30, 2026
Nasional

Ancaman Keras Bappisus untuk Kalapas yang Menyimpang

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegaskan komitmennya untuk mengawal integritas seluruh tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menyatakan pihaknya tidak akan segan menindak setiap pelanggaran yang terjadi, termasuk yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu itu sendiri. Pernyataan ini disampaikan menyusul maraknya temuan dugaan pelanggaran yang dilaporkan masyarakat ke berbagai jajaran pengawas pemilu di daerah.

Komitmen Pengawasan Melekat

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rahmat Bagja menjelaskan bahwa Bawaslu telah menerjunkan seluruh jajaran pengawas sampai tingkat desa untuk mengawasi setiap proses tahapan Pilkada. Menurutnya, pengawasan tidak hanya berfokus pada peserta pemilu, tetapi juga pada netralitas aparatur sipil negara, TNI, Polri, serta penyelenggara di tingkat KPU dan Bawaslu sendiri.

"Kami tidak akan pandang bulu. Siapa pun yang terbukti melanggar aturan pemilu akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Rahmat Bagja. Ia menambahkan, Bawaslu telah menerima sejumlah laporan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum penyelenggara di beberapa daerah. Laporan tersebut kini tengah ditindaklanjuti oleh jajaran pengawas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Fokus pada Netralitas dan Integritas

Rahmat Bagja menekankan bahwa netralitas penyelenggara menjadi salah satu prioritas utama pengawasan pada Pilkada 2024. Bawaslu, kata dia, telah mengeluarkan surat edaran yang mengingatkan seluruh jajaran penyelenggara untuk menjaga independensi dan tidak terlibat dalam politik praktis. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung pada sanksi administratif hingga pidana.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses rekapitulasi suara. Menurutnya, pengawasan melekat di setiap tingkatan akan memastikan bahwa hasil akhir Pilkada benar-benar mencerminkan kehendak rakyat. Bawaslu akan mengerahkan pengawas di setiap tempat pemungutan suara (TPS) untuk mengawasi jalannya pemungutan dan penghitungan suara.

Ancaman Sanksi bagi Pelanggar

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat Bagja mengingatkan bahwa Bawaslu memiliki kewenangan untuk merekomendasikan sanksi kepada pejabat pembina kepegawaian bagi ASN yang terbukti tidak netral. Selain itu, Bawaslu dapat menindak penyelenggara pemilu yang melanggar kode etik melalui Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditangani secara profesional dan transparan. Masyarakat diminta aktif melaporkan dugaan pelanggaran yang mereka temui ke kanal resmi Bawaslu, baik secara daring maupun langsung ke kantor pengawas terdekat. Partisipasi masyarakat, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan pengawasan partisipatif.

Pengawasan Partisipatif dan Peran Masyarakat

Bawaslu juga menggencarkan program pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi. Rahmat Bagja menilai kolaborasi ini penting untuk memperkuat pengawasan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan konflik.

Ia mengingatkan bahwa Pilkada bukan hanya milik peserta pemilu, melainkan milik seluruh rakyat. Oleh karena itu, menjaga integritas Pilkada menjadi tanggung jawab bersama. Bawaslu berkomitmen untuk memastikan setiap suara rakyat dihargai dan tidak dicurangi oleh pihak mana pun.

Di akhir pernyataannya, Rahmat Bagja mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan Pilkada yang damai, jujur, dan adil. Ia menegaskan bahwa Bawaslu akan bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap setiap pelanggaran, termasuk terhadap penyelenggara yang menyimpang dari aturan.

Dengan pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Pilkada Serentak 2024 dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin daerah yang benar-benar dipilih secara demokratis. Bawaslu akan terus mengawal setiap tahapan hingga proses pelantikan kepala daerah terpilih nanti.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter