11, 2026
Teknologi

6 Poin dari 6 Laga, Start Terburuk MU dalam 40 Tahun

Manchester United belum menambah kemenangan usai ditahan Tottenham Hotspur. Enam poin dari enam laga pertama mengulang catatan buruk 40 tahun silam.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

6 Poin dari 6 Laga, Start Terburuk MU dalam 40 Tahun

Start Terburuk MU dalam 40 Tahun

Manchester United mengalami awal musim yang sangat buruk, hanya meraih satu poin dari enam laga awal Premier League. Catatan ini menjadi yang terburuk bagi klub dalam 40 tahun terakhir, menandai krisis serius bagi tim yang dulunya menjadi kekuatan di Inggris dan Eropa.

Performa Manchester United di bawah asuhan Erik ten Hag menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan musim lalu. Setelah finis ketiga di klasemen musim 2022/2023 dan memenangi Piala Carabao, sekarang klub justru terancam terlibat persaingan untuk menghindari degradasi.

Kekalahan Beruntun dan Tekanan Meningkat

Manchester United mengawali musim dengan kekalahan telak 1-3 dari Tottenham Hotspur di Old Trafford. Kekalahan ini diikuti hasil imbang 2-2 dengan Wolverhampton Wanderers, yang sempat memberikan sedikit harapan. Akan tetapi, tiga kekalahan beruntun menyusul - dari Arsenal (1-2), Brighton & Hove Albion (1-3), dan Brentford (0-3).

Satu-satunya poin datang dari hasil imbang 0-0 dengan Newcastle United pada pekan keenam. Dengan hanya satu poin, United berada di posisi ke-18 klasemen sementara, hanya di atas tim yang masih tanpa poin seperti Burnley dan Sheffield United.

Performa Pemain dan Masalah Taktik

Performa para pemain utama Manchester United menjadi sorotan. Bruno Fernandes, kapten tim, tampak kehilangan energi dan kreativitas yang biasanya menjadi ciri khasnya. Marcus Rashford, yang mencetak 30 gol musim lalu, belum mampu menemukan performa terbaiknya.

Di lini pertahanan, kebocoran terus terjadi. Lisandro Martínez, yang menjadi pilar musim lalu, sering kali kehilangan posisi dan terlihat kesulitan mengimbangcepat serangan lawan. Di lini depan, Rasmus Højlund, pemain baru dengan rekor transfer tertinggi klub, masih beradaptasi dan belum mampu memberikan dampak signifikan.

Secara taktis, Erik ten Hag terlihat kesulitan menemukan formasi yang optimal. Penggunaan 4-2-3-1 sering kali gagal memberikan kontrol di tengah lapangan, sementingka sistem pressing yang diterapkan sering kali membuat lini pertahanan terbuka saat kehilangan bola.

Kritik dari Para Ahli

Banyak mantan pemain dan analis sepakbola yang memberikan kritik terhadap performa Manchester United. Gary Neville, legenda klub, menyatakan bahwa tim kehilangan identitas dan kepercayaan diri. "Saya tidak melihat secercah pun energi atau karakter Manchester United yang saya kenal," ujarnya.

Pelatih lain seperti Roy Keane dan Jamie Carragher juga menyatakan keprihatinan mereka. Mereka menyoroti masalah dalam disiplin tim dan kurangnya strategi jitu dari pelatih untuk menghadapi tantangan musim ini.

Dampak pada Posisi Erik ten Hag

Krisis yang dialami Manchester United menimbulkan spekulasi tentang masa depan Erik ten Hag. Meskipun masih mendapat dukungan dari manajemen, tekanan semakin besar dengan setiap kekalahan. Klub telah menginvestasikan besar-besaran pada musim panas ini dengan memboyong pemain-pemain baru, namun hasilnya belum sesuai harapan.

Sumber di dalam klub menyatakan bahwa ten Hag masih memiliki waktu untuk membuktikan diri, namun hasil buruk di Liga Champions melawan Bayern München pekan depan bisa menjadi penentu nasibnya. Kegagalan untuk lolos dari fase grup akan semakin memperparah posisinya.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Terlepas dari kesulitan yang dialami, masih ada harapan bagi Manchester United. Jeda internasional memberi kesempatan bagi tim untuk berkumpul kembali, memperbaiki strategi, dan mengembalikan kepercayaan diri. Pemain-pemain kunci seperti Kobbie Mainoo dan Alejandro Garnacho mungkin akan memberikan solusi baru dengan gaya bermain yang lebih dinamis.

Parties internal klub sedang mempertimbangkan kemungkinan memperkuat tim di bursa transfer musim dingin, terutama di lini tengah dan pertahanan. Namun, setiap keputusan harus mempertimbangkan kelayakan finansial dan kecocokan dengan sistem permainan yang diinginkan.

Untuk saat ini, fokus utama Manchester United adalah menghentikan runtunnya hasil buruk dan meraih kemenangan pertama musim ini. Tanpa kemenangan, tekanan akan semakin meningkat dan potensi perubahan skuad atau pelatih bisa menjadi kenyataan di musim dingin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter