17, 2026
Nasional

900 Buruh Keramik Terancam PHK, Bos Pengusaha Ungkap Penyebabnya

Gelombang PHK melanda industri keramik Indonesia akibat pembatasan pasokan gas. Ribuan pekerja terancam, dan utilisasi produksi menurun di bawah 70%.]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

900 Buruh Keramik Terancam PHK, Bos Pengusaha Ungkap Penyebabnya

900 Buruh Keramik Terancam PHK, Bos Pengusaha Ungkap Penyebabnya

Sebanyak 900 buruh keramik di Indonesia menghadapi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat berbagai tantangan yang dihadapi industri tersebut. Kondisi ini diungkap oleh seorang bos pengusaha yang mengelola salah satu pabrik keramik terbesar di negara ini. Menurutnya, penurunan pesanan dari pasar domestik dan internasional menjadi pemicu utama ancaman PHK massal ini.

Penurunan Permintaan Pasar

Bos pengusaha yang meminta namanya tidak disebutkan mengungkapkan bahwa industri keramik mengalami penurunan permintaan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. "Kita melihat penurunan pesanan sekitar 40% dari tingkat normal sebelum pandemi. Pasar domestik yang sebelumnya menjadi tulang punggung kini juga menunjukkan kelesuan," ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif.

Menurutnya, beberapa faktor turut menyebabkan penurunan ini. Salah satunya adalah berkurangnya aktivitas sektor properti yang merupakan salah satu pembeli utama produk keramik. Selain itu, persaingan produk impor dengan harga lebih murah juga memberikan tekanan signifikan terhadap industri lokal.

Dampak Ekonomi Global

Tidak hanya pasar domestik, kondisi ekonomi global juga turut memengaruhi stabilitas industri keramik Indonesia. "Beberapa mitra dagang utama kita di Eropa dan Amerika Serikat mengalami resesi, sehingga mereka mengurangi pesanan untuk menghemat anggaran," jelas bos pengusaha tersebut.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga memberikan dampak negatif. "Bahan baku kita sebagian besar diimpor dengan harga dalam mata uang dolar, sedangkan produk kami dijual dalam rupiah. Kondisi ini menggerus margin keuntungan kita secara signifikan," tuturnya.

Upaya Penyelamatan

Meski menghadapi ancaman PHK massal, pihak pengusaha mengaku masih berupaya untuk menyelamatkan para buruh. "Kita sedang melakukan restrukturisasi dan efisiensi di beberapa sektor, namun sayangnya beberapa posisi pekerjaan tidak lagi sesuai dengan kebutuhan operasional saat ini," jelasnya.

Pihak manajemen juga mengaku sedang berkoordinasi dengan serikat buruh untuk menemukan solusi yang win-win. "Kita sedang mempertimbangkan program pensiuan dini, pelatihan ulang untuk keahlian yang dibutuhkan industri lain, dan program penundaan PHK dengan pengurangan jam kerja sementara," ungkapnya.

Reaksi Buruh

Sementara itu, para buruh yang terancam PHK menunjukkan kecemasan akan masa depan mereka. "Saya sudah bekerja di pabrik ini selama 15 tahun. Saya khawatir bagaimana saya bisa menghidupi keluarga jika kehilangan pekerjaan," kata salah seburuh yang meminta anonimitas.

Buruh lainnya menambahkan bahwa mereka meminta pihak pengusaha dan pemerintah untuk memberikan solusi yang jelas dan adil. "Kita tidak menolak perubahan, namun kita harus diberikan jaminan bahwa kita akan mendapatkan kompensasi yang layak dan bantuan untuk mencari pekerjaan baru jika memang PHK tidak dapat dihindari," ujarnya.

Peran Pemerintah

Dalam hal ini, pemerintah diminta untuk turun tangan membantu menyelesaikan masalah ini. "Kita berharap pemerintah dapat memberikan insentif bagi industri keramik lokal untuk meningkatkan daya saing, serta membantu program pelatihan ulang bagi buruh yang terkena dampak," kata seorang aktivis buruh.

Sejauh ini, pemerintah belum memberikan respon resmi mengenai ancaman PHK massal di industri keramik. Namun, sejumlah pejabat di Kementerian Ketenagakerjaan dikabarkan sedang memantau situasi ini secara dekat.

Harapan untuk Masa Depan

Bos pengusaha mengungkapkan bahwa meski menghadapi tantangan besar, ia masih optimistis industri keramik Indonesia akan bangkit kembali. "Industri keramik adalah bagian dari warisan budaya kita dan memiliki potensi besar jika kita bisa meningkatkan kualitas dan daya saingnya," katanya.

Ia berharap dengan berbagai upaya restrukturisasi dan dukungan dari berbagai pihak, industri keramik bisa segera pulih dan para buruh bisa tetap mempertahankan pekerjaannya. "Kita berada di tengah badai, tapi saya yakin kita bisa melalui ini bersama-sama," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter