11, 2026
Ekonomi

Ada Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Mandalika Lebih Optimal

PT Pertamina dukung pengelolaan sampah di Desa Kuta melalui Bank Sampah Putri Nyale. Program ini bertujuan menjaga kebersihan kawasan wisata saat event besar.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ada Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Mandalika Lebih Optimal

Bank Sampah Desa Kuta Hadir, Pengelolaan Sampah di Mandalika Kini Lebih Optimal

Pemerintah Desa Kuta, Lombok Tengah, resmi meluncurkan program Bank Sampah sebagai upaya meningkatkan pengelolaan limbah di kawasan wisata Mandalika. Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan destinasi wisata berkelanjutan di kawasan Mandalika.

Implementasi Program Bank Sampah

Bank Sampah Desa Kuta mulai beroperasi secara penuh pada awal bulan ini dengan dukungan penuh dari pemerintah desa, pihak swasta, serta komunitas lokal. Program ini mengumpulkan limbah kering yang dapat didaur ulang seperti plastik, kardus, botol bekas, dan logam. Masyarakat yang berpartisipasi dapat menukarkan sampah yang mereka kumpulkan dengan uang tunai atau voucher yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Kuta, I Nyoman Sutapa, menjelaskan bahwa program ini merupakan solusi inovatif untuk mengatasi masalah sampah di desa wisata yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap bulan. "Sebelumnya, kami kesulitan mengelola volume sampah yang semakin meningkat terutama saat musim liburan. Dengan adanya Bank Sampah, diharapkan masyarakat lebih termotivasi untuk mengurangi sampah dan berpartisipasi aktif dalam pengelolaan limbah," ujarnya.

Sistem Pengelolaan dan Manfaat Bagi Masyarakat

Bank Sampah Desa Kuta mengoperasikan sistem penimbangan dan pencatatan yang transparan. Setiap pengunjung Bank Sampah akan mendapatkan kartu identitas yang dicatat dalam sistem. Setiap jenis sampah memiliki harga per kilogram yang telah ditetapkan secara jujur. Data penimbangan juga tersedia secara real-time melalui aplikasi khusus yang dikembangkan oleh tim desa.

Program ini tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Ida Ayu, salah satu warga yang aktif berpartisipasi, menyatakan bahwa program ini membantu meningkatkan pendapatan keluarganya. "Dulu kami hanya membuang sampah sembarangan, sekarang bisa menghasilkan uang. Setiap minggu saya bisa mengumpulkan sampah hingga 10 kilogram, hasilnya cukup untuk menambah kebutuhan keluarga," katanya.

Dukungan dari Pihak Terkait

Implementasi Bank Sampah Desa Kuta tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyediakan bantuan awal berupa mesin pengolah sampah sederhana. PT Bank Mandiri Indonesia cabang Mataram turut mendukung dengan menyediakan dana hibah serta pelatihan pengelolaan keuangan bagi pengurus Bank Sampah.

Salah perwakilan dari pihak swasta, Budi Santoso, menjelaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. "Kami melihat potensi besar dari program ini, tidak hanya membantu lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ke depannya, kami berencana membantu pengembangan produk-produk kerajinan dari sampah yang telah diolah," tambahnya.

Tantangan dan Masa Depan

Meski program ini berjalan dengan baik, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat yang belum merata. Beberapa warga masih kurang memahami manfaat jangka panjang dari pengelolaan sampah yang baik. Selain itu, keterbatasan fasilitas pendukung seperti tempat pengumpulan yang strategis dan kendaraan pengangkut sampah juga menjadi kendala.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah desa berencana melakukan sosialisasi intensif ke berbagai kelompok masyarakat serta meningkatkan fasilitas pendukung. "Kami akan terus membangun kesadaran bahwa sampah adalah sumber daya yang berharga. Program ini hanya permulaan, ke depannya kami ingin mengembangkan ekosistem limbah yang lebih komprehensif di seluruh desa," jelas Kepala Desa Sutapa.

Dampak bagi Pariwisata Mandalika

Kawasan Mandalika yang sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata premium membutuhkan pengelolaan lingkungan yang optimal. Adanya Bank Sampah di Desa Kuta diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitar kawasan wisata. Dengan pengelolaan sampah yang baik, kualitas lingkungan dapat terjaga sehingga daya tarik wisata tetap terjaga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, Drs. H. Muhammad Zaini, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. "Kebersihan adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata. Program Bank Sampah ini sangat relevan dengan visi kami untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Mandalika. Kami berharap program ini dapat direplikasi di desa-desa lain di kawasan ini," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter