02, 2026
Politik

Agum Gumelar: Wantimpres Beri Masukan Agar Kebijakan Presiden Lebih Terukur

Agum Gumelar, anggota Wantimpres, menyatakan bahwa lembaga ini akan memberikan masukan untuk kebijakan Presiden Prabowo agar lebih terarah dan terukur.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Agum Gumelar: Wantimpres Beri Masukan Agar Kebijakan Presiden Lebih Terukur

Jakarta — Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya memiliki fungsi strategis dalam memberikan masukan kepada Presiden agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah lebih terukur, terarah, dan sesuai dengan kepentingan rakyat. Penegasan itu disampaikan Agum dalam keterangan resminya yang menekankan bahwa Wantimpres bukan lembaga pelaksana kebijakan, melainkan mitra strategis kepala negara dalam merumuskan pertimbangan di tingkat tertinggi.

Peran Strategis Wantimpres dalam Arsitektur Pemerintahan

Agum Gumelar menjelaskan bahwa posisi Wantimpres diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyebutkan bahwa Presiden dibantu oleh satu atau lebih dewan pertimbangan. Keberadaan lembaga ini menjadi konsekuensi konstitusional dari kebutuhan Presiden untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih luas, mendalam, dan tidak terjebak pada kepentingan sektoral. Menurut Agum, masukan yang diberikan Wantimpres bersifat strategis dan tidak menggantikan tugas kementerian maupun lembaga pemerintah lainnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Wantimpres mengkaji berbagai isu kenegaraan, mulai dari persoalan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, hingga isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian tersebut disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan sebelum sebuah kebijakan diputuskan. Dengan mekanisme itu, Agum menilai kebijakan yang lahir diharapkan lebih terukur karena telah melalui proses telaah yang panjang dan melibatkan berbagai perspektif.

Masukan Bukan Intervensi Kebijakan

Agum menekankan bahwa tugas utama Wantimpres adalah memberikan pertimbangan, bukan menentukan arah kebijakan secara langsung. Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden sebagai pemegang mandat tertinggi pemerintahan. Karena itu, ia meminta agar publik tidak menempatkan Wantimpres sebagai lembaga yang memiliki kewenangan eksekusi. Posisi tersebut justru menjadi penting agar Presiden dapat mengambil keputusan secara objektif tanpa tekanan dari kepentingan tertentu.

Ia juga menyebut bahwa anggota Wantimpres dipilih dari figur-figur yang memiliki pengalaman panjang di bidangnya masing-masing. Latar belakang tersebut memungkinkan mereka memberikan pandangan yang berbobot dan berdasarkan pengalaman empiris, bukan semata pertimbangan politik jangka pendek. Dengan demikian, fungsi Wantimpres dapat berjalan sebagai semacam mekanisme kontrol internal yang memperkuat kualitas pengambilan keputusan Presiden.

Menjaga Netralitas dan Fokus pada Kepentingan Rakyat

Dalam sejumlah kesempatan, Agum Gumelar menekankan pentingnya netralitas Wantimpres. Lembaga ini, menurutnya, tidak boleh terjebak dalam pusaran kepentingan politik praktis maupun elektoral. Fokus utamanya adalah memastikan kebijakan negara benar-benar berpihak pada rakyat dan sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa. Netralitas menjadi prasyarat mutlak agar pertimbangan yang diberikan tetap kredibel di mata publik.

Ia mengingatkan bahwa setiap masukan yang disampaikan kepada Presiden harus dilandasi oleh data, kajian, dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. Wantimpres tidak bekerja berdasarkan asumsi atau opini sesaat, melainkan melalui proses pembahasan yang matang. Pendekatan semacam itu, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga Negara

Agum juga menyoroti pentingnya sinergi antara Wantimpres dan kementerian maupun lembaga negara lainnya. Meski memiliki fungsi yang berbeda, seluruh institusi pemerintahan dituntut bekerja dalam satu arah untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Wantimpres, kata dia, berupaya menjembatani berbagai kepentingan agar kebijakan yang diambil tidak tumpang tindih dan tetap konsisten dengan rencana pembangunan jangka panjang.

Dalam konteks itu, Wantimpres kerap mengundang sejumlah menteri, kepala lembaga, hingga pakar dari berbagai bidang untuk memberikan paparan dalam forum internal. Pertemuan semacam itu menjadi ruang dialog untuk menguji sebuah gagasan sebelum sampai ke meja Presiden. Agum menilai proses tersebut memperkaya perspektif dan mengurangi risiko kebijakan yang keliru atau terburu-burui.

Harapan terhadap Kebijakan yang Lebih Terukur

Ke depan, Agum Gumelar berharap agar peran Wantimpres semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang lebih terukur akan lebih mudah dievaluasi dan dipertanggungjawabkan kepada publik. Ukuran keberhasilan bukan hanya pada cepatnya sebuah kebijakan diluncurkan, tetapi juga pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari pemulihan ekonomi, stabilitas politik, hingga perubahan geopolitik global. Dalam situasi seperti itu, pertimbangan yang matang dan berbasis kepentingan nasional menjadi semakin penting. Wantimpres, ujarnya, berkomitmen menjalankan peran itu secara profesional, proporsional, dan bertanggung jawab sesuai amanat konstitusi.

Dengan posisi tersebut, Agum menegaskan bahwa Wantimpres akan terus memberikan masukan yang konstruktif kepada Presiden. Tujuannya tidak lain agar setiap kebijakan negara berdiri di atas landasan yang kuat, dapat diukur, dan benar-benar mengabdi pada kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter