30, 2026
Olahraga

Kalapas Cibinong Jawab Kabar Pungli hingga Fasilitas Simulator Golf

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kalapas Cibinong Buka Suara soal Isu Pungli dan Simulator Golf

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, akhirnya memberikan tanggapan resmi menyusul beredarnya kabar mengenai dugaan praktik pungutan liar (pungli) serta keberadaan fasilitas simulator golf di lingkungan lapas. Tanggapan tersebut disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atas informasi yang berkembang di ruang publik dan menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pengamat pemasyarakatan dan masyarakat luas.

Isu ini mencuat setelah sejumlah laporan dan pemberitaan menyebut adanya penyimpangan di dalam lapas, mulai dari pungutan tidak resmi yang dikenakan kepada warga binaan maupun keluarga yang berkunjung, hingga fasilitas olahraga yang dinilai tidak lazim berada di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan. Kalapas menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap setiap aduan yang masuk dan berkomitmen menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Penjelasan soal Dugaan Pungli

Menurut Kalapas, seluruh layanan yang diberikan kepada warga binaan telah mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ia menyatakan bahwa tidak ada kebijakan resmi yang membenarkan adanya pungutan di luar ketentuan, baik untuk layanan kunjungan, pembinaan, maupun akses fasilitas tertentu di dalam lapas.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah membuka kanal pengaduan bagi keluarga warga binaan dan masyarakat yang ingin melaporkan dugaan penyimpangan. Setiap laporan, kata dia, akan diperiksa secara internal dan apabila ditemukan indikasi pelanggaran, sanksi akan diberikan kepada oknum yang terbukti bersalah tanpa pandang bulu.

Kalapas juga menekankan pentingnya pengawasan berlapis, baik dari internal lapas, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, maupun lembaga pengawas eksternal. Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk mencegah praktik-praktik yang mencoreng citra institusi pemasyarakatan.

Soal Fasilitas Simulator Golf

Terkait keberadaan fasilitas simulator golf, Kalapas memberikan penjelasan bahwa fasilitas tersebut bukan merupakan barang milik pribadi maupun fasilitas mewah yang diperuntukkan bagi kepentingan pribadi. Ia menyebut bahwa keberadaan fasilitas itu perlu dilihat dalam konteks yang lebih utuh, termasuk asal-usul, status kepemilikan, serta pemanfaatannya selama ini.

Ia mengakui bahwa informasi yang beredar di masyarakat dapat menimbulkan kesan negatif, terutama karena simulator golf sering dikaitkan dengan gaya hidup tertentu. Karena itu, ia menyatakan kesiapannya memberikan penjelasan kepada pihak berwenang apabila diperlukan, termasuk kepada inspektorat jenderal dan lembaga antikorupsi, agar tidak terjadi salah paham yang berkepanjangan.

Kalapas menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan inventarisasi terhadap seluruh fasilitas yang ada di dalam lapas, baik yang bersifat pembinaan, pelayanan, maupun penunjang. Hasil inventarisasi itu akan dijadikan dasar untuk menata ulang pemanfaatan aset agar sesuai dengan fungsi utama lembaga pemasyarakatan.

Komitmen Pembenahan dan Pengawasan

Dalam keterangannya, Kalapas Cibinong menegaskan komitmen untuk melakukan pembenahan di berbagai lini. Ia menyebut bahwa pembinaan warga binaan tetap menjadi prioritas utama, dan seluruh sumber daya yang ada harus diarahkan untuk mendukung tujuan tersebut. Menurutnya, kepercayaan publik adalah hal yang mahal dan harus dijaga dengan kerja nyata, bukan sekadar pernyataan.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pegawai untuk meningkatkan disiplin dan integritas. Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Pengawasan melekat oleh atasan langsung, kata dia, akan diperketat untuk memastikan tidak ada ruang bagi praktik-praktik yang menyimpang.

Pengamat pemasyarakatan menilai bahwa persoalan di Lapas Cibinong bukan kasus tunggal. Mereka menyoroti perlunya reformasi menyeluruh dalam tata kelola lembaga pemasyarakatan, mulai dari sistem pengawasan, pengelolaan anggaran, hingga pola pembinaan warga binaan. Keterbukaan informasi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya persoalan serupa di masa mendatang.

Respons dan Tindak Lanjut

Sejumlah pihak mendesak agar klarifikasi dari Kalapas tidak berhenti pada pernyataan. Mereka menuntut adanya audit independen terhadap pengelolaan lapas, termasuk pemeriksaan terhadap aliran dana, pengadaan barang, dan pemanfaatan fasilitas. Jika ditemukan pelanggaran, proses hukum diharapkan berjalan tanpa intervensi.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari instansi di atas Lapas Cibinong mengenai hasil pemeriksaan dugaan pungli dan fasilitas simulator golf tersebut. Publik menantikan langkah konkret serta hasil investigasi yang transparan, agar persoalan ini tidak sekadar menjadi polemik sementara tanpa penyelesaian yang jelas. Pihak lapas menyatakan akan terus memberikan informasi perkembangan kepada masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter