16, 2026
Gaya Hidup

7 Destinasi Wisata Solo 2026 untuk Liburan Keluarga dan Pencinta Budaya

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2013/08/28/219736_keraton-solo_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

7 Destinasi Wisata Solo 2026 untuk Liburan Keluarga dan Pencinta Budaya

Kota Solo, dikenal juga sebagai Surakarta, terus menunjukkan potensi wisata yang menjanjikan untuk tahun 2026. Kota yang kaya sejarah dan budaya Jawa ini menawarkan beragam destinasi wisata yang cocok untuk berbagai kalangan, terutama bagi keluarga yang mencari liburan edukatif dan para pencinta budaya yang ingin menelusiki jejak kejayaan Mataram Islam.

Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Surakarta Hadiningrat tetap menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Solo. Kompleks keraton yang masih difungsikan sebagai kediaman resmi Sri Susuhunan Pakubuwana XIII ini menawarkan pengalaman bersejarah yang autentik. Wisatawan dapat menikmati keindahan arsitektur Jawa klasik, koleksi perabotan keraton, dan pertunjukan seni tradisional seperti gamelan dan wayang kulit. Pada tahun 2026, keratan ini memperkenalkan program tur malam yang memungkinkan pengunjung merasakan atmosfer keraton yang berbeda dengan pencahayaan khusus dan pemandu cerita yang lebih mendalam.

Taman Sriwedari

Taman Sriwedari, yang terletak tidak jauh dari keraton, adalah kombinasi taman rekreasi dan pusat pertunjukan seni tradisional. Taman ini menjadi tempat yang ideal untuk keluarga karena menyediakan area bermain anak dan ruang terbuka yang nyaman. Setiap malam Sabtu dan Minggu, taman ini mengadakan pertunjukan wayang kulit dan seni tradisional lainnya yang menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Pada 2026, taman ini direnovasi dengan penambahan fasilitas interaktif yang memungkinkan pengunjung lebih terlibat dalam mempelajari budaya Jawa.

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka, didirikan pada tahun 1890 oleh Pakubuwana X, merupakan museum tertua di Solo. Museum ini menyimpan koleksi artefak bersejarah mulai dari zaman prasejarah hingga era kolonial Belanda. Pada tahun 2026, museum ini meluncurkan aplikasi augmented reality yang memungkinkan pengunjung untuk melihat koleksi dalam bentuk digital dan mendapatkan informasi lebih mendalam tentang sejarah di balik setiap artefak.

Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan adalah pusat batik khas Solo yang telah berabad-abad lamanya. Kampung ini menawarkan pengalaman berbelanja batik asli dan melihat proses pembuatannya secara langsung. Banyak pengrajin batik yang masih menggunakan teknik tradisional dalam mewarnainya. Pada 2026, kampung ini memperkenalkan program "Batik Workshop" bagi wisatawan yang ingin belajar membuat batik sendiri di bawah bimbingan pengrajin lokal.

Candi Sukuh

Terletak di lereng Gunung Lawu, Candi Sukuh adalah kompleks candi Hindu yang unik dengan arsitektur dan relief yang berbeda dengan candi-candi Jawa lainnya. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-15 dan memiliki nuansa mistis yang menarik. Wisatawan dapat menikmati pemandangan alami yang spektakuler sekaligus menelusisi jejak sejarah agama Hindu di Jawa. Pada 2026, pemerintah setempat meningkatkan aksesibilitas ke candi dengan memperbaiki jalur dan menambahkan fasilitas pendukung wisata.

Pasar Gede

Pasar Gede adalah pasar tradisional terbesar di Solo yang masih aktif hingga kini. Pasar ini menawarkan pengalaman berbelanja yang autentik dengan beragam produk mulai dari makanan khas, kerajinan tangan, hingga pakaian tradisional. Pasar ini menjadi tempat yang ideal untuk mencicipi kuliner khas Solo seperti soto, nasi liwet, dan timlo. Pada 2026, pasar ini dilengkapi dengan area wisata kuliner yang lebih terorganisir dan menjaga kebersihan serta kenyamanan pengunjung.

Taman Balekambang

Taman Balekambang adalah taman yang terletak di dekat Sungai Bengawan Solo. Taman ini menawarkan pemandangan alami yang indah dengan berbagai pohon rindang dan danau buatan. Taman ini menjadi tempat favorit warga Solo untuk berolahraga dan bersantai di akhir pekan. Pada 2026, taman ini direnovasi dengan penambahan fasilitas bermain anak modern, jalur sepeda, dan area piknik yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan domestik dan mancanegara.

Dengan beragam destinasi wisata yang menarik, Solo terus mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata budaya dan keluarga yang tidak boleh dilewatkan. Kombinasi antara kekayaan sejarah, budaya yang hidup, dan kemajuan fasilitas wisata menjadikan Solo sebagai pilihan ideal untuk liburan pada tahun 2026.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter