23, 2026
Nasional

Alasan Dedi Mulyadi Absen saat Dicari Prabowo di Rakornas

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi perhatian dalam gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat. Nama orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat itu disebut oleh Presiden Prabowo Subianto saat memimpin arahan, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat duduk yang seharusnya ia tempati.

Peristiwa itu terekam dalam sesi yang dihadiri ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia. Presiden yang tengah memaparkan sejumlah arahan pembangunan memeriksa kehadiran peserta, lalu menyebut nama Dedi Mulyadi. Kerumunan peserta menoleh ke arah kursi yang kosong. Situasi tersebut langsung menjadi perbincangan publik, terutama di media sosial, beberapa jam setelah sesi berlangsung.

Kronologi Momen Nama Dedi Mulyadi Disebut

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi di tengah agenda Rakornas yang dijadwalkan berlangsung beberapa hari. Pemerintah menggelar forum itu sebagai kanal sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan fiskal daerah, hingga penanganan masalah sosial di tingkat kabupaten dan kota.

Ketika tiba pada bagian pengecekan kehadiran, Presiden menyebut sejumlah nama kepala daerah. Nama Dedi Mulyadi masuk dalam daftar yang dipanggil. Tidak ada respons dari kursi yang bersangkutan. Sejumlah peserta yang duduk di sekitar area Jawa Barat tampak mencari keberadaan Gubernur Jawa Barat tersebut.

Kursi Kosong di Tengah Forum Nasional

Kursi kosong itu tidak berlangsung lama menjadi tanda tanya. Sejumlah keterangan menyebutkan bahwa Dedi Mulyadi memang tidak berada di lokasi pada sesi tersebut. Ia dilaporkan tengah menjalankan agenda lain di luar forum, bukan meninggalkan rangkaian kegiatan tanpa pemberitahuan.

Alasan Ketidakhadiran

Ketidakhadiran Dedi Mulyadi disebut berkaitan dengan agenda lapangan yang harus ia tangani langsung di Jawa Barat. Gubernur yang dikenal lewat gaya kunjungan langsung ke permukiman warga ini memiliki kebiasaan memeriksa persoalan di tingkat bawah, mulai dari kondisi jalan rusak, layanan kesehatan di puskesmas, hingga persoalan air bersih dan infrastruktur desa.

Dalam sejumlah kesempatan, ia menegaskan bahwa persoalan di lapangan tidak selalu bisa diselesaikan lewat rapat. Pandangan itu menjadi ciri kepemimpinannya sejak menjabat, termasuk ketika ia memilih turun langsung ke lokasi bencana dan memantau posko pengungsian.

Selain agenda lapangan, faktor teknis juga disebut berperan. Padatnya jadwal pemerintahan provinsi membuat sebagian agenda harus berjalan bersamaan dengan forum nasional. Namun demikian, tidak ada keterangan resmi yang menyebutkan bahwa ketidakhadiran tersebut merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap instruksi pemerintah pusat.

Komunikasi dengan Penyelenggara

Menurut keterangan dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, komunikasi dengan penyelenggara Rakornas tetap terjalin. Absennya gubernur pada sesi tertentu disebut telah disampaikan melalui jalur koordinasi yang berlaku, termasuk melalui perangkat daerah yang hadir mewakili provinsi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi yang dirilis secara khusus untuk menjelaskan secara rinci kronologi ketidakhadiran tersebut. Sejumlah pihak di lingkungan Pemprov Jawa Barat memilih menekankan bahwa substansi arahan presiden tetap menjadi acuan kerja pemerintah provinsi.

Rakornas sebagai Instrumen Sinkronisasi Pusat dan Daerah

Rakornas kepala daerah merupakan forum strategis yang mempertemukan presiden, menteri, gubernur, bupati, dan wali kota. Forum ini menjadi tempat pemerintah pusat menyampaikan prioritas kebijakan sekaligus mendengar persoalan dari daerah. Kehadiran kepala daerah dinilai penting karena menyangkut keselarasan program dan kesiapan daerah menerjemahkan kebijakan nasional menjadi langkah teknis di lapangan.

Dalam konteks itu, absennya seorang kepala daerah pada satu sesi memang dapat memicu perhatian. Namun sejumlah pengamat menilai persoalan utama bukan pada ada atau tidaknya seseorang di ruang rapat, melainkan pada sejauh mana arahan forum itu dijalankan setelahnya.

Gaya Kepemimpinan yang Menekankan Kunjungan Langsung

Dedi Mulyadi sebelumnya beberapa kali menuai sorotan karena memilih berada di tengah warga dibanding menghadiri acara seremonial. Ia kerap mengunggah kegiatan kunjungannya, mulai dari meninjau pasar, berdialog dengan petani, hingga mengecek langsung kondisi sekolah.

Gaya tersebut mendapat respons beragam. Sebagian warga menilai pendekatan itu efektif untuk memotret persoalan riil. Sebagian lainnya mengingatkan bahwa kehadiran dalam forum koordinasi tetap penting, terutama ketika forum itu membahas kebijakan yang berdampak langsung pada anggaran dan program daerah.

Yang Berlangsung Setelahnya

Setelah momen tersebut, rangkaian Rakornas tetap berjalan sesuai jadwal. Peserta melanjutkan sesi pembahasan dan menerima arahan lanjutan dari kementerian terkait. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan komitmennya menjalankan hasil forum, terutama pada program yang menyentuh pelayanan dasar masyarakat.

Peristiwa ini menambah daftar panjang dinamika hubungan pusat dan daerah dalam beberapa bulan terakhir. Di satu sisi, pemerintah pusat menuntut disiplin kehadiran dan keseragaman pemahaman kebijakan. Di sisi lain, kepala daerah menghadapi tuntutan publik untuk hadir langsung menyelesaikan masalah di wilayahnya.

Bagi publik, yang paling dinanti bukan penjelasan soal kursi kosong, melainkan bukti bahwa keputusan yang diambil dalam forum nasional itu benar-benar sampai ke desa, kampung, dan permukiman padat di Jawa Barat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter