AI Makin Pintar, Indosat dan Sarkodit Ingatkan Pentingnya Tetap Jadi Manusia Lewat Seni Peran-Tara
Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini semakin menghadirkan tantangan baru bagi manusia dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan digital dan nilai kemanusiaan. Dalam situasi ini, Indosat Ooredoo Hutchison bersama Sarkodit menghadirkan inovasi berupa "Peran-Tara", sebuah pendekatan seni peran yang bertujuan mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga sifat manusiawi meski di tengah kemajuan AI yang semakin canggih.
Kolaborasi Inovatif Teknologi dan Seni
Indosat Ooredoo Hutchison, sebagai salah satu penyedia layanan telekomunikasi terdepan di Indonesia, menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menyediakan akses digital, tetapi juga dalam membentuk ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Sarkodit, komunitas seni dan inovasi sosial, perusahaan ini meluncurkan program Peran-Tara yang menggabungkan teknologi dan seni untuk menyampaikan pesan penting tentang kemanusiaan di era digital.
Program ini menampilkan serangkaian pertunjukan teater interaktif yang menggambarkan berbagai skenario di mana teknologi AI memengaruhi kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, pesan tentang pentingnya empati, kepekaan sosial, dan integritas manusia disampaikan secara efektif kepada audiens yang beragam.
Menjawab Tantangan Era Digital
Dalam pidato pembukaan acara peluncuran Peran-Tara, Direktur Utama Indosat Ooredoo Hutchikson viktorrisal mengatakan bahwa perkembangan AI membawa banyak kemudahan, namun juga berisiko membuat manusia kehilangan sifat-sifat yang membuatnya unik.
"Kami percaya bahwa teknologi harus memperkaya, bukan menggantikan interaksi manusia. Melalui Peran-Tara, kami ingin mengajak masyarakat untuk merefleksikan bagaimana kita dapat memanfaatkan AI tanpa kehilangan sifat kemanusiaan yang menjadi fondasi peradaban kita," ujar Victor.
Seniman dan pendiri Sarkodit, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa seni peran menjadi media yang efektif karena mampu menyampaikan pesan kompleks secara emosional dan langsung kepada audiens.
"Teater memiliki kekuatan untuk membuat audiens merasikan pengalaman karakter, sehingga pesan tentang pentingnya empati dan kepekaan sosial dalam era AI dapat tersampaikan secara lebih mendalam," kata Fauzi.
Program Peran-Tara: Menggabungkan Teknologi dan Seni
Program Peran-Tara dirancang sebagai serangkaian workshop dan pertunjukan teater interaktif yang menghadirkan berbagai skenario tentang interaksi manusia dengan AI. Dalam setiap pertunjukan, audiens tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga diminta untuk berpartisipaktif dalam menentukan arah cerita dan menyelesaikan konflik yang muncul.
Salah satu skenario yang menarik perhatian adalah tentang seorang profesional muda yang kecanduan teknologi hingga mengabaikan interaksi dengan keluarga dan teman dekat. Melalui dialog dan adegan yang puitis, pertunjukan ini mengajak audiens untuk merenungkan kembali prioritas dalam hidup mereka.
"Kami tidak ingin mengutuk teknologi, tetapi ingin mengingatkan bahwa di balik semua kemajuan digital, kita tetap manusia yang membutuhkan koneksi emosional dan sosial yang autentik," jelas salah satu pemeran utama, Siti Nurhaliza.
Dampak dan Masa Depan Program
Sejak diluncurkan enam bulan yang lalu, Peran-Tara telah disambut baik oleh berbagai kalangan, dari pelajar hingga pekerja profesional. Ribuan orang telah mengikuti workshop dan pertunjukan yang diselenggarakan di berbagai kota besar di Indonesia.
Evaluasi program menunjukkan bahwa 85% peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan menjaga sifat kemanusiaan. Lebih dari 60% peserta melaporkan telah membuat perubahan positif dalam pola interaksi sosial mereka setelah mengikuti program ini.
Indosat Ooredoo Hutchison berencana mengembangkan program ini lebih lanjut dengan melibatkan lebih banyak seniman dan komunitas kreatif di seluruh Indonesia. Target utama adalah mencapai 50.000 peserta pada akhir tahun 2024 dan mengembangkan versi digital dari program ini agar dapat diakses oleh masyarakat yang lebih luas.
Dalam upaya menjaga relevansi program, tim pengembang Peran-Tara terus memperbarui skenario berdasarkan perkembangan terkait AI dan dampak sosialnya. "Teknologi berkembang dengan cepat, dan kita harus terus beradaptasi untuk tetap relevan dengan isu-isu yang dihadapi masyarakat," kata kepala program Peran-Tara, Budi Santoso.
Melalui inisiatif ini, Indosat Ooredoo Hutchison dan Sarkodit menunjukkan bahwa peran perusahaan dalam masyarakat tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan, tetapi juga pada membentuk budaya digital yang sehat dan berkelanjutan. Program Peran-Tara menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan seni dapat bersatu untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan digital dan nilai kemanusiaan.
Komentar (0)