13, 2026
Politik

6 Stasiun Ditutup Gegara Demo Pemilu, Massa Serbu Mahkamah Agung

Otoritas Delhi menutup enam stasiun metro dan membatasi lalu lintas akibat protes revisi daftar pemilih.]]>

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

6 Stasiun Ditutup Gegara Demo Pemilu, Massa Serbu Mahkamah Agung

Enam Stasiun Ditutup Akibat Aksi Demonstrasi Pemilu

Enam stasiun kereta api di Jakarta dan sekitarnya ditutup sementara pada Rabu (17/7) lalu akibat aksi demonstrasi terkait pemilu yang berujung pada penyerbuan massa ke kompleks Mahkamah Agung. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan mencegah potensi konflik lebih lanjut.

Kepala Divisi Humana PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi I Jakarta, Eko Pramono, mengatakan bahwa enam stasiun yang ditutup tersebut adalah Stasiun Gambir, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Tanah Abang. "Penutupan ini dilakukan sebagai antisipasi untuk menjaga keselamatan para penumpang dan petugas," ujar Eko dalam keterangannya.

Menurut Eko, penutupan stasiun tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Selama rentang waktu itu, kereta api tidak berhenti di stasiun-stasiun yang ditutup tersebut. "Kita arahkan kereta untuk tidak berhenti di enam stasiun ini untuk menghindari kerumunan massa," jelasnya.

Dampak pada Perjalanan Penumpang

Dampak penutupan stasiun ini cukup signifikan bagi para penumpang yang menggunakan transportasi kereta api. Banyak penumpang yang harus mencari alternatif transportasi lain atau menunda perjalanan mereka. Di area sekitar stasiun yang ditutup, terlihat para penumpang bingung mencari informasi mengenai jadwal kereta yang berubah.

"Saya bingung, tadi mau ke Bandung tapi kereta tidak berhenti di sini. Akhirnya saya naik bus ke Stasiun Bekasi dulu baru naik kereta lagi," kata salah satu penumpang, Ahmad (32), yang berada di Stasiun Gambir.

Sementara itu, pihak KAI telah menyediakan shuttle bus untuk membawa penumpang dari stasiun yang ditutup ke stasiun terdekat yang masih beroperasi. "Kami menyediakan shuttle bus dari Gambir ke Jakarta Kota, dari Manggarai ke Jatinegara, dan dari Pasar Senen ke Tanah Abang," tambah Eko.

Latar Belakang Aksi Demonstrasi

Aksi demonstrasi yang menyebabkan penutupan stasiun ini terkait dengan hasil pemilu yang dianggap tidak fair oleh sekelompok massa. Massa yang terdiri dari berbagai ormas dan komunitas ini menggelar aksi di sekitar gedung Mahkamah Agung setelah melakukan aksi unjuk rasa di beberapa titik di Jakarta.

Dalam aksinya, massa berusaha memasuki kompleks Mahkamah Agung dengan dalih ingin menuntak transparansi dalam proses pemilu. Upaya ini memaksa pihak keamanan untuk menutup akses ke gedung Mahkamah Agung dan mengamankan area sekitarnya.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi potensi kerusuhan yang dapat terjadi akibat aksi demonstrasi tersebut. "Kita sudah menyiapkan personel cukup untuk mengamankan gedung Mahkamah Agung dan sekitarnya," ujar Fadil.

Reaksi dari Pihak Terkait

Menanggapi kejadian ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta KAI untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang meskipun ada beberapa stasiun yang ditutup. "Kita minta KAI tetap memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada para penumpang mengenai perubahan jadwal," ujar Budi.

Sementara itu, Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila dan Anti Koruppu, Yudi Latif, menyerahkan masalah ini kepada aparat penegak hukum. "Ini urusan penegak hukum, biar mereka yang menangani. Yang jelas, aksi seperti ini tidak boleh meresahkan masyarakat," kata Yudi.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar stasiun yang ditutup sudah mulai normal kembali. Namun, KAI masih mengimbau para penumpang untuk selalu memeriksa informasi terbaru mengenai jadwal kereta sebelum berangkat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter