30, 2026
Teknologi

Andai Dapat Ballon d'Or, Mbappe Mau Dedikasikan untuk Afrika

Kylian Mbappe salah satu kandidat kuat peraih Ballon d'Or 2026. Jika bisa meraih trofi penghargaan itu, dia ingin mendedikasikannya untuk Afrika.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Andai Dapat Ballon d'Or, Mbappe Mau Dedikasikan untuk Afrika

Mbappe Incar Ballon d'Or dan Dedikasi untuk Afrika

Kylian Mbappe kembali menegaskan ambisi besarnya di dunia sepak bola. Penyerang Timnas Prancis itu mengaku sangat menginginkan trofi Ballon d'Or, penghargaan individu paling bergengsi bagi pesepak bola. Namun, yang menarik, jika suatu hari ia benar-benar meraihnya, Mbappe berencana mempersembahkan penghargaan tersebut untuk Afrika.

Pernyataan itu disampaikan Mbappe dalam sebuah wawancara eksklusif. Baginya, Afrika bukan sekadar benua yang jauh dari kehidupannya sebagai pesepak bola Eropa. Afrika adalah akar, identitas, dan bagian tak terpisahkan dari dirinya sebagai manusia. Mbappe memang memiliki darah Afrika dari sang ayah, Wilfried Mbappe, yang berasal dari Kamerun, serta sang ibu, Fayza Lamari, yang memiliki keturunan Aljazair.

Afrika dan Identitas Mbappe

Mbappe lahir dan besar di Bondy, kawasan pinggiran Paris, Prancis. Meski demikian, ia tidak pernah melupakan asal-usul keluarganya. Ia tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan budaya Afrika, mulai dari bahasa, makanan, hingga nilai-nilai kekeluargaan yang kuat. Baginya, menjadi pemain top dunia tidak boleh membuatnya tercerabut dari akar budaya tersebut.

Dedikasi untuk Afrika, kata Mbappe, merupakan bentuk terima kasih kepada benua yang telah banyak memberi warna dalam hidupnya. Ia menyadari bahwa banyak pesepak bola hebat berasal dari Afrika atau memiliki keturunan Afrika, namun sering kali kurang mendapat pengakuan yang setara di panggung global. Ballon d'Or, jika diraihnya, bisa menjadi simbol bahwa pemain dengan latar belakang Afrika mampu bersaing di level tertinggi.

Ambisi Mbappe meraih Ballon d'Or bukan tanpa alasan. Sejak menembus tim utama AS Monaco pada 2015, kariernya melesat begitu cepat. Ia menjadi kunci keberhasilan Monaco menjuarai Ligue 1 pada 2017, lalu pindah ke Paris Saint-Germain dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan dengan nilai transfer yang saat itu termasuk termahal di dunia.

Rekam Jejak dan Pencapaian

Bersama PSG, Mbappe menjelma menjadi mesin gol. Ia berkali-kali menjadi top scorer Ligue 1 dan mengantarkan klub ibu kota Prancis itu mendominasi kompetisi domestik. Puncaknya, ia membawa PSG melaju ke final Liga Champions 2020, meski akhirnya kalah dari Bayern Muenchen. Di level internasional, Mbappe menjadi bintang utama saat Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia bahkan mencetak gol di final melawan Kroasia dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik turnamen.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Mbappe kembali menunjukkan kelasnya. Meski Prancis gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari Argentina di final, ia mencetak hattrick dalam laga tersebut dan menjadi top scorer turnamen dengan delapan gol. Penampilan itu semakin memperkuat alasan mengapa namanya selalu masuk dalam perbincangan calon peraih Ballon d'Or.

Namun, hingga kini, trofi Ballon d'Or masih belum ia raih. Persaingan di level atas sepak bola dunia sangat ketat. Nama-nama seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Erling Haaland menjadi pesaing berat. Mbappe menyadari hal itu. Ia tidak ingin terburu-buru, tetapi ia juga tidak mau menyembunyikan ambisinya.

Tekad dan Konsistensi

Bagi Mbappe, Ballon d'Or bukan sekadar gelar pribadi. Ia melihatnya sebagai pengakuan atas kerja keras, konsistensi, dan dedikasi sepanjang musim. Ia ingin meraihnya dengan cara yang benar, lewat performa di lapangan, bukan lewat kontroversi atau pencitraan semata.

Ia juga menegaskan bahwa dedikasi untuk Afrika tidak berarti ia melupakan Prancis. Negara yang membesarkannya tetap memiliki tempat istimewa. Mbappe dikenal sebagai sosok yang vokal soal isu sosial, termasuk rasisme dan ketidakadilan. Ia pernah beberapa kali menyuarakan pentingnya kesetaraan dan menolak diskriminasi di dunia sepak bola.

Dalam konteks itu, keinginan mendedikasikan Ballon d'Or untuk Afrika bisa dibaca sebagai pesan bahwa sepak bola adalah milik semua orang, tanpa memandang warna kulit atau asal-usul. Afrika telah melahirkan banyak bakat luar biasa, dan sudah saatnya dunia memberi ruang serta pengakuan yang lebih besar.

Mbappe kini masih terus menapaki kariernya. Setiap musim menjadi kesempatan baru untuk membuktikan diri. Jika suatu hari ia benar-benar mengangkat trofi Ballon d'Or, dedikasinya untuk Afrika akan menjadi momen bersejarah, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi jutaan orang di benua yang selama ini menjadi sumber talenta sepak bola dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter