Ahli Urologi Saran Pria Jangan Kencing Berdiri, Ini Alasannya
Dalam praktik sehari-hari, banyak pria yang memilih untuk buang air kecil dalam posisi berdiri. Namun, menurut para ahli urologi, kebiasaan ini ternyata memiliki dampak negatif bagi kesehatan reproduksi pria. Dr. Ahmad Pratama, spesialis urologi dari RS Siloam Jakarta, menjelaskan bahwa posisi duduk saat buang air kecil jauh lebih baik bagi kesehatan pria dibandingkan posisi berdiri.
Dampak pada Prostat dan Kandung Kemih
Menurut Dr. Ahmad, posisi berdiri saat buang air kecan menyebabkan tekanan pada kandung kemih dan prostat. "Ketika pria berdiri saat buang air kecil, otot-otot di area panggul dan sekitar prostat menjadi lebih tegang. Hal ini dapat menghambat aliran urin secara optimal dan menyebabkan residual urine atau sisa urin yang tersisa di kandung kemih," jelasnya.
Sisa urin yang tertinggal ini menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Selain itu, tekanan berkepanjangan pada prostat juga dihubungkan dengan peningkatan risiko pembengkakan prostat atau hipertrofi prostat benigna (BPH) di kemudian hari.
Kualitas Aliran Urin
Penelitian yang dilakukan oleh tim Dr. Ahmad menunjukkan bahwa posisi duduk memungkinkan aliran urin lebih lancar dan lengkap. "Saat duduk, tulang panggung dan otot-otot sekitar area kewanitaan dan pria lebih rileks. Hal ini memungkinkan kandung kemih untuk dikosongkan secara lebih efektif, mengurangi risiko sisa urin yang dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari," tambahnya.
Para peneliti dari Leiden University Medical Center di Belanda juga menemukan hasil serupa. Dalam studi mereka yang melibatkan lebih 500 pria, mereka menemukan bahwa posisi duduk saat buang air kecil secara signifikan mengurangi waktu buang air kecil dan volume sisa urine dibandingkan posisi berdiri.
Dampak pada Kesehatan Reproduksi
Salah satu dampak paling signifikan dari kebiasaan buang air kecil dalam posisi berdiri adalah potensi dampak pada kesehatan reproduksi pria. "Sisa urin di kandung kemih dapat mengandung zat-zat kimia yang berpotensi merusak sel sperma. Selain itu, tekanan berlebihan pada prostat dapat mengganggu produksi hormon testosteron yang penting bagi kesehatan reproduksi," jelas Dr. Ahmad.
Ia menambahkan bahwa beberapa studi juga menunjukkan korelasi antara kebiasaan buang air kecil dalam posisi berdiri dengan penurunan kualitas sperma dan kesuburan pria. Meskipun penelitian masih dalam tahap awal, temuan ini cukup menarik perhatian para ahli urologi di seluruh dunia.
Cara Buang Air Kinal yang Benar
Untuk meminimalkan risiko kesehatan, Dr. Ahmad menyarankan pria untuk mengubah kebiasaan buang air kecil dari posisi berdiri menjadi duduk. "Posisi duduk dengan lutut dibawah selevel pinggang dianggap optimal. Posisi ini memungkinkan kandung kemih dikosongkan secara maksimal dan mengurangi tekanan pada prostat," tuturnya.
Ia juga menyarankan untuk tidak menahan buang air kecil terlalu lama. "Menahan buang air kecil dalam waktu lama dapat menyebabkan kandung kemih membesar dan mengurangi kemampuannya untuk mengosongkan urine secara efektif. Sebaiknya buang air kecil saat terasa perlu, jangan menahannya," tambahnya.
Kesimpulan Ahli
Para ahli urologi sepakat bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan pria. Meskipun buang air kecil dalam posisi berdiri tidak langsung berbahaya, kebiasaan jangka panjang ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti ISK, masalah prostat, dan bahkan dampak pada kesuburan.
"Mengubah kebiasaan buang air kecil dari posisi berdiri menjadi dudik mungkin terasa aneh di awal, namun manfaatnya bagi kesehatan jangka panjang sangatlah besar. Ini adalah langkah preventif sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan reproduksi pria," tutup Dr. Ahmad.
Komentar (0)