Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi di Banyuwangi

BANYUWANGI — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi pada Sabtu (18/7/20

TW IN FB


BANYUWANGI — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi pada Sabtu (18/7/2026). Kunjungan ini menjadi momen penting dalam upaya pemantauan langsung program pendidikan inklusif yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi jajaran Dinas Pendidikan setempat serta pengelola SRT 1 Banyuwangi untuk mengevaluasi perkembangan fasilitas dan kualitas pembelajaran di sekolah yang melayani siswa dari keluarga prasejahtera.

Khofifah menegaskan bahwa SRT merupakan salah satu program unggulan Pemprov Jatim untuk menjamin akses pendidikan yang merata. “Kami ingin memastikan tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. SRT hadir sebagai solusi nyata,” ujar Khofifah dalam sambutannya di hadapan para guru dan orang tua siswa.

Pengecekan Fasilitas dan Proses Belajar Mengajar

Dalam kunjungan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam, Gubernur Khofifah menyempatkan diri meninjau langsung ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, serta area bermain siswa. Ia juga berdialog dengan sejumlah pengajar untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi di lapangan. Menurut laporan Kepala SRT 1 Banyuwangi, sekolah tersebut saat ini menampung 1.200 siswa dari jenjang SD hingga SMP yang berasal dari 15 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami bersyukur atas perhatian langsung dari Ibu Gubernur. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan,” ujar Kepala SRT 1 Banyuwangi dalam sambutannya.

Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah kondisi ruang kelas yang masih membutuhkan renovasi ringan dan tambahan alat peraga pendidikan. Khofifah langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan pada triwulan ketiga tahun 2026. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan.

Kronologi Kunjungan dan Rangkaian Agenda

Kunjungan Gubernur Khofifah ke SRT 1 Banyuwangi merupakan bagian dari rangkaian agenda blusukan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Berikut adalah urutan kegiatan yang dilakukan Gubernur selama di lokasi:

  1. Pukul 08.00 WIB — Tiba di lokasi SRT 1 Banyuwangi dan disambut oleh jajaran pengelola serta perwakilan siswa.
  2. Pukul 08.30 WIB — Melakukan peninjauan ruang kelas dan berinteraksi langsung dengan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.
  3. Pukul 09.15 WIB — Mengunjungi perpustakaan sekolah dan mengecek koleksi buku yang tersedia.
  4. Pukul 10.00 WIB — Mengadakan pertemuan tertutup dengan pengelola dan perwakilan guru untuk membahas kendala operasional.
  5. Pukul 11.00 WIB — Memberikan arahan langsung di aula sekolah dan menyerahkan bantuan simbolis berupa paket alat tulis serta buku bacaan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga menyoroti kondisi eks Direktur Utama Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. Kehadiran Choirul Anwar menarik perhatian publik lantaran ia pernah tersandung kasus dugaan korupsi pengelolaan kebun binatang pada tahun 2022. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai keterlibatannya dalam program SRT.

Dampak Positif dan Harapan ke Depan

Khofifah berharap program SRT dapat diperluas ke daerah-daerah lain di Jawa Timur. Saat ini, terdapat 5 SRT yang telah beroperasi di berbagai kabupaten/kota, dengan target penambahan 3 unit lagi pada akhir tahun 2027. Pemerintah Provinsi juga berencana menggandeng pihak swasta dan lembaga filantropi untuk mendukung keberlanjutan program ini.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami tidak ingin hanya membangun gedung, tetapi juga membangun masa depan generasi muda,” tegas Khofifah di akhir kunjungan.

Selain itu, kunjungan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi bagi masyarakat sekitar agar lebih aktif mendukung program pendidikan inklusif. Beberapa orang tua siswa yang ditemui menyatakan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak mereka. “Kami sangat terbantu dengan adanya SRT. Anak saya bisa sekolah gratis dan fasilitasnya lumayan lengkap,” ujar Siti, salah satu orang tua siswa.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan SRT 1 Banyuwangi dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah rakyat terintegrasi lainnya di Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi program ini secara berkala agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

[SOCIAL_TWEET]: 🏫 Gubernur Khofifah tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi di Banyuwangi, pastikan akses pendidikan gratis merata! #Pendidikan #JawaTimur #SRT[SOCIAL_TG]: 📰 BREAKING: Khofifah tinjau langsung SRT 1 Banyuwangi. Sekolah gratis untuk anak prasejahtera. 1.200 siswa terdampak positif. Baca selengkapnya: [link]

Maya Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Baca Lagi

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *