airlines dibatalkan akibat situasi keamanan.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

53 Jemaah Umroh di Makassar Batal Berangkat Imbas Serangan Houthi di Riyadh

53 Jemaah Umroh di Makassar Batal Berangkat Imbas Serangan Houthi di Riyadh

MAKASSAR - Sebanyak 53 calon jemaah umroh asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terpaksa batal berangkat setelah pemerintah Arab Saudi menutup sementara akses udara menuju Riyadh akibat serangan rudal dari kelompok Houthi. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Agama RI setelah menerima informasi resmi dari pihak berwenang di Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar, Muhammad Yusuf, mengatakan bahwa pihaknya telah mungkin notifikasi resmi dari Kementerian Agama Saudi Arabia pada Selasa (12/3/2024) malam waktu setempat. Menurutnya, penutupan sementara wilayah udara Riyadh ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keselamatan seluruh wisatawan yang akan berkunjung ke Tanah Suci.

"Kami menerima informasi bahwa pemerintah Arab Saudi menutup sementara ruang udah menuju Riyadh setelah terjadi serangan rudal dari kelompok Houthi ke arah wilayah tersebut. Akibatnya, seluruh penerbangan yang menuju Riyadh dibatalkan sementara waktu," ujar Yusuf dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kemenag Makassar, Rabu (13/3/2024).

Sebanyak 53 calon jemaah yang tergabung dalam enam kelompok keberangkatan dari Makassar akan mengalami penundaan jadwal keberangkatan. Mereka telah melalui proses vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, dan persiapan administrasi lainnya sejak beberapa bulan sebelumnya.

Dampak pada Calon Jemaah dan Keluarga

Penundaan ini tentu menimbulkan kekecewaan di antara para calon jemaah dan keluarganya. Salah seorang calon jemaah, Husni (52), mengaku sedih namun memahami keputusan yang diambil pemerintah. Ia telah menyiapkan dana selama setahun untuk melaksanakan ibadah umroh ini.

"Sedih memang, tapi saya pikir ini untuk kebaikan bersama. Keselamatan adalah yang terpenting. Saya percaya Allah ada rencana yang lebih baik untuk kita semua," ujarnya sambil menunjukkan tiket penerbangan yang sudah dicetak.

Sementara itu, istri Husni, Siti Aminah, menambahkan bahwa ia sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk berangkat, mulai dari pakaian ibadah hingga dokumen-dokumen penting lainnya. Namun, ia menunjukkan pemahaman akan situasi yang terjadi.

"Kami sudah siap, tapi kalau memang tidak bisa berangkat sekarang, ya kita tunggu saja. Yang penting ibadah bisa lancar dan aman," kata Aminah.

Upaya Penanganan dari Pihak Terkait

Kemenag Makassar bersama Kementerian Luar Negeri RI sedang berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik bagi para calon jemaah. Salah satu opensi yang sedang dipertimbangkan adalah penundaan keberangkatan hingga situasi di Arab Saudi membaik atau pengalihan jadwal ke penerbangan menuju Jeddah dengan kendaraan darat ke Mekkah.

"Kami sudah menghubungi pihak travel agent yang menangani kelompok ini untuk membicarakan opsi penundaan atau pengalihan jadwal. Nanti akan ada rapat dengan seluruh pihak terkait untuk menentukan keputusan terbaik," jelas Yusuf.

Travel agent yang menangani jemaah umroh ini, PT. Al Hidayah Tour and Travel, mengatakan telah menyiapkan beberapa skenario untuk mengatasi situasi ini. "Kami akan mengikuti arahan dari Kemenag dan Kedutaan Besar RI di Riyadh. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama kami," kata Direktur PT. Al Hidayah Tour and Travel, Ahmad Fauzi.

Situasi Keamanan di Arab Saudi

Arab Saudi menjadi sasaran serangan dari kelompok Houthi, yang berbasis di Yaman, sejak beberapa tahun terakhir. Kelompok ini sering kali menyerang wilayah perbatasan dan kota-kota di Arab Saudi menggunakan rudal dan drone. Serangan terbaru terjadi pada Selasa (12/3/2024) malam waktu setempat, mengakibatkan penutupan sementara wilayah udara Riyadh.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah mengambil berbagai langkah keamanan untuk melindungi wisatawan asing, termasuk jemaah umroh dan haji. Namun, situasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah tetap menjadi perhatian internasional.

Pesan Kemenag kepada Calon Jemaah

Kemenag Makassar mengimbau para calon jemaah untuk tetap sabar dan memahami situasi yang terjadi. Pihaknya berjanji akan memberikan informasi terkini secepatnya mengenai jadwal keberangkatan yang baru.

"Kami meminta jemaah untuk tetap sabar dan tidak panik. Semua proses persiapan akan kami lakukan kembali setelah ada kepastian jadwal baru. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah," pungkas Yusuf.

Sementara itu, Kementerian Agama pusat melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah umroh di seluruh Indonesia untuk mengikuti petunjuk dari pihak travel agent dan kantor Kemenag setempat. Mereka juga diminta untuk tetap waspada terhadap informasi yang beredar dan hanya mengandalkan sumber resmi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter